| Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu subsektor pertanian menghasil devisa negara. Dengan pengelolaan manajemen yang baik terhadap sumber daya yang ada, seperti penggunaan kultur jaringan yang tepat, pemberantasan hama dan penyakit, dan pembuatan teras untuk menunjang sistem drainase yang baik, dapat diperoleh hasil produksi yang optimal. Manajemen perkebunan Tambunan A diduga tidak menjalankan manajemen yang baik. Pemilihan Tambunan A sebagai daerah penelitian karena merupakan sentra daerah produksi kelapa sawit di Kabupaten Langkat. Sebagai sampel tanaman adalah seluruh tanaman menurut varietas dan umur tanaman. Sebagai informan adalah koordinator, kelapa divisi, karyawan dan staf. Adapun kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Input yang digunakan pada perkebunan kelapa sawit adalah luas lahan, pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KC1, tenaga kerja pemeliharaan, tenaga kerja panen, bibit kelapa sawit dan varietas tanaman. 2. Penggunaan input produksi secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit. Secara parsial penggunaan input produksi luas lahan, pupuk Urea, pupuk TSP dan tenaga kerja panen berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kelapa sawit. Penggunaan input produksi pupuk KC1 dan umur tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi kelapa sawit. Penggunaan input produksi bibit kelapa sawit, tenaga kerja pemeliharaan dan varietas tanaman berpengaruh serta keadaan lingkungan topografi berpengaruh tidak nyata terhadap produksi kelapa sawit. 3. Penggunaan input produksi mempengaruhi sebesar 98,3% produksi kelapa sawit. 4. Penggunaan input produksi pupuk Urea, pupuk TSP dan pupuk KC1 belum optimal. Penggunaan input produksi tenaga kerja panen tidak optimal. Penggunaan input produksi tenaga kerja pemeliharaan mendekati optimal. Penggunaan input pupuk Urea, pupuk TSP dan pupuk KC1 masih rasional, dan penggunaan tenaga kerja pemeliharaan dan tenaga kerja panen tidak rasional. 5. Produksi rata-rata per tahun kelapa sawit di daerah penelitian adalah sebesar 60990,625kg dengan produktifitas 9382,45 kg/ha. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat optimasi penggunaan input produksi adalah iklim, penanganan hama dan penyakit, ketersediaan dana dan penggunaan pupuk yang tidak merata. 7. Masalah-masalah yang dihadapi oleh pihak manajemen dalam penggunaan input adalah letak lokasi, tranpotasi dan penerapan teknologi. 8. Upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menghadapi masalah-masalah yang ada di daerah penelitian adalah iklim, penanganan hama dan penyakit, ketersediaan dana, pemupukan, letak lokasi, transportasi, penerapan teknologi, pemeliharaan dan pembebasan lahan milik perkebunan. Upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk menghadapi masalah-masalah yang ada di daerah penelitian adalah penanganan hama dan penyakit, menyediakan dana, perbaikan tranpotasi, penerapan teknologi dan perlunya kejelasan tujuan dariiperkebunan. |
Download lengkap Versi Word

0 komentar:
Posting Komentar