BAB PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Seksio sesarea didefinisikan
sebagai melahirkan janin melalui insisi pada
dinding abdomen dan dinding uterus(Cunningham,1995). Tindakan operasi seksio sesarea dilakukan jika ada indikasi
pada ibu dan janin (Wiknjosastro, 2000).
Namun pada saat ini tindakan seksio sesarea menjadi alternatif persalinan yang
dilakukan tanpa indikasi medis melainkan indikasi sosial. Alasan memilih persalinan secara seksio sesarea, ibu tidak
akan mengalami rasa sakit (nyeri) seperti
pada persalinan normal (Kasdu, 2005).
Tindakan operasi menyebabkan
terjadinya perubahan kontinuitas jaringan
(Wall & Jones, 1991). Seksio sesarea merupakan salah satu tindakan operasi obstetrik yang secara sengaja
dilakukan untuk menyayat bagian abdomen sehingga
dapat menyebabkan perubahan kontinuitas jaringan. Pada proses operasi seksio sesarea ibu diberikan anastesi agar ibu
tidak merasakan nyeri. Namun setelah
operasi selesai dan pasien mulai sadar, ia akan merasakan nyeri pada bagian tubuh yang mengalami pembedahan (Wall
& Jones, 1991).
Menurut The International
Association for the Study of Pain nyeri merupakan
pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan yang disertai oleh kerusakan jaringan secara
potensial dan aktual (IASP, 1986, dikutip dari Carrol dan Browsher, 1993). Nyeri
merupakan suatu kondisi yang lebih dari sekedar sensasi tunggal yang disebabkan oleh
stimulus tertentu (Mahon,1994; dalam
Potter & Perry,2005).
Nyeri pasca operasi harus
dikontrol secara adekuat sebab nyeri yang tidak diatasi secara adekuat dapat mengakibatkan
ketidaknyamanan serta mempengaruhi sistem pulmonary, kardiovaskular,
gastrointestinal, endokrin, dan imunologik
(Yeager dkk., 1987; Benedetti dkk., 1984, dikutip dari Brunner dan Suddarth, 2002). Ketika impuls nyeri
ditransmisikan, tegangan otot meningkat sehingga
terjadi iskemia pada tempat yang nyeri. Bila impuls yang menyakitkan ini menjalar secara sentral, aktivitas
simpatis diperberat, yang meningkatkan kebutuhan
miokardium dan konsumsi oksigen. Riset telah menunjukkan bahwa insufisiensi kardiovaskular terjadi tiga kali
lebih sering dan insiden infeksi lima kali
lebih besar pada individu dengan kontrol nyeri yang buruk (Benedetti, 1990 dikutip dari Brunner & Suddarth, 2002).
Untuk mengatasi nyeri pasca
operasi seksio sesarea dibutuhkan asuhan keperawatan yang efektif. Asuhan keperawatan
yang diberikan harus dapat memenuhi
kebutuhan ibu salah satunya kebutuhan rasa nyaman. Manajemen nyeri merupakan intervensi yang dapat menurunkan
rasa nyeri sehingga nyeri dapat ditoleransi
oleh ibu. Menurut Yeager et al., (1987, dikutip Carrol dan Browsher, 1993 ) manajemen nyeri yang efektif dapat
menurunkan morbiditas.
Manajemen nyeri yang efektif
merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan
tugas perawat. Keberhasilan manajemen nyeri bergantung pada terbinanya hubungan positif antara perawat,
klien dan keluarga sehingga klien dapat
berpartisipasi secara aktif dalam perawatan mereka. Oleh sebab itu, ibu seharusnya dapat melakukan manajemen nyeri
secara mandiri untuk dapat mengontrol
nyeri. Manajemen nyeri tidak hanya untuk menghilangkan atau menurunkan nyeri tetapi sebagai upaya untuk
meningkatkan kualitas hidup, kemampuan
dan kemandirian ibu dalam merawat diri dan bayinya serta membantu ibu untuk menerima peran baru dan
bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat.
Berdasarkan latar belakang
diatas, peneliti ingin meneliti tentang manajemen
nyeri luka pasca seksio sesarea yang dilakukan ibu.
2. Perumusan Masalah Rumusan masalah pada
penelitian ini adalah bagaimana manajemen nyeri luka pasca seksio sesarea yang dilakukan
ibu.
3. Tujuan Penelitian 3.1 Tujuan Umum Tujuan umum
penelitian ini adalah untuk mengetahui gamabaran manajemen nyeri luka pasca
seksio yang dilakukan ibu.
3.2 Tujuan Khs Tujuan khs
penelitain ini adalah 3.2.1 Untuk
mengetahui gambaran manajemen nyeri stimulasi kutaneus yang dilakukan ibu.
3.2.2 Untuk mengetahui gambaran manajemen nyeri
distraksi yang dilakukan ibu.
3.2.3 Untuk mengetahui gambaran manajemen nyeri
relaksasi yang dilakukan ibu.
3.2.4 Untuk mengetahui gambaran
manajemen nyeri imajinasi terbimbing yang
dilakukan ibu.
4.
Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat berarti bagi : 4.1 Praktek Keperawatan Hasil penelitian
diharapkan akan memberikan masukan kepada perawat untuk dapat mendidik ibu pasca seksio
sesarea tentang manajemen nyeri.
4.2 Pendidikan Keperawatan Hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi yang berguna bagi pendidikan keperawatan.
4.3 Penelitian Hasil penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan masukan atau
sumber data bagi peneliti lainnya yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manajemen
nyeri luka pasca seksio sesarea yang
dilakukan ibu.
q � n g @ d 8�d mbungan layanan oleh petugas yang sama, dan biaya layanan kesehatan (Ferry, 2009; Pohan, 2007).Berdasarkan survey awal yang
dilakukan peneliti di puskesmas Medan Johor
dengan jumlah penduduk di wilayah kerja puskesmas sebanyak 83.106 orang. Diperoleh data mengenai jumlah
penderita TB Paru pada periode bulan Januari
sampai Oktober 2010 sebanyak 55 orang dengan hasil pemeriksaan kultur BTA positif dan yang sedang menjalani
pengobatan sebanyak 32 orang, kebanyakan
usia penderita adalah usia produktif. Data ini menggambarkan bahwa masih terdapat penderita TB Paru di wilayah
kerja Puskesmas Medan Johor setiap bulannya,
walaupun telah dilakukan program penanggulangan TB Paru dengan strategi DOTS. Untuk melihat pelaksanaan
program tersebut maka perlu dilakukan
pengukuran yang dinilai dari sudut pandang penderita TB Paru tentang kepuasannya dalam menjalani program pengobatan
TB Paru. Bila penderita TB Paru tidak puas
/ kecewa harus segera diketahui faktor penyebabnya dan segera dilakukan koreksi atau perbaikan karena
apabila tidak segera ditangani dan berlangsung
terus menerus dalam jangka waktu yang lama, akan mengakibatkan menurunnya jumlah kunjungan penderita TB Paru
ke puskesmas untuk berobat.
Berdasarkan penjelasan dan fakta di atas maka
peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian kepuasan penderita TB paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam penanggulangan TB Paru di wilayah
kerja puskesmas Medan Johor.
2. Pertanyaan Penelitian Pertanyaan penelitian
ini adalah bagaimana kepuasan penderita TB paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam
penanggulangan TB Paru di wilayah kerja
puskesmas Medan Johor.
3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : untuk
mengidentifikasi kepuasan penderita TB
paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam penanggulangan TB Paru di wilayah kerja puskesmas Medan Johor.
0 komentar:
Posting Komentar