Kamis, 25 September 2014

Skripsi Psikologi:Hubungan Culture Shock Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Asing



BAB I PENDAHULUAN

I.A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima mahasiswa asing untuk
menempuh pendidikan tinggi
di Indonesia. Mayoritas
mahasiswa asing yang belajar di Indonesia adalah dari negara
Malaysia (Aje, 2011). Salah satu kota di Indonesia
yang menerima mahasiswa
asing asal Malaysia
untuk menempuh pendidikan tinggi yaitu kota Medan. Menurut
Amir (1993), dalam thesisnya yang berjudul Faktor-faktor
Berkaitan Pelajar Malaysia
Melanjutkan Pelajaran ke Pengajian
Tinggi di Medan-Indonesia, ditemukan bahwa terdapat delapan faktor yang mendorong pelajar Malaysia melanjutkan
pendidikan di perguruan tinggi di kota Medan
yaitu karena kemauan
sendiri, ada bidang
pelajaran yang diminati, jarak Indonesia yang dekat dengan Malaysia,
dorongan ibu bapa/penjaga, mudah memahami bahasa,
membantu ibu bapa/penjaga
selepas tamat, ijazah
perguruan tinggi Indonesia
diakui dan biaya
kuliah di Indonesia
lebih rendah. Sedangkan menurut Ward (2001), salah satu alasan
mahasiswa belajar ke luar negeri adalah untuk
mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
Institusi pendidikan tinggi yang
menerima mahasiswa asing asal Malaysia di
kota Medan salah satunya adalah yaitu di
Fakultas Kedokteran dan Fakultas
Kedokteran Gigi. Jumlah mahasiswa asing asal Malaysia di Universitas Sumatera Utara cenderung meningkat tiap tahunnya.
Peningkatan tersebut terlihat pada Tabel
1 di bawah ini: Tabel 1.
Jumlah Mahasiswa Asing di
Fakultas Kedokteran dari Tahun 2009-2011 No Mahasiswa Asing Asal Malaysia Angkatan Jumlah 1
2009 2
2010 3
2011 Jumlah Sumber:Bagian akademik Fakultas Kedokteran Seperti yang
terlihat di Tabel
1, jumlah mahasiswa
asing asal Malaysia mengalami
peningkatan dari 114
mahasiswa di tahun
2009 menjadi 125 mahasiswa di
tahun 2010 dan
kembali meningkat menjadi
156 mahasiswa di tahun
2011. Mahasiswa asing asal Malaysia yang melanjutkan pendidikan tinggi di masuk dengan dua jalur yaitu Mandiri
Internasional dan International-Allianze College
of Medical Sciences
(INT-ACMS). Jalur Mandiri
Internasional merupakan jalur
dimana seluruh proses
perkuliahan dilaksanakan di
Fakultas Kedokteran , sedangkan jalur INT-ACMS merupakan
jalur masuk dimana
proses perkuliahan semester
I-VI dilaksanakan di
Fakultas Kedokteran Universitas
Sumatera Utara dan
semester VII-VIII dan
Kepaniteraan Klinik (Profesi Dokter) di Malaysia (Aje, 2011).
Mahasiswa asing
asal Malaysia yang
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi
di Universitas Sumatera
Utara tentunya berharap
dapat meningkatkan kompetensi
dan mencapai kondisi
terbaik bagi dirinya.
Tingkat pencapaian kondisi
terbaik tersebut dapat dilihat dari evaluasi prestasi belajarnya.
Prestasi belajar merupakan salah
satu bentuk evaluasi belajar di perguruan tinggi.
Menurut Winkel (2000), prestasi
belajar merupakan hasil suatu penilaian dibidang pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai
hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai.
Dalam institusi pendidikan
tinggi, prestasi keberhasilan
belajar mahasiswa ditentukan
oleh angka indeks
prestasi yang ditentukan
pada setiap semester
yaitu dalam bentuk
Indeks Prestasi Semester
dan Indeks Prestasi Kumulatif (Depdiknas, 2008).
Indeks
Prestasi Semester (IPS)
merupakan penilaian yang
dihitung berdasarkan jumlah
beban kredit yang
diambil dalam satu
semester dikalikan dengan bobot prestasi tiap-tiap mata kuliah
kemudian dibagi dengan jumlah beban kredit yang
diambil, sedangkan Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK)
yaitu penilaian indeks prestasi yang dihitung berdasarkan
jumlah keseluruhan beban kredit yang diambil
mulai dari semester awal sampai semester yang terakhir, dikalikan dengan bobot
prestasi tiap-tiap mata
