BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dewasa ini,
penggunaan mesin pengkondisian udara semakin marak sejak pertama kali ditemukan. Mesin pendingin
menjadi kebutuhan utama untuk tempat-tempat
umum seperti gedung perkuliahan, gedung perkantoran , hotel, supermarket, restoran, bar, dsb yang ditempati
banyak orang dimana kenyamanan udara
menjadi sangat penting. Pada beberapa tahun terakhir ini, kurang lebih setengah dari seluruh biaya pembangunan sarana
yang diperlukan suatu bangunan, misalnya
untuk system mekanikal dan elektrik dan sebagainya, kira-kira 30 sampai 50 persen dihabiskan untuk sistem
penyegaran udara saja.[6] Sejak
dimulainya revolusi industri, umat manusia telah sangat tergantung kepada penggunaan sumber energi yang berasal
dari fosil. Energi fosil termasuk minyak
bumi, gas alam, dan batubara.
Salah satu titik penggunan energi yang cukup besar di Indonesia adalah penggunaan
energi listrik untuk penggerak sistem pengkondisian
udara atau AC. [1] Ikatan Ahli Fisika Bangunan Indonesia melakukan survey pada
500 bangunan komesial dan hanya 10%
bangunan yang mengkonsumsi energi listrik sesuai standard nasional untuk bangunan
komersial yaitu 246 kWh/m /tahun. Dari angka ini diperkirakan 72% digunakan untuk AC
sistem sentral [9]. Menurut Soegijanto
[10], konsumsi energi listrik terbesar dalam suatu bangunan adalah operasional untuk AC yang dapat mencapai 42,5%
kebutuhan listrik. Dan dalam suatu
tulisan di majalah konstruksi, disebutkan untuk tata udara ruang suatu Universitas Sumatera Utara gedung (termasuk
AC) dibutuhkan energi listrik sebesar 55 % – 65 %. Meskipun angkanya cukup bervariasi tetapi fakta-fakta
ini menunjukkan kebutuhan listrik untuk
AC sangatlah besar. Oleh karena itu tindakan penghematan energi pada penggunaan AC sangatlah penting untuk
penghematan energi dan mengurangi emisi
karbon.Temperatur yang nyaman bagi
manusia ini cukup relatif, seperti riset yang diadakan oleh Tri Harso Karyono [6] di
Indonesia dikatehui bahwa suku bangsa juga
menyumbang perbedaan pada tingkat temperatur nyaman seseorang. Ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.1 Temperatur
netral/nyaman dari berbagai etnis di Indonesia [Tri Harso Karyono (1998)] Etnik Natural Temperatur Ta To Teq
Aceh (n=6) 24.3 24.3
23.
Tapanuli (n=23) 25.9
26.2 24.
Minang (n=27) 26.9
27.4 25.
Other Sumateran (n=16) 26.6
27.0 25.
Betawi (n=23) 27.0
27.3 25.
Sundanese(n=86) 26.4
26.6 25.
Javanene (n=232) 26.4
26.4 25.
Other Indonesian (n= 62) 26.9
27.4 26.
Universitas Sumatera Utara 1.2
TujuanPenelitian 1.2.1. Tujuan umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk
merancang sebuah mesin pendingin bekeja
berdasarkan siklus kompresi uap hybrid dimana panas buangan kondensor digunakan sebagai sumber tenaga
untuk memanaskan air (water heater).
Komponen-komponen utama siklus kompresi uap hybrid ini terdiri dari evaporator, kompresor, kondensor dan water
heater. Semua komponen ini akan dirancang,
dipabrikasi, dan dirakit menjadi satu unit mesin pendingin. Kemudian melakukan penelitian terhadap masing-masing
komponen mesin pendingin.
1.2.2 Tujuan khjual skripsis Secara
khjual skripsis penulis bertanggung jawab pada perancangan, pabrikasi dan pengujian evaporator pada mesin pendingin
Siklus Kompresi Uap Hibrid. Tujuan khjual
skripsis penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan water heater
terhadap kinerja evaporator untuk mendinginkan ruangan yang dikondisikan.
1.3. Manfaat Penelitian Manfaat
yang akan dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Pengembangan teknologi alternatif mesin
pendingin yang dapat mendinginkan
ruangan sekaligus dapat memanaskan air.
2. Meningkatkan performansi siklus kompresi uap Universitas
Sumatera Utara 3. Mengurangi pemakaian
bahan bakar minyak bumi dan gas untuk memanaskan
air untuk kebutuhan sehari-hari.
4. Menambah variasi siklus kompresi uap di
Laboratorium Pendingin Departemen Teknik
Mesin, Universitas Sumatera Utara.
1.4.Batasan Masalah Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas
mengenai masalah yang dikaji dalam
penulisan skripsi, maka perlu kiranya diberikan batasan masalah sebagai berikut : 1. Perhitungan beban
pendingin pada ruangan yang dikondisikan.
2. Perancangan dimensi utama
evaporator.
3. Variabel yang digunakan adalah
temperatur dan waktu.
4. Asumsi yang digunakan sesuai
dengan perhitungan.
1.5. Sistematika Penulisan Hasil
akhir dari penelitian ini akan dibukukan dalam bentuk buku Tugas Akhir dengan sistematika penulisan sebagai
berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi latar
belakang, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Berisi
teori dasar tentang mesin pendingin, siklus kompresi uap, perhitungan beban pendingin dan analisa evaporator.
Universitas Sumatera Utara BAB
III METODOLOGI PENELITIAN Berisi tentang metode penelitian yang dilakukan,
urutan proses analisis serta pengerjaan
software yang digunakan untuk pengolahan data.
BAB IV DATA DAN ANALISA DATA Berisi
tentang data yang diperoleh dari hasil pengukuran langsung, analisa dan hasil analisa yang dilakukan secara
teoritis dan perancangan evaporator.
0 komentar:
Posting Komentar