Senin, 15 September 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai Kantor Bank Indonesia



BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia
merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu  perusahaan karena unsur manusia dalam
perusahaan sebagai perencana, pelaksana,  dan pengendali yang selalu berperan aktif
dalam mewujudkan tujuan perusahaan.
Sumber daya manusia  adalah pelaku yang menunjang tercapainya
tujuan,  mempunyai pikiran, perasaan, dan
keinginan yang dapat mempengaruhi sikapnya  terhadap pekerjaan. Hal yang dapat
mempengaruhi sikap sumber daya manusia  untuk
lebih meningkatkan kinerjanya adalah peran motivasi dan lingkungan kerja  itu sendiri.
Tercapainya tujuan perusahaan
hanya dimungkinkan karena upaya pelaku  yang
terdapat pada organisasi perusahaan tersebut. Pada suatu perusahaan pasti  selalu terdapat hubungan yang erat antara
kinerja perorangan dengan kinerja  lembaga
atau kinerja perusahaan. Dengan kata lain apabila kinerja pegawai baik  maka kinerja perusahaan juga baik. Salah satu
yang mendukung peningkatan  kinerja
pegawai adalah motivasi dan lingkungan kerja.
Motivasi juga disebut sebagai
pendorong, keinginan atau kebutuhan.
Menurut Winardi dalam
Abdurrahmat(2006 : 81) Motivasi adalah sebuah konteks  organisasi merupakan proses dengan apa
seseorang manajer merangsang pihak lain  untuk
bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran-sasaran organisasi sebagai  alat untuk memuaskan keinginan-keinginan
pribadi mereka sendiri. Pencapaian  tujuan
motivasi kerja sebagaimana diharapkan menghasilkan hasil kerja yang  efisien, baik bagi diri individu yang
bersangkutan maupun bagi organisasi. Dan   motivasi intrinsik adalah cara seseorang
untuk meningkatkan atau merupakan  dorongan
dalam dirinya untuk melakukan suatu kegiatan dapat pula dikatakan  sebagai dorongan yang menyebabkan orang
berbuat sesuatu untuk mencapai  tujuan.
Semakin kuat motivasi intrinsik maka semakin baik kinerja pegawai.
Motivasi intrinsik juga mendukung
seorang pegawai untuk meningkatkan  preastasinya.
Apabila seorang pegawai berprestasi maka pegawai tersebut dapat  diberikan kesempatan untuk melakukan promosi
jabatan dan memiliki kekuasaan.
Lingkungan kerja adalah salah
satu sumber daya yang paling menetukan  kebehasilan
perusahaan. Pegawai dapat melaksanakan tugas dan apekerjaannya  dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga ada
pegawai yang bersemangat dan  kurang
bersemangat dalam bekerja. Kondisi kerja seperti penerangan dan suhu  udara ruangan kantor sangat mendukung pegawai
untuk meningkatkan kinerjanya.
Pegawai yang bekerja di dalam
suatu perusahaan mengharapkan adanya  penghargaan
bagi mereka sebagai manusia. Jika kurang diperhatikan maka  produktivitas kerja, kualitas kerja maupun
kuantitas kerja akan menurun. Agar  mendapatkan
hasil yang optimal maka perlu memeperhatikan hubungan karyawan  sehingga psikologis dapat terpenuhi.
Lingkungan kerja yang baik dapat  meningkatkan
kinerja pegawai melalui  adanya
kepemimpinan yang baik,  informasi
lancar, hubungan pegawai yang baik, pengaturan kondisi kerja yang  baiak, serta sistem pengupahan teratur.
Keikutsertaan para pegawai dalam
organisasi diatur dengan adanya  pembedaan
pemberian wewenang dan tanggung jawab (Suyadi : 2008 ). Dengan  demikian wewenang dan tanggung jawab yang
dilimpahkan kepada masing-masing  pegawai,
seyogianya kinerja mereka harus baik. Dalam prakteknya motivasi para   pegawai tercermin dalam perilaku disiplin dan
