Kamis, 25 September 2014

Skripsi Psikologi:Hubungan antara Keyakinan Diri dengan Penyesuaian Diri



BAB II LANDASAN TEORI
A. Keyakinan Diri 1. Pengertian Keyakinan Diri Keyakinan diri merupakan salah satu kemampuan
pengaturan diri individu.
Konsep keyakinan diri pertama
kali dikemukakan oleh Bandura. Keyakinan diri mengacu pada persepsi tentang kemampuan
individu untuk mengorganisasi dan mengimplementasi
tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu (Bandura, 1986,) Pervin memberikan pandangan yang
memperkuat pernyataan Bandura tersebut.
Pervin menyatakan bahwa keyakinan diri adalah kemampuan yang dirasakan untuk membentuk perilaku yang
relevan pada tugas atau situasi yang khs
(Smet, 1994).
Berdasarkan persamaan pendapat
para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa keyakinan diri adalah perasaan individu mengenai
kemampuan dirinya untuk membentuk
perilaku yang relevan dalam situasi-situasi khs yang mungkin tidak dapat diramalkan dan mungkin menimbulkan
stres.
2. Dimensi Keyakinan Diri Bandura (1997) mengemukakan bahwa keyakinan
diri individu dapat dilihat dari tiga
dimensi, yaitu : a. Tingkat (level) Keyakinan diri individu dalam mengerjakan
suatu tugas berbeda dalam tingkat kesulitan
tugas. Individu memiliki keyakinan diri yang tinggi pada tugas yang mudah dan sederhana, atau juga pada
tugas-tugas yang rumit dan membutuhkan kompetensi
yang tinggi. Individu yang memiliki keyakinan diri yang tinggi cenderung memilih tugas yang tingkat
kesukarannya sesuai dengan kemampuannya.
b. Keluasan (generality) Dimensi ini berkaitan dengan keluasan individu
terhadap bidang atau tugas pekerjaan.
Individu dapat menyatakan dirinya memiliki keyakinan diri pada aktivitas yang luas, atau terbatas pada fungsi
domain tertentu saja. Individu dengan
keyakinan diri yang tinggi akan mampu menguasai beberapa bidang sekaligus untuk menyelesaikan suatu tugas.
Individu yang memiliki keyakinan diri
yang rendah hanya menguasai sedikit bidang yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu tugas.
c. Kekuatan (strength) Dimensi yang ketiga ini lebih menekankan pada
tingkat kekuatan atau kemantapan
individu terhadap keyakinannya. Keyakinan diri menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan individu akan
memberikan hasil yang sesuai dengan yang
diharapkan individu. Keyakinan diri menjadi dasar dirinya melakukan usaha yang keras, bahkan ketika menemui hambatan
sekalipun.
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa keyakinan diri mencakup dimensi tingkat (level), keluasan (generality)
dan kekuatan (strength).
3.
Sumber-Sumber Keyakinan Diri Bandura (1986) menjelaskan bahwa keyakinan
diri individu didasarkan pada empat hal,
yaitu: a. Pengalaman akan kesuksesan Pengalaman
akan kesuksesan adalah sumber yang paling besar pengaruhnya terhadap keyakinan diri individu karena
didasarkan pada pengalaman otentik.
Pengalaman akan kesuksesan
menyebabkan keyakinan diri individu meningkat, sementara kegagalan yang berulang
mengakibatkan menurunnya keyakinan diri, khsnya jika kegagalan terjadi ketika keyakinan
diri individu belum benarbenar terbentuk secara kuat. Kegagalan juga dapat
menurunkan keyakinan diri individu jika
kegagalan tersebut tidak merefleksikan kurangnya usaha atau pengaruh dari keadaan luar.
b. Pengalaman individu lain Individu tidak
bergantung pada pengalamannya sendiri tentang kegagalan dan kesuksesan sebagai sumber keyakinan dirinya.
