BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Kinerja
merupakan penampilan hasil kerja pegawai baik secara kuantitas maupun kualitas. Kinerja dapat berupa
penampilan kerja perorangan maupun kelompok.
Kinerja organisasi merupakan hasil interaksi yang kompleks dan agregasi kinerja sejumlah individu dalam
organisasi. Untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi (determinan) kinerja individu, perlu dilakukan pengkajian terhadap teori kinerja. Secara teoritis ada
tiga kelompok variabel yang mempengaruhi
perilaku kerja dan kinerja individu, yaitu: variabel individu, variabel organisasi dan variabel psikologis.
Penilaian kinerja diukur berdasarkan kedisiplinan
karyawan, kemampuan karyawan, dan perilaku-perilaku inovatif.
Kelompok variabel individu
terdiri dari variabel kemampuan dan ketrampilan,
latar belakang pribadi dan demografis. Variabel kemampuan dan keterampilan merupakan faktor utama yang
mempengaruhi perilaku kerja dan kinerja
individu. Sedangkan variabel demografis mempunyai pengaruh yang tidak langsung. Kelompok variabel psikologis terdiri
dari variabel persepsi, sikap, kepribadian,
belajar dan motivasi. Variabel ini banyak dipengaruhi oleh keluarga, tingkat sosial, pengalaman kerja sebelumnya
dan variabel demografis.
Sikap karyawan bisa bermanfaat
bagi manajer dalam usaha untuk memprediksi
perilaku karyawan. sikap dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dalam memberi, menimbang dan mendorong perilaku
seluruh karyawan perusahaan untuk
melaksanakan tugas yaitu sebagai berikut : berfikir positif, menghargai 1 Laura
Frestynor H : Pengaruh Sikap Dan Keterampilan Komunikasi Terhadap Kinerja
Karyawan PTPN IV Pabrik Kelapa Sawit(PKS) Kebun Pabatu, 2009.
kerjasama tim, mengupayakan kesinambungan
antara pencapaian sasaran perusahaan dan
peningkatan kesejahteraan karyawan serta mengutamakan kepentingan perusahaan daripada kepentingan
kelompok atau pribadi. Karyawan yang
tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan dan kurangnya kerja sama di dalam perusahaan karena karyawan lebih
mementingkan kepentingan pribadi dari pada
kepentingan kelompok sangat mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Sehingga dalam suatu perusahaan
perlu ditanamkan nilai-nilai budaya yang
dapat mencerminkan sikap-sikap yang positif bagi karyawan.
Pimpinan perusahaan, manajer,
para ahli teknologi, supervisor dan karyawan
perlu meningkatkan kecerdasan emosional agar mampu mendayagunakan sumber dayanya (SDM) secara
optimal dalam mencapai kinerja.
Keterampilan utama dalam
kecerdasan emosional adalah mengetahui cara berkomunikasi dengan menggunakan intelektual
dan perasaan. Masalah yang terbesar
dalam komunikasi adalah kesalahpahaman yang terjadi karena orang gagal menyampaikan apa yang mereka pikirkan
dan yang mereka rasakan.
Sehingga mampu mendudukan
perusahaan pada posisi persaingan pasar yang lebih kuat dibandingkan dengan kompetensi yang
dimiliki perusahaan-perusahaan pesaing.
Keterampilan komunikasi dipengaruhi dengan cara membina hubungan sesama anggota organisasi, memberi dan
menerima informasi, menentukan arah untuk
melihat masa depan perusahaan, mempengaruhi setiap anggota organisasi untuk melakukan hal yang terbaik dalam
organisasi. Perusahaan memberikan kesempatan
bagi karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan guna meningkatkan kinerja individu maupun
kinerja organisasi, sehingga perusahaan
perlu untuk melakukan penilaian terhadap perubahan sikap dan keterampilan komunikasi para karyawan.
Laura Frestynor H : Pengaruh
Sikap Dan Keterampilan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan PTPN IV Pabrik
Kelapa Sawit(PKS) Kebun Pabatu, 2009.
PTPN IV PKS Kebun Pabatu mengembangkan
karyawan agar dapat mencapai kinerja
yang diinginkan karyawan. Dalam memberikan target, manajer perusahaan telah menetapkan Standar
Operasional Prosedur (SOP). Standart Operasional
Prosedur ini ditetapkan agar setiap karyawan mengetahui dengan benar tugas-tugas yang harus dilaksanakannya
pada masing-masing station tempat mereka
bekerja. Untuk memaksimalkan Standar Operasional Prosedur tersebut maka ditanamkan nilai-nilai budaya dalam
perusahaan yang dapat membentuk sikap
karyawan yang baik dan manajer harus memiliki keterampilan berkomunikasi terhadap karyawannya dengan baik
agar karyawan dapat memahami apa yang
diperintahkan. Manajer dan karyawan harus bisa menanamkan rasa tidak saling menyalahkan,
tetapi berusaha untuk mencapai target
yang telah ditetapkan. Dengan demikian karyawan tidak akan merekayasa pekerjaan yang dilakukannya, sehingga dapat
memaksimalkan kinerja karyawan agar
mencapai target.
Pada PTPN IV PKS Kebun Pabatu
terdapat rantai komunikasi antara karyawan
dengan manajer, karena tidak semua karyawan berani mengungkapkan segala keluhan langsung kepada manajer. Adapun
rantai komunikasi di perusahaan ini adalah karyawan menyampaikan
keluhan kepada Mandor, kemudian Mandor
menyampaikan kepada Staff Pengolahan, dilanjutkan kepada Kepala Dinas, dan Kepala Dinas lah yang
menyampaikan keluhan tersebut kepada Manajer.
Seringkali dalam berkomunikasi ada hambatan sehingga tugas yang diberikan tidak dapat dilaksanakan dengan
maksimal. Hambatan itu misalnya sering
terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian pesan atau keluhan dan kurang ditanggapi oleh pihak atasan.
0 komentar:
Posting Komentar