Senin, 15 September 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Kesenangan Pelanggan (Customer Delight) Terhadap Loyalitas Pelanggan KFC Pada KFC



BAB I PENDAHULUAN
 A. 
Latar Belakang Waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem pemberian
hak pemakaian  nama dagang oleh
franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual  produk atau jasa sesuai dengan kesepakatan.
Konsep waralaba muncul sejak 200  tahun
Sebelum Masehi. Pada masa itu sebuah rantai toko makanan di Tiongkok  menerapkan konsep distribusi dengan sistem
waralaba lisensi produk/ merek.  Pada  Tahun 1863 perusahaan mesin jahit Singer  di Amerika mulai merintis jaringan  waralaba guna mendistribusikan mesin jahit
yang diprodukasinya. Selanjutnya Coca-  Colamenjual
waralaba pembotolan pertamanya Tahun1899. Namun pertumbuhan waralaba yang
sebenarnya baru terjadi padaakhir era1950an,yaitu sistem waralaba ya ng
dikenaldengan waralaba format bisnis(www.smfranchise.com, 23 Juli 2008).
Waralaba mulai berkembang pada
1950-an di Indonesia dengan munculnya  dealer
kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi 
atau menjadi agen tunggal  pemilik
merek. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, memang  merupakan peluang pasar bagi pebisnis
waralaba. Sehingga banyak perusahaan  waralaba
asing melirik untuk melebarkan sayapnya ke negeri ini. Pertumbuhan bisnis  waralaba memang terlihat secara kasat mata.
Gerai atau outlet makanan/ minuman,  pendidikan,  dsb, menjamur dimana-mana. Kentucky Fried
Chicken,  Wendy’s,  McDonald, Pizza Hut,  Dunkin’s Donut,  kursus bahasa Mandarin Shines Lingua,  adalah beberapa diantaranya
(www.franchise-id.com, 23 Juli 2008).
Waralaba yang berkembang di
Indonesia adalah waralaba pangan Asing. Salah  satunya adalah Kentucky Fried Chicken (KFC),
yang didirikan oleh PT. Fastfood Indonesia, Tbk. KFC merupakan pemimpin global
bisnis dalam kategori makanan   cepat
saji dengan menu andalan daging ayam goreng. Merek KFC juga sudah dikenal  oleh masyarakat yang cara penyajiannya juga
praktis. Selain itu, KFC juga merupakan  salah
satu perusahaan fastfood yang sangat mempertahankan dari fokus pelanggan.
Hal ini terlihat dari
produk-produk yang inovatif dan pelayanan yang terus diperbaiki  perusahaan dalam menarik perhatian konsumen
untuk membeli. Sebagai contoh  produk
“Paket Attack” (mendapat satu nasi, minuman dan daging ayam berupa sayap)  hanya dengan Rp 6.465, “Paket Combo” yang
menawarkan paket lengkap (Ayam,  nasi dan
minuman) dengan harga ringan, atau “Paket Chaki” yang dibuat khusus  untuk anak-anak dengan harga yang ringan juga
(www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Survei Brand Image Tracking Study
(BITS) menyatakan salah satu perusahaan  dengan
sistem manajemen yang professional dan mampu bersaing secara kompetitif  dalam pasar global adalah perusahaan restoran
makanan cepat saji KFC. Survei ini  mengungkapkan
KFC secara konsisten berada pada posisi tertinggi  dan paling  menonjol dalam ingatan konsumen untuk “Top of
Mind Awareness” dibandingkan  dengan
merek utama lainnya.  Selain itu KFC juga
merupakan Studi Customer  Experience
Monitoring (CEM) untuk mengetahui bagaimana pengalaman pelanggan  terhadap pelayanan dan fasilitas KFC, dan
studi CHAMPSCHECK untuk menilai  kualitas
pelayanan dan fasilitas yang tersedia di KFC (www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Perusahaan KFC sepenuh hati
berkomitmen untuk mempertahankan visi  kepemimpinan
dengan terus memberikan kepuasan kepada 
pelanggan.  Visi  perusahaan KFC adalah menjadi pemimpin atau
leader  dalam pangsa pasar  dibandingkan dengan perusahaan saingannya.
Dukungan para pemegang saham,  keahlian
manajemen, loyalitas dan dedikasi karyawan, serta kontinuitas kunjungan   pelanggan dapat membantu tercapainya visi ini