Keyakinan diri juga dipengaruhi oleh
pengalaman individu lain. Pengamatan individu akan keberhasilan individu lain dalam bidang tertentu akan meningkatkan
keyakinan diri individu tersebut pada
bidang yang sama. Individu melakukan persuasi terhadap dirinya dengan mengatakan jika individu lain dapat
melakukannya dengan sukses, maka individu tersebut juga memiliki kemampuan untuk
melakukanya dengan baik. Pengamatan individu
terhadap kegagalan yang dialami individu lain meskipun telahmelakukan banyak usaha menurunkan penilaian individu
terhadap kemampuannya sendiri dan
mengurangi usaha individu untuk mencapai kesuksesan. Ada dua keadaan yang memungkinkan keyakinan diri individu
mudah dipengaruhi oleh pengalaman individu
lain, yaitu kurangnya pemahaman individu tentang kemampuan orang lain dan kurangnya pemahaman individu akan
kemampuannya sendiri.
c. Persuasi verbal Persuasi verbal dipergunakan
untuk meyakinkan individu bahwa individu memiliki kemampuan yang memungkinkan individu
untuk meraih apa yang diinginkan.
d. Keadaan fisiologis Penilaian individu akan
kemampuannya dalam mengerjakan suatu tugas sebagian dipengaruhi oleh keadaan fisiologis.
Gejolak emosi dan keadaan fisiologis
yang dialami individu memberikan suatu isyarat terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan sehingga situasi yang
menekan cenderung dihindari.
Informasi dari keadaan fisik
seperti jantung berdebar, keringat dingin, dan gemetar menjadi isyarat bagi individu bahwa
situasi yang dihadapinya berada di atas
kemampuannya.
Berdasarkan penjelasan di atas,
keyakinan diri bersumber pada pengalaman akan kesuksesan, pengalaman individu lain,
persuasi verbal, dan keadaan fisiologis
individu.
4. Proses-proses keyakinan diri Bandura (1997)
menguraikan proses psikologis keyakinan diri dalam mempengaruhi fungsi manusia. Proses tersebut
dapat dijelaskan melalui cara-cara dibawah
ini : a.
Proses kognitif Dalam melakukan tugas akademiknya, individu menetapkan
tujuan dan sasaran perilaku sehingga
individu dapat merumuskan tindakan yang tepatuntuk mencapai tujuan tersebut.
Penetapan sasaran pribadi tersebut dipengaruhi oleh penilaian individu akan kemampuan kognitifnya.
Fungsi kognitif memungkinkan
individu untuk memprediksi kejadian-kejadian sehari-hari yang akan berakibat pada masa
depan. Asumsi yang timbul pada aspek kognitif
ini adalah semakin efektif kemampuan individu dalam analisis dan dalam berlatih mengungkapkan ide-ide atau
gagasan-gagasan pribadi, maka akan mendukung
individu bertindak dengan tepat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Individu akan meramalkan kejadian
dan mengembangkan cara untuk mengontrol
kejadian yang mempengaruhi hidupnya. Keahlian ini membutuhkan proses kognitif yang efektif dari berbagai
macam informasi.
b. Proses motivasi Motivasi individu timbul
melalui pemikiran optimis dari dalam dirinya untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan. Individu
berusaha memotivasi diri dengan menetapkan
keyakinan pada tindakan yang akan dilakukan, merencanakan tindakan yang akan direalisasikan. Terdapat
beberapa macam motivasi kognitif yang
dibangun dari beberapa teori yaitu atribusi penyebab yang berasal dari teori atribusi dan pengharapan akan hasil yang
terbentuk dari teori nilai-pengharapan.
Keyakinan diri mempengaruhi
atribusi penyebab, dimana individu yang memiliki
keyakinan diri akademik yang tinggi menilai kegagalannya dalam mengerjakan tugas akademik disebabkan oleh
kurangnya usaha, sedangkan individu
dengan keyakinan diri yang rendah menilai kegagalannya disebabkan oleh kurangnya kemampuan.
Teori nilai-pengharapan memandang
bahwa motivasi diatur oleh pengharapan akan
hasil (outcome expectation) dan nilai hasil (outcome value) tersebut.
