Rabu, 17 September 2014

Skripsi Pertanian:Kajian karakteristik fisikokimia tepung sorghum (sorghum bicolor l.) varietas mandau termodifikasi dengan variasi lama perendaman dan konsentrasi asam asetat





   BAB I PENDAHULUAN



 A. 
Latar Belakang Kebutuhan 
gandum  di  dalam 
negeri  sebagian  besar 
masih  diimpor  karena 
tanaman  gandum  hanya 
tumbuh  baik  di 
iklim  subtropis.  Untuk 
tiap  tahunnya  kebutuhan 
gandum  di  dalam 
negeri  semakin  meningkat. 
Kenai kan  kebutuhan gandum  dapat dikurangi dengan memanfaatkan potensi
komoditas  lokal.  Komoditas 
lokal  yang  dapat 
dimanfaatkan  sebagai  pengganti 
tepung  terigu salah satunya adalah
sorghum (Sorghum bicolor L.). Sorghum 
merupakan  komoditas  sumber 
karbohidrat  yang  cukup  potensial  dan 
kandungan  gizinya  tidak 
kalah  bersaing  dengan 
serealia  lain  seperti beras dan jagung. Menurut Rooney
(1977), komposisi kimia sorghum  terdiri  dari 
pati  (70,2%),  protein 
(12,5%),  lemak  (3,4%), 
abu  (2,2%),  serat  kasar
(2,7%), dan tanin (0,003-0,17%). Sorghum memiliki daya adaptasi yang  tinggi 
terhadap  iklim  panas 
dan  kering  dibandingkan 
dengan  jenis  tanaman  karbohidrat 
yang  lain.  Sorghum 
dapat  tumbuh  dan 
berproduksi  di  daerahdaerah 
yang  memiliki  curah 
hujan  hanya  400 
mm/th  (Susila,  2009).


Produktivitas tanaman sorghum di
Indonesia  cukup tinggi (2,5-6,0 ton/ha)
dan  dapat  dibudidayakan 
di  segala  jenis 
tanah,  termasuk  di 
lahan  marginal  (Puslitbang 
Tanaman  Pangan,  1993). 
Namun  di  tingkat 
petani  produktivitas  sorghum masih jauh dibawah potensi hasil
penelitian,  yaitu antara 0,37-1,80  ton/ha (Sirappa, 2003). Tepung sorghum dapat
diolah menjadi aneka kue basah dan kue kering  serta makanan tradisional. Kue basah  yang dimaksud adalah aneka cake dan  bolu, 
sedangkan  makanan  tradisional 
basah  seperti  klepon, 
jenang,  nagasari,  dan wingko. Kue kering yang dimaksud adalah
aneka cookies, kue gapit, dan  simping.
Kemampuan substitusi tepung sorghum terhadap tepung terigu dalam  pembuatan 
roti  mencapai  20-25%, 
untuk  cake  40-50%, 
dan  kue  kering 
70-80%.  Sedangkan  untuk 
menghasilkan  mie  basah 
yang  baik,  penggunaan  tepung sorghum bisa mencapai 20% (Susila,
2009).


    Meskipun  sorghum 
telah  dapat  dikembangkan 
menjadi  tepung,  tepung  sorghum 
masih  memiliki  beberapa 
kelemahan  dari  sifat 
fungsionalnya  yaitu  tepung sorghum 
tidak bisa mengembang  dengan
baik.  Sehingga dalam proses  pengolahan 
produk  tepung  sorghum 
perlu  ditambahkan  tepung 
terigu  untuk  hasil 
yang  lebih  baik. 
Oleh  karena  itu, 
upaya  perbaikan  kualitas 
untuk  meningkatkan  karakteristik 
tepung  sorghum  penting 
dilakukan,  antara  lain  dengan
memodifikasi sifat-sifat fungsional. Salah 
satu  modifikasi  tepung 
secara  kimia  adalah 
dengan  asetilasi. Reaksi
modifikasi tepung pati ini dilakukan dengan menggunakan asam asetat. Dengan
adanya distribusi gugus asetil yang menggantikan gugus OH melalui  proses 
asetilisasi  akan  mengurangi 
kekuatan  hidrogen  di 
antara  pati  dan  menyebabkan
granula pati menjadi lebih mengembang (banyak menahan air),  mudah 
larut  dalam  air 
(Adebowale  dan  Lawal, 
2002  dalam  Singh, 
2004).



