BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kedelai dengan kandungan gizi dan manfaat
farmakologisnya, telah banyak digunakan
untuk mencegah berbagai jenis penyakit seperti stroke, osteoporosis, diabetes melitus, jantung
koroner, serta mengatasi fattyliver. Selain itu kedelai juga diketahui bisa mencegah
anemia, menekan kasus gigi berlubang dan
pundak kaku, mencegah epilepsi, mengatasi dispepsia, dan memperlancar ASI. Selanjutnya membantu pengobatan saluran
pernapasan, mengobati gangguan sistem
pencernaan seperti diare, tukak lambung, radang lambung, mengobati sistem tulang dan sendi seperti rematik.
Manfaat lainnya, mengobati gangguan kulit
seperti jerawat, peremajaan kulit, mengobati gangguan ginjal dan hati seperti hepatitis, radang ginjal mengobati gangguan
jantung, autisme, dan masih banyak lagi.
(www.iptek.net.id, 2008)
Diperkirakan
sekitar 40 % dari total produksi digunakan sebagai bahan makanan manusia khskripsisnya di Asia Timur
dan Tenggara, 55 % sebagai pakan ternak
dan hanya 5 % yang digunakan sebagai bahan baku industri, khskripsisnya di negara-negara maju. (Koswara, 1992) Sskripsi kedelai sebenarnya, sudah dibuat di
negeri Cina sejak abad II sebelum
Masehi. Dari sana, kemudian berkembang ke Jepang, dan setelah PD II masuk ke Asia Tenggara. Di Indonesia,
perkembangannya memang masih ketinggalan
dengan Singapura, Malaysia, dan Filipina. Di Malaysia dan Filipina sskripsi kedelai dengan nama dagang “Vitabean”
yang telah diperkaya dengan vitamin dan
mineral, telah dikembangkan sejak 1952. Di Filipina juga dikenal sskripsi kedelai yang populer dengan nama
“Philsoy”. Sementara di tanah air baru beberapa
tahun terakhir dikenal sskripsi kedelai dalam kemasan kotak karton yang diproduksi oleh beberapa industri minuman.
(Koswara, 1992) Sebagian masyarakat yang
sejak kecil tidak terbiasa meminum sskripsi atau mengkonsumsinya, sehingga di dalam sistem
pencernaannya tidak terdapat enzim laktase.
Enzim ini diperlukan untuk mencerna laktosa yang kadarnya cukup tinggi pada sskripsi. Orang yang tidak memiliki enzim
laktase dalam sistem pencernaannya, Jual
skripsi jika mengkonsumsi sskripsi dapat
mengakibatkan laktose intolerance. (Koswara, 1992) Namun
demikian, ada beberapa faktor yang menyebabkan produk olahan kedelai kurang disukai, antara lain bau langu,
rasa pahit dan rasa seperti kapur.Kedelai juga mengandung sejenis oligosakarida yang tidak bisa dicerna
oleh tubuh dan menyebabkan flatulensi
(perut kembung). Selain itu kedelai juga mengandung zat anti nutrisi (antitripsin,
fitat, saponin, hemaglutin) yang membatasi
kapasitas protein untuk diserap oleh tubuh. Untunglah senyawasenyawa tersebut
mudah diatasi dengan proses perendaman, perebusan atau senyawa tersebut dikonsumsi manusia. (Koswara,
1992) Produk hasil olahan sskripsi
kedelai sesuai selera, disamping dalam bentuk cair, sskripsi kedelai dapat juga dibuat dalam
bentuk bubuk (powder), yang pada umumnya
dilakukan dengan pengeringan semprot (spray drying). (Koswara, 1992) 1.2
Perumusan Masalah Sehubungan dengan
meningkatnya kebutuhan masyarakat akan minuman kesehatan terutama sskripsi kedelai maka
dirancanglah Pabrik Pembuatan Sskripsi Kedelai
Bubuk dengan Kapasitas 5000 ton/tahun.
1.3 Tujuan Rancangan Di dalam ilmu keteknikan, Teknologi Kimia
Industri Membidangi Perancangan (design)
konstruksi, operasi peralatan, serta proses pengolahan bahan mentah atau bahan baku menjadi produk yang
berdaya guna untuk bahan baku bagi
proses berikutnya maupun untuk kebutuhan masyarakat. Tujuan rancangan Pembuatan Sskripsi Kedelai Bubuk adalah juga
mengaplikasan Ilmu Teknologi Kimia
Industri yang meliputi neraca massa, neraca energi, operasi teknik kimia, utilitas, dan bagian ilmu Teknologi Kimia
Industri lainnya yang penyajiannya disajikan
pada pra Rancangan Pabrik Pembuatan Skripsi Kedelai Bubuk dengan kapasitas
5000 ton/tahun.
Jual skripsi 1.4 Manfaat Rancangan Adapun manfaat yang diperoleh dari Pra
rancangan Pabrik Sskripsi Kedelai Bubuk
dengan kapasitas 5000 ton/tahun adalah : 1.
Meningkatkan kesehatan masyarakat 2.
Menciptakan lapangan kerja 3.
Menambah pendapatan anggaran daerah 4.
Meningkatkan nilai guna kacang kedelai Jual skripsi
0 komentar:
Posting Komentar