Selasa, 07 Januari 2014

Skripsi Agribisnis: Pelaksanaan Manajemen Sistem Agribisnis

Penelitian ini dilakukan di Kebun Tambunan A yang ditentukan secara pui'posivc dengan pertimbangan bahwa Kebun Tambunan A memiliki potensi budidaya kelapa sawit yang baik tetapi pemanfaatannya belum maksimal, baik sebagai sarana pendidikan dan penelitian maupun sebagai kebun yang berbasis agribisnis. informan diambil secara purposive sampling sebanyak 30 orang meliputi kordinator pengelola, kepala divisi, dan karyawan Kebxin Tambunan A. Beberapa hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Sarana produksi (pupuk Urea, TSP, dan KG) yang tersedia belum dapat memenuhi kebutuhan semua tanaman kelapa sawit. Dari 30211 pokok tanaman kelapa sawit yang hidup hanya 23241 pokok yang mendapat perlakuan pemupukan dalam dua tahap untuk masing-masing jenis pupuk. 2. Babat gawangan hanya dilakukan pada 40.409 pokok dari tiga tahap yang direncanakan, dimana seharusnya setiap tahap babat gawangan dilakukan pada 32.998 pokok, pemiringan hanya 20.760 pokok dari 30.211 pokok kelapa sawit yang hidup, pruning hanya 3.107 pokok, susun pelepah 24.82 ha, dan pemupukan hanya 23.241 pokok untuk dua tahap dari tiap jenis pupuk. 3. Kegiatan panen meggunakan rotasi panen dengan sistem panen dodos dan panen egrek. Hasil panen tanaman kelapa sawit belum mencapai target produksi yang ditetapkan, hal ini disebabkan pemeliharaan tanaman yang tidak maksimal dan kehilangan hasil produksi akibat pencurian. 4. Penjualan hasil produksi dilakukan kepada pedagang pengumpul. Kebun sebatas sampai panen selebihnya menjadi tanggung jawab pedagang pengumpul, mulai dari pengangkutan ke gudang sampai ke pabrik pengolahan, dikenal dengan istilah "jual di pokok" 5. Kualitas SDM pada kebun masih rendah sebab masih banyak karyawan yang tidak tamat SLTA, ada yang tidak tamat SD, dan ada karyawan yang berumur lebih dari 60 tahun sehingga mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. 6. Adanya sekat antar sub sistem pada manajemen sistem agribisnis di Kebun Tambunan A menyebabkan hubungan antar sub sistem berdiri sendiri. Contohnya adalah adanya PKS mini yang berguna untuk sub sistem processing tidak digunakan sebagai lanjutan dari sub sistem proses produksi. 7. Penerapan manajemen agribisnis pada unit usaha kelapa sawit masih terbatas pada manajemen produksi, yaitu dalam hal perencanaan produksi dan koordinasi dengan Divisi Pemeliharaan Tanaman dan Divisi Keamanan. 8. Sistem keamanan yang diterapkan belum dapat menekan angka kehilangan TBS, sebab sistem keamanan yang diterapkan hanya sebatas patroli rutin dan ti iak ada petugas yang tinggal pada gardu jaga. Pencurian hasil tanaman kelapa sawit masih berlangsung, selama tahun 2004 telah kehilangan TBS sebanyak 17.561 janjang (263.415 kg). 9. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi pencurian sawit adalah melakukan patroli rutin dan dadakan dan upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan pemenuhan sarana produksi (pupuk), walaupun pemupukan belum dilakukan pada semua area/pokok kelapa sawit.

Download lengkap Versi Word



Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.