Rabu, 24 September 2014

Skripsi Keperawatan:Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Bidan Praktek Swasta Tentang Inisiasi Menyusu Dini



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Inisiasi
meny dini (IMD) adalah rangkaian kegiatan di mana bayi yang baru saja lahir secara naluri melakukan
aktifitas-aktifitas yang diakiri dengan menemukan puting s ibunya dan meny darinya (Roesli,
2008).
Inisiasi meny dini dipercaya akan
membantu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap
penyakit – penyakit yang beresiko kematian tinggi
seperti kanker syaraf, leukemia, dan
beberapa penyakit lainnya, sehingga ASI sebagai sumber gizi terbaik yang dapat menyelamatkan jiwa bayi pada bulan
– bulan pertama yang rawan atau pemberian
ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran dapat mencegah kematian sekitar 1,3 juta bayi diseluruh dunia
tiap tahun (Roesli, 2008).
Setiap 1000 kelahiran, 35 bayi
diantaranya meninggal. Jika dikalikan dalam setahun, sedikitnya 175.000 bayi meninggal
sebelum mencapai satu tahun. Hal serupa dilaporkan
oleh World Healt Report tahun 2005 (Roesli, 2008).
Bila melihat jumlah angka
kematian bayi di Asia Tenggara, ternyata Indonesia merupakan negara yang memiliki angka kematian
bayi tertinggi, yakni mencapai 20 bayi per
1000 bayi yang hidup satu bulan pertama. Jika angka kelahiran hidup di
Indonesia sekitar 5 juta per tahun dan
angka kematian bayi adalah 20 per 1.000 kelahiran hidup, berarti setiap hari 246 bayi di Indonesia
meninggal atau setiap satu jam 10 bayi Indonesia
meninggal dan setiap 6 menit 1 bayi Indonesia meninggal kerena tidak memperoleh air s dari ibunya pada satu jam
pertama kelahiran (Roesli, 2008).
Di Indonesia dengan inisiasi meny
dini lebih dari 20.000 bayi akan bisa diselamatkan.
Menunda inisiasi meny dini berarti juga meningkatkan kematian pada bayi. Inisiasi meny dini juga akan membantu
pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) karena pemberian ASI eksklusif akan
mencegah malnutrisi dan mengurangi
kemiskinan (Roesli, 2008).
Di provinsi DKI Jakarta angka
kematian bayi masih cukup tinggi. Sehingga pemerintah provinsi akan lebih serius
menjalankan program inisiasi meny dini, dengan
tujuan utama mengurangi angka kematian bayi. Angka kematian bayi sebelumnya tercatat 20 kematian per 1000
kelahiran, kemudian dengan program inisiasi meny dini angka kematian bisa ditekan,
sehingga sampai akhir 2008 rasio perbandingan
telah menjadi 18 kematian per 1000 kelahiran (Detty, 2009). Berdasarkan data dinas keshatan Sumatera Utara tahun 2008
diketahui bahwa angka kematian bayi di Sumatera
Utara mencapai 37 per 1000 kelahiran (Khaeruddin, 2008).
Berdasarkan penelitian Edmond
K di Ghana yang dilakukan terhadap
10.947 bayi yang diterbitkan dalam
jurnal ilmiah Pediatrics, 22% kematian bayi pada satu jam pertama kelahiran. Sedangkan meny pada hari
pertama lahir dapat menekan angka kematian
bayi hingga 16% (Roesli, 2008).
Penelitian Syafiq dan fika tahun
2003, di Jakarta diketahui bahwa bayi yang di beri kesempatan meny dini akan berhasil menyi
secara eksklusif delapan kali lebih
besar dibandingkan bayi yang tidak di beri kesempatan untuk melakukan inisiasi meny dini. Ini berarti bahwa bayi selanjutnya
akan lebih mungkin disi sampai usianya
mencapai dua tahun atau lebih. Disamping itu sentuhan, emutan, dan jilatan bayi
pada putting ibu selama proses inisiasi
meny dini akan merangsang keluarnya hormon
oksitosin yang menyebabkan rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi perdarahan
pada ibu. Hal ini dapat menurunkan angka
