BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pati adalah salah satu jenis
polisakarida yang amat luas tersebar di alam. Pati disimpan sebagai cadangan makanan bagi
tumbuhan di dalam biji buah (padi, jagung),
di dalam umbi (ubi kayu, ubi jalar, garut) dan pada batang (sagu, aren).
Tanaman ubi kayu termasuk dalam
keluarga Euphorbiaceae dari genus Manihot.
Potensi tanaman ubi kayu sebagai
bahan pokok sudah dikenal orang sejak zaman maya di Amerika Serikat sekitar 2000 tahun
yang lalu, atau bahkan jauh sebelumnya (Tjokroadikoesoemo,
1993).
Peninggalan-peninggalan
arkeologi yang ditemukan menunjukkan
bahwa budi daya tanaman ini terdapat di
Peru, Venezuela dan Kolombia, serta telah dilakukan sejak permulaan abad Masehi.
Prinsip-prinsip ekstraksi pati yang dikembangkan
oleh bangsa Maya pada awal pembudidayaan ubi kayu masih diterapkan dalam industri pati secara modern
dewasa ini.
Ubi kayu dapat dimakan dalam
berbagai jenis makanan, misalnya digoreng, dikukus, dibakar, diolah menjadi berbagai
macam makanan, diragikan menjadi tapai, dapat
dibuat tiwul, gatot dan macam-macam makanan lainnya. Ubi kayu dapat juga diolah menjadi tepung tapioka, gaplek, dan
pelet sebagai pakan ternak.
Di Amerika Utara dan Eropa tepung
tapioka diolah menjadi puding, bahan pengental
untuk gravies (saus kuah daging), atau
sebagai bahan pengikat pada pembuatan
permen. Tepung ubi kayu dapat juga diproses menjadi sejenis gula cair yang dinamakan High Fructose Syrup (HFS).
Pemakaian glukosa di Indonesia
setiap tahun mengalami peningkatan dan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri maka perlu diimpor. Tabel 1.1 menampilkan data impor glukosa yang tercatat
selama 7 tahun terakhir. Maka jumlah kapasitas
yang di pakai dalam Pra Perancangan Pabrik Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Pati Ubi Kayu 9.400 ton/tahun
adalah sebesar 35 % dari jumlah data
glukosa Monohidrat di Indonesia selama 7tahun terakhir.
Peranan ubi kayu sebagai bahan
baku sangat banyak dibutuhkan, karena dewasa
ini banyak industri kecil maupun industri besar menggunakan ubi kayu Jual skripsi sebagai bahan baku dari produk yang
dihasilkan, misalnya sebagai bahan pakan, industri pati, industri sirup glukosa, dan
industri yang merupakan gula cair.
1.2 Perumusan Masalah Kebutuhan pasar menyebabkan pentingnya
pertimbangan pembangunan pabrik glukosa
monohidrat dari ubi kayu yang efisien, ekonomis dan ramah lingkungan. Pra rancangan pabrik glukosa
monohidrat diharapkan dapat menjadi solusi
yang tepat untuk memenuhi kriteria tersebut, selain sebagai pemanfaatan potensi alam yang belum dimanfaatkan.
Pertimbangan untuk mendirikan pabrik diharapkan
dapat memenuhi kebutuhan glukosa dalam negeri tanpa harus melakukan impor dari luar negeri.
1.3 TujuanPerancangan Tujuan perancangan pabrik pembuatan glukosa
monohidrat adalah merencanakan pendirian
pabrik glukosa monohidrat dengan proses hidrolisa dari bahan baku ubi kayu.
Jual skripsi 1.4 Manfaat Perancangan Manfaat pendirian pabrik pembuatan Glukosa
monohidrat adalah memberi gambaran kelayakan (feasibility) pabrik ini
untuk dikembangkan di Indonesia.
Dimana nantinya gambaran tersebut
menjadi patokan untuk pengambilan keputusan terhadap pendirian pabrik, sebagai acuan,
masukan dan bahan perbandingan dalam riset
pembuatan glukosa monohidrat.
Jual skripsi
0 komentar:
Posting Komentar