Rabu, 22 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Profitabilitas Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Makanan



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Pasar
modal ( capital market ) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa
diperjualbelikan ( saham, obligasi, waran, right, obligasi konvertibel, dan
berbagai produk turunan/derifatif seperti opsi (put
atau call) ), baik dalam bentuk
utang maupun modal sendiri (Fakhruddin,2001
: 1). Pasar modal memiliki berbagai
”financial assets” yang menawarkan
tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda. Para pemilik modal atau investor tersebut bebas memilih jenis
”financial assets” yang diinginkannya, tentu
saja dengan harapan bahwa investasi tersebut
mampu memberikan keuntungan yang
optimal kepada mereka. Bagi investor yang tidak memiliki kesempatan investasi dalam riil assets dan
mempunyai kelebihan dana, mereka dapat
melakukan investasi dalam ”financial assets”, sebaliknya bagi investor yang memilki
kesempatan investasi dalam riil assets
tapi tidak mempunyai dana, mereka
dapat memperoleh dana dengan emisi saham melalui pasar modal.
Pasar modal di Indonesia sejak
tahun 1997 mengalami perkembangan yang cukup
pesat. Hal ini dapat dilihat dari 56 emiten pada tahun 1989 menjadi 288 emiten pada tahun 1999 (Purba, 2000) dalam
penelitian (Susilo, 2004:97). Dari peningkatan
tersebut tampak bahwa pasar modal dapat dijadikan sebagai alternatif penghimpun dana dan penyalur dana yang cukup
menarik. Dewasa ini juga pasar modal
Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan melonjaknya jumlah saham yang ditransaksikan dan semakin
tingginya volume penjualan saham.
Seiring dengan perkembangan yang pesat tersebut, kebutuhan akan Minar Simanungkalit : Pengaruh Profitabilitas
Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Makanan Dan
Minuman Terbuka Di Indonesia, 2009.
informasi yang relevan dalam
pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin meningkat. Dalam pasar modal yang
efisien, harga-harga saham mencerminkan
semua informasi yang relevan dan pasar akan bereaksi apabila terdapat informasi baru. Salah satu bentuk
informasi tersebut adalah informasi akuntansi
khususnya laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini merupakan hasil dari proses akuntansi yang
dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi
dalam pengambilan keputusan perusahaan, aliran kas, dan informasi lainnya yang terkait dengan keputusan
investasi.
Bagi investor, informasi dari
laporan keuangan dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam pengambilan keputusan, apakah
mereka akan membeli, menahan, atau
menjual surat berharga yang dimilikinya karena memperoleh return merupakan tujuan utama aktivitas
perdagangan para investor di pasar modal.
Dari sudut pandang manajemen keuangan, rasio leverage keuangan merupakan salah satu rasio yang banyak dipakai
untuk meningkatkan (everage) profitabilitas
perusahaan (Martono, 2002:128). Dalam pengukuran risiko finansial perusahaan.
Dari statistik BPS, sampai tahun
2000 industri manufaktur Indonesia berjumlah
22,174 buah, 81% di antaranya ada di pulau Jawa. Industri tersebut sanggup menyerap tenaga kerja 4.47 juta orang.
Jumlah itu setara dengan 10% total
industri di Jepang. Data METI Jepang, tahun 2003 tercatat total 293,911 industri yang menyerap 8.23 juta pekerja.
Indonesia juga negara senior di ASEAN dalam
mengembangkan industrinya. (BPS 2001: sektor makanan 20.7%, pakaian dan tekstil 19%, furniture 9%, permesinan
2.6%)(www.yahoo.com). Menteri Perindustrian
(Menperin) Fahmi Idris mengatakan, revisi target pertumbuhan Minar Simanungkalit : Pengaruh Profitabilitas
Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Makanan Dan
Minuman Terbuka Di Indonesia, 2009.
industri sekitar 5%-5,5% otomatis
akan memengaruhi pertumbuhan sejumlah industri,
seperti makanan dan minman serta tekstil dan produk tekstil (TPT).
Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
Indonesia mendukung revisi target tersebut, setelah semakin beratnya situasi ekonomi
global secara makro ekonomi. Beberapa waktu
lalu, Bank Indonesia (BI) bahkan telah merevisi suku bunga (BI Rate) menjadi 8,25%. Kondisi ini pastinya akan
mempengaruhi industri makanan dan minuman
dalam pemaksimalan laba.