 Keunggulan 
sifat  fisika-kimia  yang 
dimiliki  pati  terasetilisasi  seperti 
suhu  gelatinisasi,  swelling 
power,  solubility  dan 
tingkat  kejernihan  pasta 
(paste  clarity)  yang 
tinggi,  serta  memiliki 
stabilitas  penyimpanan  dan 
pemasakan  yang lebih baik jika
dibandingkan dengan pati asalnya (Raina, et al., 2006). Penelitian modifikasi
tepung secara kimia dengan lama perendaman dan  konsentrasi 
asam  asetat  telah 
dilakukan  pada  penelitian 
sebelumnya  dengan  menggunakan 
tepung  umbi  gembili 
(Alsuhendra  dan  Ridawati, 
2009).  Pada  faktor 
lama  perendaman  dapat 
memberikan  efek  untuk 
mempercepat  reaksi  dalam memodifikasi pati dan faktor konsentrasi
asam asetat memberikan efek  seberapa
besar asam asetat dapat mensubstitusi gugus asetil dalam pati yang  dapat merubah sifat fisik dan kimia tepung
tanpa meninggalkan aroma asam  asetat  pada 
tepung  sorghum.  Oleh 
karna  itu,  penelitian 
ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh 
variasi  lama  waktu 
perendaman  dan  konsentrasi 
asam  asetat  yang 
digunakan  terhadap  karakteristik 
fisikokimia  tepung  sorghum  termodifikasi. 
Melalui  modifikasi  ini 
diharapkan  dapat  diperoleh 
tepung  sorghum dengan  karakteristik yang diinginkan dan dapat
diaplikasikan dalam  pengembangan
berbagai produk.    B.  Perumusan Masalah Berdasarkan  uraian 
di  atas,  dapat 
diambil  rumusan  masalah 
sebagai  berikut : 1.  Bagaimana pengaruh variasi konsentrasi asam
asetat terhadap karakteristik  fisik
(viskositas, derajat putih dan  swelling
power) dan  karakteristik kimia  (kadar 
air,  protein  terlarut, 
gula  reduksi  dan 
kadar  tanin)  pada 
tepung  sorghum  (Sorghum 
bicolor  L.)  varietas 
Mandau  termodifikasi  yang  dihasilkan?
2.  Bagaimana pengaruh variasi lama
perendaman terhadap  karakteristik fisik  (viskositas, 
derajat  putih  dan 
swelling  power)  dan 
karakteristik  kimia  (kadar 
air,  protein  terlarut, 
gula  reduksi  dan 
kadar  tanin)  pada 
tepung  sorghum  (Sorghum 
bicolor  L.)  varietas 
Mandau  termodifikasi  yang  dihasilkan?
C.  Tujuan Penelitian Tujuan dari
penelitian ini adalah : 1. 
Mengetahui  pengaruh  variasi 
konsentrasi  asam  asetat 
terhadap  karakteristik  fisik 
(viskositas,  derajat  putih 
dan  swelling  power) 
dan  karakteristik  kimia 
(kadar  air,  protein 
terlarut,  gula  reduksi 
dan  kadar  tanin) 
pada  tepung  sorghum 
(Sorghum  bicolor  L.) 
varietas  Mandau  termodifikasi yang dihasilkan. 2.  Mengetahui pengaruh variasi lama perendaman
terhadap karakteristik fisik  (viskositas,  derajat 
putih  dan  swelling 
power)  dan  karakteristik 
kimia  (kadar  air, 
protein  terlarut,  gula 
reduksi  dan  kadar 
tanin)  pada  tepung  sorghum 
(Sorghum  bicolor  L.) 
varietas  Mandau  termodifikasi 
yang  dihasilkan.    D. 
Manfaat Penelitian  Manfaat yang
didapat dari penelitian ini adalah : 1. 
Memberi informasi tentang inovasi pemanfaatan sorghum menjadi tepung  sorghum termodifikasi. 2.  Memberikan informasi tentang cara
memodifikasi tepung sorghum  secara  kimiawi menggunakan asam asetat. 3.  Memberikan informasi mengenai pengaruh
variasi konsentrasi asam asetat  dan lama
perendaman untuk menghasilkan tepung sorghum termodifikasi  dengan kualitas yang baik. 


Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.