Rabu, 17 September 2014

Skripsi Farmasi:Analisis Kandungan Metil Paraben Pada Kecap Dan Saus Yang Beredar Di Pasaran Dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)





  BAB I  PENDAHULUAN  



1.1 Latar Belakang Bahan Tambahan
Makanan (BTM) atau food additivesadalah senyawa  atau campuran berbagai senyawa yang sengaja
ditambahkan ke dalam makanan  dan
terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan dan penyimpanan, bukan  merupakan bahan utama. Bahan Tambahan Makanan
mempunyai atau tidak  mempunyai nilai
gizi, yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk  meningkatkan nilai gizi makanan, memperbaiki
nilai sensori makanan dan  memperpanjang
umur simpan makanan (Wisnu, 2002).



Pengawet merupakan salah satu
bentuk Bahan Tambahan Makanan (BTM)  yang
ditambahkan kedalam makanan dengan tujuan untuk menghambat kerusakan  oleh mikroorganisme (bakteri, khamir, kapang)
(Yuliarti, 2007).



Kecap,chili sauce, dan tomato
sauceadalah adalah bahan makanan yang  sering
dijumpai dipasaran dan sangat diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi  dalam kehidupan sehari-hari. Bahan makanan ini
menggunakan bahan pengawet.



Banyak jenis pengawet yang
digunakan untuk mengawetkan bahan pangan. Salah  satu bahan pengawet yang sering dipakai pada
kecap adalah metil p-hidroksi  benzoate
(nipagin). Nipagin juga sering digunakan untuk mengawetkan sari buah,  minuman ringan, saus, selai, jeli, manisan,dan
lain-lain (Cahyadi, 2008).



Penggunaan pengawet kimia seperti
nipagin banyak digunakan di  Indonesia.
Hal ini disebabkan karena dayamengawetkan makanan dari zat ini  sangat baik. Namun penggunaannya sering
melewati batas maksimum yang   dipersyaratkan
dalam Permenkes no.722/1988. Dosis maksimum pengawet metil  p-hidroksi benzoate (metil paraben) pada
beberapa jenis bahan makanan yang  diperkenankan
oleh Dirjen POM (Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan RI  Nomor 722/Menkes/Per/IX/88) berturut-turut:
kecap (250 mg/kg), acar ketimun  botol
(250 mg/kg), ekstrak kopi cair (450 mg/kg), saus dan sari buah (1g/kg),  pangan lainnya (1 g/kg)(Yuliarti, 2007).



Penetapan kadar metil paraben
dalam kecap dan saus dapat dilakukan  dengan
berbagai metode. Menurut beberapa literature dapat ditentukan antara lain  dengan metode spektrofotometri UV,
Kromatografi Lapis Tipis (SNI, 1992),dan  secara kombinasi kromatografi Lapis Tipis
dengan Spektrofotometri Ultraviolet  (Varia
Laboratorium, 2004). Berdasarkan Metode Kromatografi Cair Kinerja  Tinggi (KCKT) dengan menggunakan fasegerak
methanol – dapar fosfat  (MAPPOM, 1945)
dan memakai fase gerak metanol – air pada panjang  gelombang 254 nm (Agilent,2005).



Pada penelitian ini dilakukan
analisis pengawet metil paraben pada kecap  dan saus yang beredar dipasaran menggunakan
metode KCKT dengan fase gerak  metanol –
air. Menurut jurnal agilent (2005). Untuk mendapatkan hasil analisis  yang optimum, dilakukan optimasi terhadap fase
gerak dan laju alir. Kondisi  optimum
yang diperoleh diterapkan padapenetapan kadar metil paraben dalam  kecap dan saus. Alasan pemilihan metode KCKT
berdasarkan hasil analisisnya  yang
relatif cepat, daya pisah baik, peka, kolom dapat dipakai berulang kali dan  perangkatnya dapat digunakan secara otomatis
dibandingkan secara  spektrofotometri UV
dan Kromatografi Lapis Tipis (Rohman, 2007).



Untuk menguji validitas dari
metode ini dilakukan pengujian antara lain  uji akurasi dengan parameter % recovery; uji presisi
dengan parameter Koefisien   variasi
(KV); uji sensitifitas dengan parameter limit deteksi (LOD) dan limit  kuantitasi (LOQ) (WHO, 1992).



1.2 Perumusan Masalah  - 
Apakah kondisi optimum fase gerak metanol-air dan laju alir yang
diperoleh  dapat digunakan pada penetapan
kadar metil paraben dalam kecap dan saus  yang beredar dipasaran dengan validasi metode
yang memenuhi persyaratan?  -  Apakah pada saos dan kecap yang beredar
dipasaran mengandung metil  paraben?  - 
Apakah kadar metil paraben yang digunakan sebagai pengawet pada beberapa
 merek kecap dan saus yang beredar
dipasaran memenuhi persyaratan yang  ditetapkan
oleh PERMENKES RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang  bahan tambahan pangan?  1.3 Hipotesis  -  kondisi
optimum fase gerak metanol-air dan laju alir yang diperoleh dapat  digunakan pada penetapan kadar metil paraben
dalam kecap dan saus yang  beredar
dipasaran dengan validasi metode yang memenuhi persyaratan.




Kecap dan saus yang beredar dipasaran mengandung pengawet metil paraben.




Kadar metil paraben yang digunakan sebagai pengawet pada beberapa merek  kecap dan saus yang beredar dipasaran memenuhi
persyaratan yang  ditetapkan oleh
PERMENKES RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang  bahan tambahan pangan.



 1.4 Tujuan Penelitian  - 
Menerapkan metode KCKT serta fase gerak dan laju alir pada penetapan  kadar pengawet metil paraben dalam kecap dan
saus yang beredar dipasaran  yang
memenuhi persyaratan uji validasi metode meliputi Presisi dan Akurasi.




Untuk menganalisis ada tidaknya pengawet metil paraben pada kecap dan  saus yang beredar dipasaran dalam berbagai
kemasan.




Untuk mengetahui kadar pengawet dalam kecap dan saus yang beredar di  pasaran yang ditetapkan secara KCKT sesuai
atau tidak dengan persyaratan  yang
ditetapkan oleh PERMENKES  RI Nomor
722/Menkes/Per/IX/88  tentang bahan
tambahan pangan.


1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini bermanfaat
sebagai informasi kepada masyarakat akan ada  tidaknya kandungan pengawet metil paraben
(nipagin) yang terkandung pada  kecap
ataupun saus yang beredar dipasaran, agar masyarakat waspada dalam  mengkonsumsi produk makanan yang beredar
dipasaran.
Download lengkap Versi PDF








Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.