BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kepadatan penduduk yang menyebar dalam wilayah
Republik Indonesia sejalan dengan makin
meningginya kebutuhan listrik yang diperlukan oleh masyarakat. Sebagai langkah pemenuhan
kebutuhan tersebut salah satunya dengan pembangunan
PLTM, dimana pihak swasta ikut serta berperan dalam mensuplai kebutuhan listrik negara, yang mana pihak
swasta melakukan kegiatan pembangunan PLTM.
Secara umum dalam suatu bangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM),
terdiri atas beberapa komponen-komponen utama yaitu: a. Bendungan e. Penstock b. Bendung dan pintu pengambilan (Intake) f. Power house c.Sand trap
g. Turbin dan generator d. Water
way h. Headpond Bendung yang menjadi salah satu komponen
penting dalam proyek PLTM harus
direncanakan dan dibangun semaksimal mungkin dan mampu bertahan lama,
bendung yang dibangun harus memenuhi
persyaratan stabilitas yang menjadi salah satu persyaratan penting guna menjamin umur
bendung dan kemampuannya untuk menaikkan
muka air yang mengalir menuju bagian produksi PLTM, dengan kata lain dengan keadaan bendung yang demikian maka PLTM
dapat berjalan untuk selalu memenuhi
kebutuhan listrik masyaarakat. Stabilitas bendung adalah bentuk gambaran 16 yang
mendefenisikan bahwa bendung tersebut dalam keadaan sempurna dapat dimamfaatkan sebagai suatu bendung,yang
ditinjau dari ketahanan bendung menerima
gaya-gaya internal dan eksternal yang dialaminya seperti, gaya guling, pergeseran, keruntuhan dan gaya eksternal yang
diakibatkan oleh gempa.Salah satu permasalahan yang
sering terjadi pada instalasi PLTM adalah kerusakan pada bangunan intake yang disebabkan
oleh banjir seperti yang terjadi pada
PLTM Salido Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Hal itu terjadi karena kesalahan pemilihan lokasi intake yang
menempatkan intake pada sisi luar sungai.
Pada bagian sisi luar sungai
mudah erosi serta rawan terhadap banjir. Batu-batuan, batang pohon serta berbagai material yang
terbawa banjir akan mengarah pada bagian tersebut. Sementara itu bagian sisi dalam
sungai merupakan tempat terjadinya pengendapan
lumpur dan sedimentasi, schingga tidak cocok untuk lokasi intake.
Lokasi intake yang baik terletak
sepanjang bagian sungai yang relatif lurus , di mana aliran akan terdorong memasuki intake secara
alami dengan membawa beban (bed load)
yang kecil.
Dalam tugas akhir ini penulis
akan mencoba membahas tentang PLTM Aek Siundongyang
berada di Sijamapolang Kabupaten Humbanghasundutan Sumatera Uatara. PLTM ini dibangun sejalan dengan
program pemerintah untuk mengatasi krisis
energi yang terjadi di negara ini khsnya di daerah PLTM tersebut dibangun.
Untuk itu penulis mengambil
bahasan tentang stabilitas bendung tersebut sehingga bisa bermamfaat untuk penelitian selanjutnya
dengan topik yang sama, karena di Sumatera
utara banyak terdapat daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam yang 17 dapat
dimamfaatkan sebagai PLTM, yaitu daerah yang berada di jajaran Bukit Barisan seperti Dairi, Pakpak Barat, Karo,
Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.
1.2. Perumusan Masalah Identifikasi bendung PLTM yang diteliti
dilakukan dengan cara pemeriksaan stabilitas
bendung dan tinjauan terhadap daya dukung tanah yang memikul beban bendung, pemeriksaan dilakukan dengan
melakukan kalkulasi gaya-gaya yang bekerja
baik dilakukan secara tinjauan tiap titik maupun bidang tergantung pemeriksaan yang dilakukan dan metode yang
paling tepat, seperti untuk gaya akibat berat
sendiri bendung dilakukan dengan cara pencacahan bidangbendung menjadi beberapa bidang yang datar, dan gaya uplif
dengan cara pemeriksaan pada titik tertentu
yang ditinjau yang selanjutnya dilakukan dengan penjumlahan gaya yang terjadi.