kematian ibu pasca persalinan. Kontak kulit membantu proses kolonisasi kulit, dimana bakteri yang menempel pada kulit ibu
dan dijilat oleh bayi, berperan sebagai zat antibody untuk melindungi bayi dari kuman
penyakit lingkungan luar bayi (Chalik, dkk, 1990).
Menurut hasil penelitian Monica,
menunjukkan bahwa mayoritas responden berpengetahuan
baik sebanyak 23 orang (44,23%), diikuti dengan responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 6 orang (30,77%)
dan responden yang berpengetahuan kurang
sebanyak 13 orang (25%). Mayoritas responden yang bersikap negative sebanyak 32 orang (61,54%) dan responden yang bersifat
positif sebanyak 20 orang (38,46%).
Dari hasil penelitian ini
terlihat pengetahuan yang baik tidak didukung oleh sikap yang negative kerena kurangnya pemahaan ibu hamil
tentang inisiasi meny dini dan kurangnya
percaya diri ibu hamil untuk melakukan inisiasi meny dini.
Inisiasi meny dini juga memberi
manfaat lain, yaitu terciptanya ikatan kasih sayang sebuah keluarga pada jam-jam pertama saat
melahirkan, dimana sambil bayi mencari putting s ibunya, ayah bisa berperan mengazankan bayi
di dada ibunya. Inisiasi meny dini juga
dapat menurunkan tingkat kematian pada bayi dibawah umur 28 hari. Dalam satu tahun, empat juga bayi berusia 28 hari
meninggal, apabila semua bayi segera setelah lahir diberi kesempatan meny sendiri dengan member
kesmpatan kontak kulit ibu dengan kulit bayi
selama kurang lebih satu jam maka satu juta nyawa bayi dapat terselamatkan. Ini
diperkuat dengan adanya penelitian da
Ghana oleh dr. Karen Edmond yang melibatkan 10947 bayi yang lahir, diketagui bahwa jika
bayi diberi kesempatan meny dan dibiarkan melakukan kontak kulit dengan kulit dalam satu
jam pertama setelah dilahirkan maka 22% nyawa
bayi dibawah umur 28 hari dapat diselamatkan dan apabila bayi memulai meny pertamanya adalah saat bayi berusia diatas dua
jam, nyawa bayi dibawah umur 28 hari dapat terselamatkan sebesar 16%, ini berate bahwa
resiko kematian bayi dibawah umur 28 hari akan meningkat 6 kali lebuh besar setiap
kenaikan satu jamnya (Roesli, 2008).
Walaupun pemerintah mendukung
kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan
inisiasi meny dinisebagai tindakan life saving, tetapi dalam penerapannya IMD itu sendiri belum
tersosialisasikan dengan sempurna di beberapa rumah sakit, baik itu rumah bersalin umum, maupun di
klinik praktek bidan, sehingga penerpannya masih perlu di kembangkan untuk memaksimalkan
pelaksanaan inisiasi meny dini.
Berdasarkan survei awal yang
dilakukan peneliti di Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa, berdasarkan
wawancara yang dilakukan peneliti terhadap
8 bidan praktik sewasta, 6 diantaranya mengetahui inisiasi meny dini dan tidak menerapkan inisiasi meny pada proses
persalinan dan 2 diantaranya tidak mengetahui
inisiasi meny dini dan tidak menerapkannya pada petolongan persalinan.
Oleh karena itu peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang hubungan pengetahuan dan sikaps bidan praktik sewasta tentang
inisiasi meny dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa.
B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
yang telah di uraikan dapat dirumuskan masalah penelitian adalah bagaimana pengetahuan bidan
praktek swasta tentang inisiasi meny dini,
bagaimana sikap bidan praktek swasta tentang inisiasi meny dini dan apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap bidan
praktek swasta tentang inisasi meny dini.

Skripsi Keperawatan:Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Bidan Praktek Swasta Tentang Inisiasi Menyusu Dini

Download lengkap Versi PDF







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.