inisiatif. Oleh karena itu, kinerja  perusahaan
atau organisasi dipengaruhi pula oleh disiplin dan inisiatif para  pegawai.
Perusahaan pada dasarnya bukan
saja mengharapkan pegawai yang mampu,  cakap,  dan terampil, tetapi yang terpenting mereka
mau bekerja giat dan  berkeinginan untuk
mencapai hasil kerja yang optimal. Kemampuan, kecakapan,  dan keterampilan pegawai tidak ada artinya
bagi perusahaan jika mereka tidak mau  bekerja
keras dengan mempergunakan kemampuan, kecakapan dan keterampilan  yang dimilikinya. Oleh karena itu
motivasi  intrinsik  penting karena dengan  motivasi intrinsik ini diharapkan setiap
pegawai mau bekerja keras dan antusias  untuk
mencapai kinerja yang tinggi.
Bank Indonesia merupakan salah
satu lembaga Pemerintah yang memiliki  peranan
yang sangat besar dalam keadaan perekonomian Indonesia. Kantor Bank  Indonesia Medan merupakan perpanjangan tangan
dari kantor pusat dalam  melaksanakan
tugas-tugasnya. Adapun tugas pokok yang harus dilaksanakan oleh  Kantor Bank Indonesia (KBI) adalah sebagai
berikut :  1.  Memberikan masukan kepada Kantor Pusat
tentang kondisi ekonomi dan  keuangan
daerah di wilayah kerjanya.
2.  Melaksanakan kegiatan operasional sistem
pembayaran tunai dan/atau non  tunai
sesuai dengan kebutuhan ekonomi daerah di wilayah kerjanya.
3.  Melaksanakan pengawasan terhadap perbankan di
wilayah kerjanya.
4.  Memberikan saran kepada Pemerintah Daerah
mengenai kebijakan ekonomi  daerah, yang
didukung dengan penyediaan informasi berdasarkan hasil kajian  yang akurat.
 5. 
Mengelola sumber daya internal yang dibutuhkan sebagai faktor pendukung  terlaksananya fungsi-fungsi utama.
Kebutuhan berprestasi merupakan
salah satu hal yang sangat penting  bagi
pegawai Bank Indonesia, sebab semakin baik prestasi pegawai di Bank  Indonesia maka akan semakin meningkatkan
karier para pegawai tersebut. Oleh  sebab
itu, kebutuhan berprestasi merupakan salah satu hal yang memotivasi  pegawai Bank Indonesia untuk meningkatkan
kinerjanya.
Menurut peraturan Dewan Gubernur
No.
4/3/PDG/2002 Tanggal 5  Februari 2002, karyawan yang berprestasi
diberikan kesempatan untuk melakukan  promosi
jabatan dengan kriteria : 1.  Sangat
direkomendasikan Apabila tugas-tugas yang disbyaratkan dilakukan dengan baik,
disertai  komitmen yang sangat tinggi dan
terbukti mampu melakukan tugas jabatan di  atasnya.
2.  Dirokomendasikan  Apabila tugas-tugas yang diisyaratkan
dilakukan dengan baik, disertai  komitmen
yang tinggi dan memiliki potensi melaksanakan tugas jabatan di  atasnya.
3.  Kurang direkomendasikan Apabila tugas-tugas
yang diisyaratkan dilakukan dengan kurang bgaik, diserftai  rasa tanggung jawab yang kurang tinggi dan
kurang memiliki potensi  melaksanakan
tugas jabatan di atasnya.




so-� w e u @�# P# mencerminkan
persentase besarnya modal jangka panjang dalam total permodalan  jangka panjang perusahaan yang dibiayai oleh
kreditur jangka panjang  (Syamsuddin,2007:55).Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber:
Brigham (2001), Syamsuddin (2007) , Warsono (2003), diolah D. Hipotesis
Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah dan kerangka pemikiran yang
diuraikan  sebelumnya maka peneliti
mengajukan hipotesis bahwa: Penggunaan hutang dengan  menggunakan variabel Debt to Equity Ratio,
Long Term Debt to Equity Ratio dan  Long
Term Debt to Capitalization Ratio berpengaruh secara signifikan terhadap  Earning Per Share perusahaan properti dan real
estate terbuka di Indonesia.

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.