1.3 Pembatasan Masalah Penulis menyadari bahwasanya dalam penynan
tinjauan pustaka, pengambilan data,
pengelolahan dan pembahasan mengenai Analisa Stabilitas Bendung pada PLTM ini tentu akan sangat
mungkin dikembangkan secara detail dan menjadi
luas serta dapat menyangkut beberapa hal yang berhubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan topik pembahasan.
Untuk itu agar permasalahan tidak terlalu
meluas, maka dengan ini penulis
membatasi permasalahan yang dibahas yakni hanya meliputi kapasitas pada pintu pengambilan, stabilitas bendung terhadap
bahaya penggulingan 18 (overtunning),bahaya pergeseran (slidding)dan bahaya keruntuhan tanah pondasi
(amblas) terkait bendung yang diteliti.
1.4 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah
sebagai berikut: 1. Perhitungan kembali debit air pada saluran PLTM Aek
Sibundong Sijamapolang Humbang
Hasundutan sehingga dapat diketahui nilai debit banjir padabendung tersebutsecara analisa
teoritis.
2. Mengecek dan menganalisa
gaya-gaya yang bekerja pada bangunan bendung yang berasal dari dalam maupun dari luar,
termasuk gaya gempa sehingga dapat
diketahui kondisi bendung itu aman terhadap gaya guling dan geser yang nantinya akan menjadi suatu kesimpulan
yang menggambarkan bahwa kondisi bendung
tersebut layak untuk dipergunakan.
3. Memeriksa daya dukung tanah
terkait keruntuhan tanah, yang akan menunjukkan
tegangan tanah yang terjadi tidak melebihi persyaratan tegangan tanah izin pada bendung tersebut.
1.5 Manfaat Penulisan Dengan
demikian tugas akhir ini dapat menjadi bahan masukan untuk pengelola PLTM dan menjadi masukan bagi
pembangunan PLTM di tempat lain yang
memiliki sumber daya alam yang dapat dimamfaatkan sebagai PLTM dan bisa bermamfaat sebagai bahan referensi bagi pihak
yang ingin melakukan penelitian yang sama
terkait suatu bendung terutama bendung PLTM.Selain daripada itu tugas akhir 19 ini
dapat meningkatkan wawasan bagi penulis dalam pengevaluasian bangunan air terkait pembangunan PLTM.
1.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan tugas akhir ini
adalah sebagai berikut : 1. Pendahuluan Pada bab ini akan dibahas latar belakang
masalah, perumusan masalah, batasan
pembahasan, tujuan penulisan, mamfaat penulisan serta sistematika penulisan sebagai berikut.
2. Tinjauan pustaka Pada bab ini akan diuraikan berbagai literatur
yang berkaitan dengan penelitian /
pembahasan. Di dalamnya bangunan air yang terkait pada PLTM serta rumus-rumus yang berkaitan dengan judul
tugas akhir ini.
3. Metode Penelitian Bab ini akan menguraikan apa dan bagaimana
metode yang akan digunakan dalam
penelitian ini serta deskripsi singkat tentang gambaran umum lokasi penelitian.
4. Data dan pembahasan Pada bab ini akan memaparkan data-data tentang
lokasi yang di analisis serta penyelesaian
masalah sesuai dengan perumusan masalah dan pembatasan bahasan yang telah ditentukan sebelumnya.
20 5. Kesimpulan dan saran Pada bab ini akan dirangkum kesimpulan dari
penelitian yang dilakukan penulis di dalam
tugas akhir ini serta saran-saran yang diharapkan dapat menjadi poin untuk perbaikan penelitian
selanjutnya.
0 komentar:
Posting Komentar