Menurut Hanum dalam (www.yahoo.com), kinerja
industri makanan dan minuman di
Indonesia kian tertekan. Departemen
perindustrian (Depperin) memproyeksikan
kinerja industri makanana dan minuman diperkirakan akan semakin tertekan. Pemicunya, kenaikan harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 30 % dan
Bea Masuk (BM) gula rafinasi (gula putih) sebesar Rp. 700 per kilogram. Pengaruh bea masuk gula yang tinggi
akan berpengaruh pada tingginya biaya
produksi yang kemudian juga akan menyebabkan penurunan dalam perolehan laba perusahaan atau kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba akan
menurun yang disebut dengan profitabilitas. Pada penelitian ini, untuk mengkur profitabilitas tersebut, peneliti
menggunakan rasio keuangan ROA (Return
on Assets) dan ROE (Return on Equity).
Investor tidak hanya melihat
kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba, tetapi juga banyaknya penggunaan hutang oleh
perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.
Penggunaan hutang yang besar dan semakin tinggi pada perusahaan akan mempengaruhi terhadap tingkat keuntungan
yang diperoleh oleh investor karena
semakin besa penggunaan hutang maka akan semakin besar juga beban bunga yang ditanggung sehingga mengurangi
tingkat keuntungan yang akan Minar Simanungkalit
: Pengaruh Profitabilitas Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham
Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Terbuka Di Indonesia, 2009.
diperoleh perusahaan dan akan
berdampak pada return yang diperoleh investor.
Tingkat penggunaan hutang pada
perusahaan disebut dengan istilah solvabilitas (leverage). Pada penelitian ini, untuk
mengukur tingkat leverage tersebut peneliti menggunakan rasio keuangan DTA (Debt to Total
Assets).
Beberapa peneliti sebelumnya yang
menguji pengaruh profitabilitas dan leverage
terhadap harga saham menunjukkan hasil yang tidak konsisten (prayitno: 2007; Ulupui ; Sunarto:2001; dan Wijiyanti dan
Gunawan: 2003).
. Berdasarkan uraian di atas dan
adanya ketertarikan peneliti untuk melanjutkan penelitian sebelumnya yang bertujuan untuk
melihat kekonsistenan hasil pada penelitian
terdahulu, maka peneliti mengambil judul : Pengaruh Profitabilitas dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return
Saham Pada Perusahaan Makanan Dan
Minuman Terbuka Di Indonesia.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan
latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka peneliti dalam hal ini merumuskan masalah yang akan
dibahas sebagai berikut : Apakah ada pengaruh yang signifikan dari Return on
Assets (ROA), Return on Equity (ROE) dan
Debt to Total Assets (DTA) terhadap Return Saham pada perusahaan makanan dan minuman terbuka di
Indonesia? C. Kerangka Konseptual Investasi yang dilakukan paada surat berharga
oleh seorang pemodal diharapkan mendapat
keuntungan/return. Namun, mungkin saja
potensi keuntungan tersebut bisa
berbalik menjadi sebuah kerugian yang tidak diduga sebelumnya. Dunia pasar modal memang tidak
terlepas dari dua sisi yaitu risk Minar
Simanungkalit : Pengaruh Profitabilitas Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap
Return Saham Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Terbuka Di Indonesia, 2009.
dan return. Investasi dalam bentuk saham mempunyai risiko
tinggi karena harga saham sangat peka
terhadap banyak faktor, baik faktor eksternal maupun internal perusahaan. Di samping itu berlaku pula suatu
prinsip yaitu ”high risk-high return”.
Hal ini menggambarkan semakin tinggi tingkat keuntungan (return) yang diharapkan investor maka akan semakin
tinggi pula risiko yang harus dihadapi.
Melihat kondisi ini maka investor sangat perlu melakukan analisis untuk menilai kinerja dari perusahaan dimana
investor melakukan investasi.
Dalam melakukan analisis untuk
memutuskan investasi suatu jenis saham Investor perlu menganalisis risiko (risk) yang dihadapi
dan keuntungan (return) yang diharapkan.
Salah satu alat analisis yang digunakan adalah analisis fundamental berupa laporan keuangan. Semakin baik kinerja
suatu perusahaan maka semakin besar
return yang akan diterima oleh investor. Begitu juga sebaliknya, semakin menurun kinerja suatu perusahaan maka semakin
kecil kemungkinan return yang akan
diterima oleh investor.
Kinerja suatu perusahaan dapat
dianalisis dengan menggunakan rasio keuangan.
Rasio keuangan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah rasio profitabilitas
dan rasio leverage. Semakin tinggi rasio profitabilitas maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba (Abdullah, 2005:54).
Dengan kata lain, semakin tinggi
rasio profitabilitas maka Return Saham yang diterima oleh investor akan semakin
besar. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diwakili oleh Return on Assets
(RAO) dan Return on Equity (ROE).
Sebaliknya angka rasio
leverage yang semakin besar menunjukkan
kinerja Minar Simanungkalit : Pengaruh
Profitabilitas Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan
Makanan Dan Minuman Terbuka Di Indonesia, 2009.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Profitabilitas Dan Rasio Leverage Keuangan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Makanan

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.