Ditinjau
dari aspek fungsionalnya ternyata buah terung belanda mempunyai khasiat yang
cukup besar dan sangat unggul sebagai sumber antioksidan alami. Buah terung
belanda banyak mengandung senyawa-senyawa seperti beta karoten, antosianin dan
serat, disamping itu mengandung vitamin A, vitamin E, vitamin C, vitamin B6 dan kalsium. Di
antara antioksidan di atas, beta karoten mempunyai peranan yang sangat penting
karena paling tahan terhadap serangan radikal bebas.
Terung
belanda merupakan tanaman yang sangat populer di New Zealand. Tanaman ini
termasuk keluarga solanaceae yang berasal dari peru dan masuk ke negara
Indonesia dikembangkan antara lain di Bali, Jawa Barat, dan Tanah Karo Sumatera
Utara. Buah ini bentuknya bulat panjang kombinasi antara tomat dan jambu biji.
Buah
terung belanda dapat diperoleh dari pasar lokal di daerah tropik, hampir
sepanjang tahun. Dengan sifat kulitnya yang liat tahan terhadap penanganan yang
kasar, hal ini merupakan suatu keuntungan besar bagi petani di dataran tinggi
yang daerahnya sering sekali sulit dicapai. Jenis buah terung belanda ini tidak
selamanya habis terjual terutama pada saat musim panen besar.
Dalam
2 tahun ini, buah terung belanda mulai dikembangkan pengolahannya dimana
ternyata diminati oleh masyarakat baik dari daerah Medan dan sekitarnya, bahkan
sudah mulai merambah ke daerah Jakarta serta ke daerah Jawa lainnya. Hal ini
dapat dilihat dari data produksi yang dikeluarkan oleh
Departemen Pertanian (2003), yaitu hanya 39 ton pada tahun
2000, meskipun pada tahun 2002 terjadi pelonjakan yang sangat signifikan yaitu
menjadi 101 ton dengan tingkat pertumbuhan 123%.
Buah-buahan dikenal sebagai hasil pertanian yang mudah rusak
(busuk). Walaupun data mengenai jumlah kerusakan pasca panen buah-buahan di
Indonesia belum diketahui secara pasti namun dari data yang berhasil
dikumpulkan diperkirakan bahwa kerusakan pasca panen mencapai 25%.
Kerusakan tersebut terutama disebabkan karena penanganan
pasca panen (termasuk pengepakan dan pengangkutannya) yang kurang baik, suhu
rata-rata harian dan kelembaban udara di Indonesia yang cukup tinggi, serta
belum adanya sistem pengawetan yang memadai yang diterapkan untuk komoditi
tersebut.
Agar buah-buahan yang diterima dari pengirim menjadi lebih
tahan lama, maka penyimpanannya yang baik disertai dengan beberapa perlakuan
sangat diperlukan.
Proses penyimpanan dengan udara terkendali merupakan salah
satu teknologi yang paling penting dalam penyimpanan buah-buahan. Teknologi
modifikasi atmosfir merupakan suatu cara penyimpanan dimana tingkat konsentrasi
O2 lebih rendah dan tingkat konsentrasi
CO2 lebih tinggi, bila dibandingkan
dengan udara normal.
Reaksi biokimia pada hasil pertanian dapat dihambat dengan
menurunkan konsentrasi oksigen dan meningkatkan konsentrasi karbondioksida
selama penyimpanan. Secara umum konsentrasi oksigen udara diturunkan sampai 5%
dan konsentrasi karbondioksida ditingkatkan menjadi 1 sampai 3%. Pada udara
bebas, konsentrasi oksigen adalah sekitar 21% dan karbondioksida sekitar
0.003%.
Berdasarkan hal tersebut, maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pengaruh Komposisi
Udara Ruang Penyimpanan Terhadap Mutu Buah Terung Belanda Selama Penyimpanan.
Untuk mengetahui pengaruh komposisi udara ruang penyimpanan
terhadap mutu buah terung belanda selama penyimpanan.
Sebagai sumber informasi untuk mengetahui pengaruh komposisi
udara ruang penyimpanan terhadap mutu buah terung belanda selama penyimpanan.
Dan sebagai sumber data dalam penyusunan skripsi di Departemen Teknologi
Pertanian, Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, , Medan.
Ada pengaruh komposisi udara dan lama penyimpanan serta
interaksi lama penyimpanan dan komposisi udara terhadap mutu buah terung
belanda selama penyimpanan.
Download lengkap Versi Word
0 komentar:
Posting Komentar