Kamis, 30 Oktober 2014

Skripsi Mechanical Engineering:Kajian Aplikasi Efek Pendingin Tanah (Groundcooling) Untuk Mengoptimasi Siklus Kompresi Uap Pada Pengkondisian Udara



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Bumi kita semakin tua seiring
dengan kehidupan manusia yang semakin berkembang.
Perkembangan ini telah terjadi semenjak zaman purbakala hingga manusia mengalami revolusi industri yang
menggeser orientasi pokok manusia, dari
kehidupan yang bersifat agrikultural menuju perkembangan industri yang membawa dampak baik maupun buruk dalam
kehidupan manusia. Kebutuhan manusia
yang semakin kompleks menuntut para pekerja di bidang industri terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Untuk alasan ini juga terkadang manusia
rela hidup boros bahkan mengorbankan lingkungannya demi kenyamanan yang didapatkan. Salah satu dampak
revolusi industri hingga sekarang adalah
terus menurunnya kualitas lingkungan hidup akibat pencemaran lingkungan yang dilakukan secara terus
menerus. Untuk itu dibutuhkan kesadaran mendasar
dan langkah kongkrit sekecil apapun untuk menyelamatkan lingkungan hidup.
New York, 22 September 2009. Perdana Menteri Jepang
saat itu, Yokio Hatoyama berpidato bahwa
Jepang akan mengurangi emisinya sampai 25% pada tahun 2020 dibanding emisi yang dikeluarkannya
tahun 1990, sejalan dengan yang diminta
dunia sains untuk menghentikan pemanasan global. Kalimat ini mendapat sambutan hangat dari para kepala
negara yang berada di ruangan tersebut.
Pada kesempatan berikutnya masih di momen yang sama, Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy berkata bahwa kita
adalah generasi terakhir yang dapat mengambil
keputusan untuk memilih tragedi atau
solusi, pilihan yang sangat krusial
untuk masa depan manusia.
Kedua kutipan pidato ini
menggambarkan bahwa masalah pemanasan global,
yang awalnya hanya topik riset di kalangan ilmuwan, telah memasuki domain utama para kepala negara di dunia, atau
telah setara dengan isu perang, ekonomi,
dan isu-isu politik yang rumit. Seperti kata Presiden Sarkozy, untuk pertama kali, para pemimpin dunia harus
memutuskan tidak untuk negaranya Jual
skripsi masing-masing, tidak untuk daerah, bahkan tidak untuk benua, tetapi
untuk planet sebagai satu kesatuan.
Sebagai gambaran, sejak Hatoyama
mengucapkan pidato yang dikutip di awal
tulisan ini, masyarakat Jepang bangga karena adanya keberanian pemerintahnya menetapkan batasan terukur.
Sejak pidato itu diluncurkan, banyak program
televisi yang mulai membahas langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target pengurangan emisi 25% itu. Di
dunia bisnis atau kerja, perusahaan-perusahaan
mulai mengaudit penggunaan energinya supaya lebih efisien, salah satu contohnya para pekerja
lebih disarankan untuk tidak memakai dasi
di musim panas, demi mengurangi beban pendinginan. Para ibu rumah tangga juga turut menjadi sasaran tembak program
ini dengan himbauan untuk mengurangi jam menonton televisi beberapa jam
per hari. Di dunia riset dan perguruan
tinggi, pencarian sumber-sumber energi alternatif mendapat dukungan penuh. Di industri otomotif, pabrikan penguasa
pasar dunia seperti Toyota dan Honda
bertarung habis-habisan untuk menghasilkan mobil yang paling hemat energi dan mobil hybrid. Dengan kata lain
semua sektor-sektor tempat-tempat penggunaan
energi ditata ulang dan pencarian energi alternatif lebih digalakkan.
Kondisi Indonesia, tidak jauh
berbeda dengan kondisi global saat ini.
Sumber utama energinya masih
disuplai oleh energi fosil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan
