Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:Hubungan Fungsi Manajerial Kepala Ruangan dengan Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Penerapan Pengendalian Infeksi Nosokomial



BAB PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Rumah Sakit
adalah salah satu subsistem pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tersebut
kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan
mencakup pelayanan medik, rehabilitasi
medik, dan pelayanan keperawatan (Muninjaya,
2004).
Pelayanan keperawatan merupakan
komponen utama dalam pelayanan kesehatan
dengan kelompok tenaga kesehatan yang paling besar (Potter & Perry, 2005). Perawat merupakan sumber daya manusia
di rumah sakit yang memberikan kontribusi
yang besar dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan yang diberikan dibanding dengan tenaga
kesehatan lain (Warsito, 2006).
Pelayanan asuhan keperawatan yang
berkualitas dan efektif adalah pelayanan dengan mempertahankan individu yang sehat, seluruh
biaya perawatan kesehatan menurun, dan
lama hari rawat yang rendah (Potter & Perry, 2005).
Upaya peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak pernah lepas dari kualitas pelayanan
keperawatan. Kualitas pelayanan keperawatan
dapat dinilai melalui beberapa indikator, yang salah satunya adalah pengendalian infeksi nosokomial. Pengendalian
infeksi nosokomial menjadi tolak ukur
dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan (Handiyani, 2004).
Infeksi nosokomial sangat berpengaruh
terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh
yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, hari rawat penderita yang lama, dan beban biaya menjadi semakin
besar. Hal tersebut merupakan bukti bahwa
manajemen mutu pelayanan medis di rumah sakit perlu dioptimalkan.
Faktor yang mempengaruhi
terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit adalah faktor keperawatan (Darmadi, 2008).
Hasil penelitian yang dilakukan
World Health Organization (WHO, 1987) pada
55 rumah sakit di 14 negara yang sedang berkembang di empat wilayah meliputi Eropa, Mediterania Timur, Asia
Tenggara, dan Pasifik Barat menemukan rata-rata
8,7% pasien rawat inap menderita infeksi nosokomial. Jadi, setiap saat terdapat 1,4 juta pasien di seluruh dunia
terkena komplikasi infeksi yang didapat di
rumah sakit. Mayone et al (1988 dalam Tientjen, 2004) menyatakan bahwa survei tertinggi infeksi nosokomial dilaporkan
dari rumah sakit di wilayah Timur Tengah
Mediterania dan Asia Tenggara masing-masing sebesar 11,8% dan 10%.
Di Indonesia, angka kejadian
infeksi nosokomial pasien rawat inap di bangsal bedah adalah 5,8%-6% dan angka infeksi
nosokomial pada luka bedah adalah 2,3%-18,3%
(Hermawan, 2007). Hasil penelitian yang dilakukan di 11 rumah sakit DKI Jakarta pada tahun 2004 menunjukkan
bahwa 9,8% pasien rawat inap mendapat
infeksi yang baru selama dirawat (Spritia, 2006). WHO-Depkes menyatakan bahwa standar rawat inap terhadap
kejadian infeksi nosokomial memiliki
standar maksimal 1,5% (Nasution, 2008). Prosentase angka kejadian infeksi nosokomial di RSUD dr. Pirngadi Medan
pada tahun 2006 sebesar 32,16% yang
mencakup infeksi yang disebabkan oleh penggunaan jarum infus 10%, akibat transfusi darah 10,16%, dan luka
operasi 12% (Nasution, 2008). Prosentase angka kejadian infeksi nosokomial di RSUP H.
Adam Malik Medan pada tahun 2007 di
ruang rawat inap 2,6%, angka kejadian dekubitus 0,68%, di ICU angka kejadian pneumonia 9,6%, di CVCU terdapat
kejadian infeksi nosokomial phlebitis
4,48% (Habni, 2009).
Hasil wawancara yang dilakukan
peneliti dengan kepala bidang perawatan di
RSUP H. Adam Malik bahwa pengendalian infeksi nosokomial di ruangan selalu dilakukan dengan cara mengevaluasi
ruangan setiap dua bulan sekali.
Indikator standar yang diterapkan
dalam pengendalian infeksi nosokomial di RSUP H. Adam Malik menggunakan indikator yang
dikeluarkan oleh Depkes yaitu dekubitus,
jarum infus, dan infeksi luka operasi.
Prosentase yang telah diuraikan
tersebut menggambarkan bahwa upaya pengendalian
infeksi masih perlu menjadi perhatian bagi perawat di rumah sakit.
Kemampuan perawat untuk mencegah
transmisi infeksi di rumah sakit dan upaya pencegahan adalah tingkatan pertama dalam
pemberian pelayanan berkualitas.
Kemampuan perawat dalam pemberian
pelayanan berkualitas dapat tercermin
dari perilaku patuh dalam penerapan pengendalian infeksi. Hasil penelitian Handiyani (2004) menyatakan bahwa
perilaku patuh perawat dalam pengendalian
infeksi nosokomial dipengaruhi oleh pengetahuan sebesar 24%.
Perilaku kepatuhan dapat
disebabkan oleh beberapa faktor (Setiadi, 2007).
Faktor yang mempengaruhi
kepatuhan dapat dikategorikan menjadi faktor internal yaitu karakteristik perawat itu sendiri
seperti umur, jenis kelamin, agama, pendidikan,
status perkawinan, kepribadian, sikap, kemampuan, persepsi, dan motivasi. Faktor eksternal yaitu karakteristik
organisasi, karakteristik kelompok, karakteristik
pekerjaan, dan karakteristik lingkungan (Setiadi, 2007).
Upaya peningkatan kualitas
pelayanan keperawatan yang sangat penting dilakukan selain pengendalian infeksi
nosokomial adalah manajemen keperawatan.
Handiyani (2004) menyatakan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara peran dan fungsi manajemen
dengan faktor keberhasilan pengendalian
infeksi nosokomial dengan prosentase fungsi pengarahan mencapai 90,45 % (baik) sedangkan fungsi manajerial
yang terendah adalah fungsi pengorganisasian.
2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas
maka perumusan masalah penelitian ini adalah “Adakah hubungan fungsi manajerial kepala
ruangan dengan tingkat kepatuhan perawat
dalam penerapan pengendalian infeksi nosokomial di RSUP H. Adam Malik Medan”.
3. Tujuan Penelitian 3.1 Tujuan Umum Mengetahui
hubungan fungsi manajerial kepala ruangan dengan tingkat kepatuhan perawat dalam penerapan pengendalian
infeksi nosokomial di RSUP H.
Adam Malik Medan.
3.2 Tujuan Khs Tujuan khs
penelitian ini untuk mengetahui: 3.2.1
Karakteristik perawat RSUP H. Adam Malik Medan yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama
bekerja, status kepegawaian, status pernikahan,
dan pelatihan.
3.2.2 Fungsi manajerial kepala ruangan dalam
penerapan pengendalian infeksi nosokomial
di RSUP H. Adam Malik Medan.
3.2.3
Tingkat kepatuhan perawat dalam penerapan pengendalian infeksi nosokomial di RSUP H. Adam Malik Medan.
3.2.4 Hubungan fungsi manajerial kepala ruangan
dengan tingkat kepatuhan kepala ruangan
dalam penerapan pengendalian infeksi nosokomial di RSUP H. Adam Malik Medan.

Skripsi Keperawatan:Hubungan Fungsi Manajerial Kepala Ruangan dengan Tingkat Kepatuhan Perawat dalam Penerapan Pengendalian Infeksi Nosokomial

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.