BAB PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang Hipertensi merupakan masalah yang cukup serius, dimana
prevalensi hipertensi di Indonesia
mencapai 15-20% pada orang dewasa (Bakri, 2008).
Hipertensi cenderung diderita
oleh orang dengan kelompok usia 45-54 tahun dan usia ini merupakan usia yang produktif (Cohen,
2009). Hipertensi jarang menimbulkan
tanda dan gejala yang spesifik, oleh sebab itulah hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Inilah yang
membuat individu tidak menyadari bahwa
individu tersebut menderita hipertensi. Sedangkan hipertensi berat, dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti anuria,
pusing, pandangan kabur, sakit kepala,
mengantuk, rasa tidak nyaman dan sulit bernafas (Baker, 2005).
Tanda dan gejala pada penderita
hipertensi seperti sakit kepala, pusing, sulit bernafas dapat mempengaruhi kualitas
tidur pada penderitanya. Penderita hipertensi
terbangun pada pagi hari dan merasa lemah di siang hari saat beraktivitas. Selain itu individu tersebut
juga dapat mengalami rasa tidak nyaman, sehingga
akan menggangu tidurnya yang dapat berdampak pada kualitas tidur yang buruk. Individu tersebut akan merasa
tidak mendapatkan tidur yang cukup (Potter
& Perry, 2005) dan sulit untuk mencapai tidur yang dalam karena sering terjaga di malam hari (Mansoor et al, 2000).
Apabila hal ini berlangsung dalam waktu
yang lama, akan menyebabkan individu tersebut mengalami kurang tidur yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit
yang dideritanya (Potter & Perry, 2005).
Orang yang mengalami gangguan
tidur akan menyebabkan kelemahan pada
keesokan harinya, lebih rentan terhadap efek stress, baik fisik maupun mental (Chopra, 2003). Selain itu, gangguan
tidur juga dapat menyebabkan kecemasan,
mudah tersinggung, gangguan penilaian dan merasa kurang istirahat.
Hal-hal yang tersebut di atas
tentunya akan menghambat seseorang dalam melakukan kegiatannya bahkan jika dibiarkan
terlalu lama akan memperburuk keadaan
dan menimbulkan penyakit baru pada penderitanya (Potter & Perry, 2005).
Berdasarkan uraian di atas
penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui
gambaran kualitas tidur dan faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah Medan Johor
sehingga dapat diidentifikasi bagaiamana
kualitas tidur pada penderita hipertensi dan faktor apa saja yang mengganggu tidurnya.
2. Pertanyaan Penelitian 2.1. Bagaimana kualitas
tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor? 2.2. Apa saja
faktor-faktor gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor? 3. Tujuan Penelitian 3.1. Mengidentifikasi
kualitas tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan Johor.
3.2. Mengidentifikasi
faktor-faktor penyebab gangguan tidur pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Medan
Johor.
4.
Manfaat Penelitian 4.1. Praktek Keperawatan Memberikan informasi tentang
kualitas tidur dan faktor-faktor yang mengganggu
tidur pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pemberian asuhan
keperawatan dan pemberian pendidikan kesehatan
pada penderita hipertensi.
4.2. Penelitian Keperawatan Sebagai
bahan masukan dan informasi untuk penelitan selanjutnya dan tambahan kepustakaan mengenai kualitas tidur
dan faktor-faktor yang berhubungan
dengan hipertensi dan atau gangguan tidur.
4.3. Ilmu Keperawatan Sebagai
bahan masukan dan informasi untuk kepentingan pendidikan tentang kualitas tidur dan faktor-faktor yang
berhubungan dengan hipertensi dan atau
gangguan tidur.
� L
i n �g @ d an Umum Tujuan umum
penelitian ini adalah untuk mengetahui gamabaran manajemen nyeri luka pasca
seksio yang dilakukan ibu.3.2 Tujuan Khs Tujuan khs
penelitain ini adalah 3.2.1 Untuk
mengetahui gambaran manajemen nyeri stimulasi kutaneus yang dilakukan ibu.
3.2.2 Untuk mengetahui gambaran manajemen nyeri
distraksi yang dilakukan ibu.
3.2.3 Untuk mengetahui gambaran manajemen nyeri
relaksasi yang dilakukan ibu.
3.2.4 Untuk mengetahui gambaran
manajemen nyeri imajinasi terbimbing yang
dilakukan ibu.
4.
Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat berarti bagi : 4.1 Praktek Keperawatan Hasil penelitian
diharapkan akan memberikan masukan kepada perawat untuk dapat mendidik ibu pasca seksio
sesarea tentang manajemen nyeri.
4.2 Pendidikan Keperawatan Hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi yang berguna bagi pendidikan keperawatan.
4.3 Penelitian Hasil penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan masukan atau
sumber data bagi peneliti lainnya yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manajemen
nyeri luka pasca seksio sesarea yang
dilakukan ibu.
q � n g @ d 8�d mbungan layanan oleh petugas yang sama, dan biaya layanan kesehatan (Ferry, 2009; Pohan, 2007).Berdasarkan survey awal yang
dilakukan peneliti di puskesmas Medan Johor
dengan jumlah penduduk di wilayah kerja puskesmas sebanyak 83.106 orang. Diperoleh data mengenai jumlah
penderita TB Paru pada periode bulan Januari
sampai Oktober 2010 sebanyak 55 orang dengan hasil pemeriksaan kultur BTA positif dan yang sedang menjalani
pengobatan sebanyak 32 orang, kebanyakan
usia penderita adalah usia produktif. Data ini menggambarkan bahwa masih terdapat penderita TB Paru di wilayah
kerja Puskesmas Medan Johor setiap bulannya,
walaupun telah dilakukan program penanggulangan TB Paru dengan strategi DOTS. Untuk melihat pelaksanaan
program tersebut maka perlu dilakukan
pengukuran yang dinilai dari sudut pandang penderita TB Paru tentang kepuasannya dalam menjalani program pengobatan
TB Paru. Bila penderita TB Paru tidak puas
/ kecewa harus segera diketahui faktor penyebabnya dan segera dilakukan koreksi atau perbaikan karena
apabila tidak segera ditangani dan berlangsung
terus menerus dalam jangka waktu yang lama, akan mengakibatkan menurunnya jumlah kunjungan penderita TB Paru
ke puskesmas untuk berobat.
Berdasarkan penjelasan dan fakta di atas maka
peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian kepuasan penderita TB paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam penanggulangan TB Paru di wilayah
kerja puskesmas Medan Johor.
2. Pertanyaan Penelitian Pertanyaan penelitian
ini adalah bagaimana kepuasan penderita TB paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam
penanggulangan TB Paru di wilayah kerja
puskesmas Medan Johor.
3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : untuk
mengidentifikasi kepuasan penderita TB
paru tentang pelaksanaan strategi DOTS dalam penanggulangan TB Paru di wilayah kerja puskesmas Medan Johor.
0 komentar:
Posting Komentar