Outcome expectation merupakan
suatu perkiraan bahwa perilaku atau tindakan tertentu akan menyebabkan akibat yang khs bagi
individu. Hal tersebut mengandung
keyakinan tentang sejauhmana perilaku tertentu akan menimbulkan konsekuensi tertentu. Outcome value adalah
nilai yang mempunyai arti dari konsekuensi-konsekuensi
yang terjadi bila suatu perilaku dilakukan. Individu harus memiliki
outcome value yang tinggi untuk
mendukung outcome expectation.
c. Proses afeksi Afeksi terjadi secara alami
dalam diri individu dan berperan dalam menentukan
intensitas pengalaman emosional. Afeksi ditujukan dengan mengontrol kecemasan dan perasaan depresif
yang menghalangi pola-pola pikir yang
benar untuk mencapai tujuan.
Proses afeksi berkaitan dengan
kemampuan mengatasi emosi yang timbul pada
diri sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kepercayaan individu terhadap kemampuannya mempengaruhi tingkat
stres dan depresi yang dialami ketika
menghadapi tugas yang sulit atau bersifat mengancam. Individu yang yakin dirinya mampu mengontrol ancaman tidak akan
membangkitkan pola pikir yang mengganggu.
Individu yang tidak percaya akan kemampuannya yang dimiliki akan mengalami kecemasan karena tidak mampu
mengelola ancaman tersebut.
d.
Proses seleksi Proses seleksi berkaitan dengan kemampuan individu untuk
menyeleksi tingkah laku dan lingkungan
yang tepat, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Ketidakmampuan individu dalam
melakukan seleksi tingkah laku membuat
individu tidak percaya diri, bingung, dan mudah menyerah ketika menghadapi masalah atau situasi sulit.
Keyakinan diri dapat membentuk hidup individu
melalui pemilihan tipe aktivitas dan lingkungan. Individu akan mampu melaksanakan aktivitas yang menantang dan
memilih situasi yang diyakini mampu
menangani. Individu akan memelihara kompetensi, minat, hubungan sosial atas pilihan yang ditentukan.
Dari uraian tersebut, dapat
disimpulkan bahwa proses keyakinan diri meliputi proses kognitif, proses motivasi, proses
afeksi, dan proses seleksi.
B. Penyesuaian Diri 1. Pengertian penyesuaian diri Runyon (1984)
mengemukakan bahwa penyesuaian diri dapat dipandang sebagai keadaan (state) atau sebagai proses.
Penyesuaian diri sebagai keadaan berarti
bahwa penyesuaian diri merupakan suatu tujuan yang ingin dicapai oleh individu. Menurut Runyon (1984), konsep
penyesuaian diri sebagai keadaan mengimplikasikan
bahwa individu merupakan keseluruhan yang bisa bersifat well adjusted dan maladjusted. Individu yang
memiliki penyesuaian diri yang baik terkadang
tidak dapat meraih tujuan yang ditetapkannya, membuat dirinya atau orang lain kecewa, merasa bersalah, dan tidak
dapat lepas dari perasaan takut dan kuatir.
Penyesuaian diri sebagai tujuan atau kondisi ideal yang diharapkan tidak mungkin dicapai oleh individu dengan sempurna.
Tidak ada individu yang berhasil
menyesuaikan diri dalam segala situasi sepanjang waktu karena situasi senantiasa berubah.
Runyon (1984) menjelaskan bahwa
penyesuaian diri merupakan proses yang terus
berlangsung dalam kehidupan individu. Situasi dalam kehidupan selalu berubah. Individu mengubah tujuan dalam
hidupnya seiring dengan perubahan yang
terjadi di lingkungannya. Berdasarkan konsep penyesuaian diri sebagai proses, penyesuaian diri yang efektif dapat
diukur dengan mengetahui bagaimana kemampuan
individu menghadapi lingkungan yang senantiasa berubah.

Skripsi Psikologi:Hubungan antara Keyakinan Diri dengan Penyesuaian Diri

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.