Rayap
atau dengan bahasa yang lebih dikenal “Anai-anai”, sering dicap sebagai hewan
atau serangga yang merugikan atau perusak. Bahkan pada saat ini masyarakat
lebih mengenal serangga ini sebagai hama, khususnya pada tanaman dan kayu
konstruksi bangunan. Namun sesungguhnya, Rayap termasuk salah satu hewan atau serangga
yang juga mempunyai manfaat yaitu berguna sebagai pengurai (dekomposer) yang
sangat berperan penting dalam ekosistem (Nandika dkk., 2003).
Serangan
Rayap selain terjadi pada tanaman maupun perkebunan dan bahkan hasil hutan,
yang sejak dulu sudah merugikan. Juga terjadi pada bangunan atau gedung yang
sejak tahun 80-an sudah banyak dilaporkan. Dan paling banyak terjadi di
kota-kota besar yang mencapai kerugian 70% kerusakan. Hal ini tentu sangat
meresahkan masyarakat karena selain mengakibatkan kerugian bangunan menjadi
rusak, juga kerugian materi yang sangat besar mencapai 1,67 Trilyun Rupiah
(Nandika dkk., 2003).
Faktor-faktor
lingkungan yang mempengaruhi populasi rayap adalah curah hujan, suhu,
kelembaban, ketersediaan makanan, dan musuh alami. Suhu dan kelembaban Kota
Medan yang semakin tidak beraturan sangat mempengaruhi ketahanan bangunan SMP
Negeri di Kota Medan.
Kota
Medan memiliki 21 kecamatan dengan luas 265,10 Km2, berada pada ketinggian 3-30 m
diatas pernukaan laut, beriklim tropis yang berada pada suhu minimum 22,50oC-23,90oC dan suhu
maksimum 30,80oC-33,70oC dan rata-rata curah hujan antara 120,9 mm/bulan-169,6 mm/bulan dengan
kelembapan mencapai 84%-85% (Badan Pusat Statistik Kota Medan, 2008).
Oleh karena itu, peneliti mencoba menganalisis kerugian
ekonomi akibat serangan rayap tehadap bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri
yang ada pada di Kota Medan. SMP Negeri di Kota Medan masih banyak yang masih
memprihatinkan keadaan gedung sekolahnya. Dimana keadaan tersebut disebabkan
karena kurangnya perhatian baik dari pihak sekolah maupun pemerintah, kurangnya
kesadaran tentang kebersihan sekolah, kurangnya perhatian dan perawatan pada
gedung sekolah sehingga menyebabkan terjadinya serangan rayap pada gedung tersebut.
Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Mengetahui kerugian ekonomis
serangan rayap terhadap bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Medan.
2. Mengetahui jenis dan sebaran Rayap
yang menyerang bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Medan.
3. Mendapatkan peta serangan rayap
pada bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Medan.
4. Menentukan Model penduga kerugian ekonomis serangan rayap
terhadap bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Medan.
Kota Medan merupakan pusat dari provinsi dari Sumatera Utara
yang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Merupakan kawasan
beriklim tropis, dimana curah hujan, suhu, kelembaban, ketersediaan makanan,
dan musuh alami yang sangat tinggi. Keadaan ini yang membuat rayap dapat
berkembang biak dan memungkinkan untuk menyerang bangunan Sekolah Menengah
Pertama Negeri yang dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis. Gedung yang
rusak ini perlu di teliti kerugian ekonomisnya dan melakukan pemetaan terhadap
penyebaran rayap dengan metode GIS.
Download lengkap Versi Word
0 komentar:
Posting Komentar