kuliah kemudian dibagi
dengan beban kredit
yang diambil. Kriteria hasil
penilaian IPK digolongkan dalam empat kriteria yaitu 0.00-1.99 (tidak
memuaskan), 2.00-2.75 (memuaskan), 2.76-3.50 (sangat memuaskan) dan 3.51-4.00 (cumlaude/dengan pujian).
Berikut gambaran kondisi prestasi
belajar mahasiswa asing asal Malaysia angkatan
2009 dan 2010 di Fakultas Kedokteran pada tabel
di bawah ini: Tabel 2.
Gambaran Range IP Mahasiswa Asing
Asal Malaysia di FK angkatan 2009 Kriteria IP
Semester 1 Semester 2 Semester 3
Semester 4 Semester 0.00 – 1.99
10 26 11
16 2.00 – 2.75
88 80 82
65 2.76 – 3.50
19 11 24
33 3.51 – 4.00
1 0 0
2 Total Mahasiswa 118
117 117 116 Sumber:Bagian Pendidikan Fakultas Kedokteran Dari Tabel
2 terlihat bahwa
pada semester 1
dari 118 mahasiswa
asing hanya 1 (0.84%) mahasiswa
yang tepat memperoleh indeks prestasi 3.51-4.00 dan 19 (16.10%)
yang memperoleh indeks prestasi 2.76-3.50. Data ini menunjukkan bahwa
mahasiswa asing yang
memperoleh indeks prestasi
2.76-4.00 pada semester awal cenderung sedikit. Sedangkan
mahasiswa asing yang memperoleh indeks prestasi
0.00-1.99 (10 mahasiswa)
dan 2.00-2.75 (88
mahasiswa) cenderung banyak.
Namun kondisi tersebut
dapat diperbaiki di
semester berikutnya. Dari Tabel 2
terlihat kecenderungan meningkatnya jumlah mahasiswa asing
yang memperoleh nilai
indeks prestasi 2.76-3.50
dan 3.51-4.00 setelah semester 1. Sehingga di semester 5 diketahui
mahasiswa asing yang memperoleh indeks
prestasi 2.76-4.00 meningkat menjadi 43 mahasiswa (37.71%) dan jumlah mahasiswa asing yang memperoleh indeks
prestasi 0.00-1.99 menurun menjadi 6 mahasiswa
dan 2.00-2.75 menurun menjadi 65 mahasiswa.
Kondisi diatas juga terjadi pada
mahasiswa asing asal Malaysia angkatan 2010
di Fakultas Kedokteran yang terlihat
pada data di Tabel 3.
Tabel 3.
Gambaran Range IP Mahasiswa Asing
Asal Malaysia di FK angkatan 2010 Kriteria IP
Semester 1 Semester 2 Semester 0.00 – 1.99
75 36 2.00 –
2.75 43
74 2.76 – 3.50
9 13 3.51 –
4.00 0
4 Total Mahasiswa 127
127 Sumber:Bagian Pendidikan Fakultas Kedokteran Berdasarkan Tabel
3 pada semester
1 tidak ada
mahasiswa yang tepat memperoleh indeks
prestasi 3.51-4.00 dan
hanya 9 (7.08%)
yang memperoleh indeks
prestasi 2.76-3.50. Data
ini menunjukkan bahwa
mahasiswa asing yang memperoleh indeks
prestasi 2.76-4.00 pada
semester awal cenderung
sangat sedikit. Sedangkan
mahasiswa asing yang memperoleh indeks
prestasi 0.00-1.99 (75 mahasiswa) dan
2.00-2.75 (43 mahasiswa) cenderung banyak. Dari data diatas juga
memperlihatkan terjadi peningkatan
jumlah mahasiswa asing
yang memperoleh indeks prestasi
0.00-1.99 dan 2.00-2.75 pada semester pertama dari mahasiswa
asing angkatan 2009.
Minimnya mahasiswa asing
yang memperoleh indeks
prestasi 2.76-3.50 dan
3.51-4.00 di semester
pertama, tentunya dapat terjadi
karena adanya pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu salah satunya adanya pengaruh psikologis
dan fisik.
Hal ini
sejalan dengan pendapat
Witherington dan Bapemsi
(dalam Mustaqim, 2004),
yang menyatakan bahwa
kondisi fisik dan
psikologis dapat mempengaruhi proses dan prestasi belajar
individu karena daya tahan tubuh yang menurun
cukup menganggu aktivitas belajar. Apabila individu sampai jatuh sakit maka
dapat dikatakan kegiatan
belajar individu berhenti.
Sedangkan kondisi psikologis
yang meliputi perasaan,
emosi, dan suasana
hati bila dalam
keadaan stabil dan
normal dapat sangat
menolong individu melakukan
kegiatan belajar, tetapi
kondisi dengan intensitas
sedemikian tinggi sehingga
pribadi kehilangan kontrol yang normal terhadap dirinya, misalnya
takut, bingung, cemas, putus asa atau
sangat gembira dapat sangat menghambat proses belajar.

Skripsi Psikologi:Hubungan Culture Shock Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Asing

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.