BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pembangunan industri merupakan bagian dari usaha pembangunan ekonomi jangka panjang, yang diarahkan untuk
menciptakan struktur ekonomi yang lebih
kokoh dan seimbang. Struktur ekonomi dengan titik berat industri yang maju didukung oleh pertanian yang tangguh.
Untuk itu proses industri lebih dimantapkan
guna mendukung berkembangnya industri sebagai penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan
perluasan lapangan kerja.
Perkembangan industri juga
diupayakan untuk meningkatkan nilai tambah yang ditujukan untuk menyediakan barang dan
jasa yang bermutu, meningkatkan ekspor
dan menghemat devisa, menunjang pembangunan daerah dan sektor-sektor pembangunan lainnya, serta sekaligus
mengembangkan penguasaan teknologi.
Untuk itu perlu didayagunakan
dengan sebaik-baiknya sumber daya manusia, sumber daya energi, sumber daya termasuk
devisa, serta teknologi yang tepat dengan
tetap memperhatikan kelestarian kemampuan lingkungan.
Di antara subsektor industri yang
pembangunannya berkembang dengan pesat
adalah subsektor industri pangan. Hal ini terjadi karena kebutuhan akan barang-barang hasil industri pangan terus
meningkat sejalan dengan perkembangan
pembangunan itu sendiri. Salah satu jenis produksi industri pangan yang dibutuhkan dan pemakainya terus meningkat
akibat permintaan semakin banyak adalah
industri margarin.
Selama ini Indonesia masih
mengimpor margarin dari berbagai Negara, karena produksi dalam negeri belum mencukupi.
Berdasarkan data statistik, Negara-negara
pengimpor adalah Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jerman, Belgia, Korea Selatan dan Singapura. Pada
tahun 2001-2006 impor margarin mengalami
peningkatan dan pada tahun 2007 mengalami penurunan. Kuantitas impor margarin selama tahun 2001-2007 terlihat
pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Data Impor Margarin di Indonesia (Sumber
: Badan Pusat Statistik, 2008) Berdasarkan Tabel 1.1 di atas, maka dapat dibuat
suatu persamaan linier agar dapat
diprediksikan kebutuhan margarin di masa yang akan datang. Adapun Grafik kebutuhan impor margarin di Indonesia
dapat dilihat pada Gambar 1.1, sebagai
berikut :
Tahun Kapasitas Produksi
(kg/tahun) Series Linear (Series1) Dari
Gambar 1.1 di atas, dapat diperoleh persamaan linier yaitu y = 49.7545 X – 1E + 09. Sehingga dapat
diprediksikan kapasitas impor margarin di
masa yang akan datang dapat dilihat pada Tabel 1.2, sebagai berikut
Kapasitas produksi margarin oleh
Negara-negara penghasil margarin pada tahun
2005 dapat dilihat pada Tabel 1.3, sebagai berikut :
Sifat fisika-kimia margarin yang
dihasilkan dari minyak nabati atau dengan
pencampuran minyak nabati dapat dilihat pada Tabel 1.4.
Tabel 1.4
Sifat Fisika Margarin yang Dihasilkan dari Minyak Nabati atau dengan Pencampuran Minyak Nabati (Sumber : Melnik, dkk,
1960) Dari pertimbangan di atas, maka di pilih pra rancangan pabrik pembuatan margarin dari minyak jagung dan RBDP Stearin
dengan kapasitas 7.000 ton/tahun dengan
alasan sebagai berikut : a) Margarin
yang dihasilkan dari minyak jagung dan RBDP Stearin diharapkan memiliki sifat fisika dan kimia yang serupa
dengan margarin yang dihasilkan dari
minyak kelapa dan minyak jagung dengan rasio minyak kelapa : minyak jagung (50:50).
0 komentar:
Posting Komentar