Kamis, 23 Oktober 2014

Chemical Engineering: Pra Rancangan Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Ubi Ayu (Cassava) Dengan Kapasitas Produksi 14.100 TonTahun



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pati adalah salah satu jenis polisakarida yang amat luas tersebar di
alam. Pati disimpan sebagai cadangan
makanan bagi tumbuhan di dalam biji buah (padi, jagung), di dalam umbi (ubi kayu, ubi jalar,
garut) dan pada batang (sagu, aren).
Tanaman ubi kayu termasuk dalam
keluarga Euphorbiaceae dari genus Manihot.
Potensi tanaman ubi kayu sebagai
bahan pokok sudah dikenal orang sejak zaman maya di Amerika Serikat sekitar 2000 tahun
yang lalu, atau bahkan jauh sebelumnya (Tjokroadikoesoemo,
1993).
Peninggalan-peninggalan
arkeologi yang ditemukan menunjukkan
bahwa budi daya tanaman ini terdapat di
Peru, Venezuela dan Kolombia, serta telah dilakukan sejak permulaan abad Masehi.
Prinsip-prinsip ekstraksi pati yang dikembangkan
oleh bangsa Maya pada awal pembudidayaan ubi kayu masih diterapkan dalam industri pati secara modern
dewasa ini.
Ubi kayu dapat dimakan dalam
berbagai jenis makanan, misalnya digoreng, dikukus, dibakar, diolah menjadi berbagai
macam makanan, diragikan menjadi tapai, dapat
dibuat tiwul, gatot dan macam-macam makanan lainnya. Ubi kayu dapat juga diolah menjadi tepung tapioka, gaplek, dan
pelet sebagai pakan ternak.
Di Amerika Utara dan Eropa tepung
tapioka diolah menjadi puding, bahan pengental
untuk gravies (saus kuah daging), atau
sebagai bahan pengikat pada pembuatan
permen. Tepung ubi kayu dapat juga diproses menjadi sejenis gula cair yang dinamakan High Fructose Syrup (HFS).
Pemakaian glukosa di Indonesia
setiap tahun mengalami peningkatan dan untuk
memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri maka perlu diimpor. Tabel 1.1 menampilkan data impor glukosa yang tercatat
selama 7 tahun terakhir. Maka jumlah kapasitas
yang di pakai dalam Pra Perancangan Pabrik Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Pati Ubi Kayu 14.100 ton/tahun
kurang lebih sebesar 60 % dari jumlah
data glukosa Monohidrat di Indonesia selama 7 tahun terakhir.
Peranan ubi kayu sebagai bahan
baku sangat banyak dibutuhkan, karena dewasa
ini banyak industri kecil maupun industri besar menggunakan ubi kayu I- sebagai bahan baku dari produk yang
dihasilkan, misalnya sebagai bahan pakan, industri pati, industri sirup glukosa, dan
industri yang merupakan gula cair.
1.2 Perumusan Masalah Kebutuhan
pasar menyebabkan pentingnya pertimbangan pembangunan pabrik glukosa monohidrat dari ubi kayu yang
efisien, ekonomis dan ramah lingkungan.
Pra rancangan pabrik glukosa monohidrat diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi kriteria
tersebut, selain sebagai pemanfaatan potensi
alam yang belum dimanfaatkan. Pertimbangan untuk mendirikan pabrik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan glukosa
dalam negeri tanpa harus melakukan impor
dari luar negeri.
1.3 Tujuan Perancangan Tujuan
perancangan pabrik pembuatan glukosa
monohidrat adalah merencanakan pendirian
pabrik glukosa monohidrat dengan proses hidrolisa dari bahan baku ubi kayu.
I- 1.4 Manfaat Perancangan Manfaat pendirian pabrik pembuatan Glukosa
monohidrat adalah memberi gambaran
kelayakan (feasibility) pabrik ini untuk dikembangkan di Indonesia.
Dimana nantinya gambaran tersebut
menjadi patokan untuk pengambilan keputusan terhadap pendirian pabrik, sebagai acuan,
masukan dan bahan perbandingan dalam riset
pembuatan glukosa monohidrat.

Chemical Engineering: Pra Rancangan Pembuatan Glukosa Monohidrat Dari Ubi Ayu (Cassava) Dengan Kapasitas Produksi 14.100 TonTahun

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.