konsumsi energi ini berasal dari energi
fosil sebesar 95%, hidropower 3,4%, panas bumi 1,4%, lainnya 0,2% [12].
Komposisi ini dengan jelas
menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada energi fosil. Namun bagaimana pun juga
pemerintah Indonesia mempunyai komitmen
untuk mengelola konsumsi energinya agar lebih bersahabat dengan lingkungan. Komitmen ini dapat dilihat dari
pidato Presiden Yudhoyono pada suatu
pertemuan internasional tentang lingkungan di Nusa Dua Bali, pada Februari 2010. Bahwa Indonesia berkomitmen
mengurangi emisi karbonnya sampai 26%
pada tahun 2020. Sudah banyak kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia yang tujuannya
meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan
dan menggunakan energi dari fosil dengan lebih efisien.
Salah satu titik penggunan energi
yang cukup besar di Indonesia adalah penggunaan
energi listrik untuk penggerak sistem pengkondisian udara atau AC.
Jual skripsi Di masa yang akan
datang diyakini akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat dan pemanasan global yang telah berlangsung. Ikatan Ahli Fisika Bangunan
Indonesia melakukan survey pada 500 bangunan
komesial dan hanya 10% bangunan yang mengkonsumsi energi listrik sesuai standard nasional dan dari angka ini
diperkirakan 72% digunakan untuk sistem
AC sentral [14]. Menurut Soegijanto [18], konsumsi energi listrik terbesar dalam suatu bangunan adalah operasional untuk
AC yang dapat mencapai 42,5% kebutuhan
listrik. Meskipun angkanya cukup bervariasi tetapi fakta-fakta ini menunjukkan kebutuhan listrik untuk AC
sangatlah besar. Oleh karena itu tindakan
penghematan energi pada penggunaan AC sangatlah penting untuk penghematan energi dan mengurangi emisi karbon.
Pada daerah tropis seperti
Indonesia, yang mempunyai temperatur dan kelembaban udara yang relatif tinggi, sistem
pengkondisian udara didominasi dengan
menurunkan temperatur dan kelembaban udara. Untuk melakukan tugas ini, digunakan siklus kompresi uap yang digerakkan oleh kompresor dan menggunakan listrik sebagai sumber utamanya.
Pada dasarnya sistem ini mengkonsumsi
energi relatif besar untuk menghasilkan udara dingin. Konsumsi ini akan terus meningkat dan jika dibiarkan
terus akan ikut memberi andil yang cukup
signfikan pada pemanasan global. Oleh
karena itu perlu dicari cara mengurangi
konsumsi listrik untuk pengkondisian udara di Indonesia.
Pada sisi lain diketahui bahwa
pada kedalaman tertentu, temperatur tanah relatif stabil dan tidak terpengaruh pada
temperatur udara lingkungan. Artinya pada
saat temperatur lingkungan cukup panas, temperatur di dalam tanah relatif lebih dingin, dan sebaliknya jika temparatur
udara lingkungan dingin, temperatur di
dalam tanah relatif lebih hangat. Fakta inilah yang dijual skripsilkan sebagai
sumber energi alternatif bagi pengkondisiudara. Alternatif ini bukanlah ide
baru, ide ini sudah diterapkan sejak zaman prasejarah. Di daerah yang mempunyai
4 musim, saat musim dingin manusia purba
memilih untuk tinggal di gua di dalam permukaan
tanah, yang memang lebih hangat. Sebaliknya di musim panas, manusia tersebut berlindung di dalam gua, yang
relatif lebih dingin. Efek dingin yang
tersimpan di dalam permukaan tanah ini lah yang akan dimanfaatkan sebagai pendingin, oleh karena itu alternatif ini
dinamakan groundcooling.

Skripsi Mechanical Engineering:Kajian Aplikasi Efek Pendingin Tanah (Groundcooling) Untuk Mengoptimasi Siklus Kompresi Uap Pada Pengkondisian Udara

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.