(www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Sistem pelayanan yang diterapkan
KFC secara professional dengan cepat dan  tepat. Para manajer KFC memiliki ko mitmen
untuk mendeklarasikan kualitas produk  KFC,
dengan  menciptakan kesenangan pelanggan
(customer delight) tidak hanya  kepuasan
pelanggan (customer satisfaction). Sekarang ini banyak pelanggan terbiasa  dengan tingkat pelayanan standar. Oleh karena
itu, KFC menginginkan suatu budaya  pelayanan
pelanggan tersendiri, yang diimplementasikan dalam suatu program untuk  menyenangkan pelanggan. Hal ini dilakukan
untuk dapat membedakan KFC dengan  perusahaan
pesaing lainnya yang menawarkan produk sejenis seperti Mc Donalds,  CFC, A&W, dan yang lainnya.
Kesenangan pelanggan (customer
delight) adalah kondisi pelanggan merasa  senang. Menurut Raharso (2005), kesenangan
pelanggan (customer delight) akan  dapat
diraih bila perusahaan bersikap adil (justice), menghargai (esteem), dan  memberikan sentuhan akhir (finishing touch).
Justice adalah kejujuran/
keterbukaan perusahaan dalam bertransaksi dengan  pelanggan, yaitu dengan memberikan apa yang
menjadi hak pelanggan, sehingga  pelanggan
merasa diperlakukan dengan adil. Sikap 
justice  yang diberikan KFC  kepada 
pelanggan  adalah dengan  memberikan transaksi yang adil, seperti  mengembalikan sisa uang di akhir transaksi,
serta tidak membedakan dalam  memberikan
pelayanan kepada pelanggan.
Esteem  adalah perlakukan khusus yang diberikan
perusahaan kepada  pelanggan, sehingga
pelanggan merasa dihargai atau diperdulikan. Sikap esteem yang  dilakukan oleh KFC berupa keramahan para
karyawan dan kecakapan mereka dalam  menangani
keluhan pelanggan, memberikan fasilitas pendukung yang dapat membuat   suasana menjadi nyaman, dapat diandalkan
sebagai salah satu strategi untuk dapat  memuaskan
pelanggan dan diharapkan menjadi pelanggan yang loyal.
Finishing touch adalah merupakan
service recovery atau pemulihan jasa, yang  diberikan perusahaan kepada pelanggannya pada
akhir transaksi. Finishing touch yang diberikan KFC adalah dengan menyediakan
karyawan yang cepat tanggap dalam  memenuhi
kebutuhan pelanngan, seperti memberi salam pada akhir transaksi, serta  memberikan souvenir atau bonus pada even-even
tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut,
penulis ingin melakukan penelitian pada salah  satu perusahaan restoran KFC di Medan yaitu
KFC Cabang Gajah Mada. Lokasi KFC  Cabang
Gajah Mada ini merupakan tempat yang sangat strategis karena letaknya yang  mudah dijangkau dan banyaknya transportasi
yang akan membawa pelanggan ke KFC  Cabang
Gajah Mada ini. Selain itu letaknya dekat dengan sekolah, daerah perkantoran  dan daerah bisnis lainnya (seperti Toko buku
Gramedia, Toko jual beli mobil, Toko  optik,
dan yang lainnya). Dengan demikian tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh  masyarakat luas baik karyawan perusahaan
maupun pengunjung dari Toko buku  Gramedia.
Berdasarkan latar belakang masalah ini, penulis tertarik untuk melakukan  penelitian dengan judul “Pengaruh Kesenangan Pelanggan
(Customer Delight)  terhadap Loyalitas
Pelanggan KFC pada KFC Cabang Gajah Mada Medan”.
B. 
Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
diuraikan maka perumusan  masalah dalam
penelitian ini adalah : 1. Apakah kesenangan pelanggan (customer delight) yang
terdiri dari justice, esteem,  dan
finishing touch berpengaruh positif dan signifikan antara terhadap loyalitas  pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada Medan? 




pan>pe� ; l n @�# P# isitas. Dinamika persaingan
bisnis yang semakin ketat antara  berbagai
perusahaan dalam menghasilkan dan menjual produknya, memberikan  pengaruh kepada masyarakat agar terdorong
untuk membeli produk perusahaan  melalui
kegiatan promosi.

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.