Rabu, 18 Februari 2015
Download Skripsi Kedokteran:Prevalensi Hemoroid
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Plexus hemoroid merupakan pembuluh darah normal yang terletak pada mukosa rektum distal dan anoderm. Gangguan pada hemoroid terjadi ketika plexus vaskular ini membesar. Sehingga kita dapatkan pengertiannya dari “hemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari plexus hemoroidal inferior dan superior” (Dorland, 2002).Kelainan daerah anorektal ini merupakan penyakit yang telah lama dikenal oleh masyarakat. Welling DR (1988) dalam Villalba dan Abbas (2007) menyatakan bahwa Kaisar Perancis Napoleon Bonaparte menderita hemoroid.Penelitian tentang hemoroid telah banyak dipublikasikan sekitar tahun 1970an.Hal ini menunjukkan bahwa hemoroid telah sejak lama menjadi masalah bagi kehidupan kita.Penyebab pasti dari hemoroid belum diketahui, faktor yang berperan dalam perkembangan hemoroid adalah kehamilan, hereditas, konstipasi, dan lamanya waktu yang dihabiskan di toilet saat buang air besar ( Villalba dan Abbas, 2007). Pasien dengan hemoroid dapat mengalami gejala maupun tidak sama sekali, hal ini bergantung pada jenis hemoroid serta derajat pada hemoroid internal. Pada derajat I ditandai dengan adanya darah segar pada saat defekasi, namun ketika hemoroid tidak ditatalaksana dengan baik maka dapat berlanjut ke derajat III atau IV. Hemoroid internal derajat IV dapat menimbulkan nyeri akut yang berat (Nisar dkk, 2003).Pigot dkk (2005) menyatakan terdapat empat gejala utama yang membuat pasien datang ke praktek dokter diantaranya adalah nyeri, perdarahan, massa, dan pruritus pada anal. Nyeri pada hemoroid eksternal yang mengalami trombosis dapat berlangsung selama 48 sampai dengan 72 jam kemudian nyeri berkurang secara spontan tetapi juga dapat berkurang setelah beberapa hari. Perdarahan merupakan gejala umum yang terdapat pada hemoroid. Sebanyak 20 persen perdarahan s bagian bawah disebabkan oleh hemoroid (Strate dkk, 2008).Meskipun hanya 3 persen yang mengalami anemia dari perdarahan tersebut.Gejala-gejala ini mungkin tidak mengancam nyawa tetapi dapat mengurangi kualitas hidup seseorang.Hemoroid sering terjadi pada dewasa dengan umur 45 sampai dengan 65 tahun (Chong dkk, 2008). Di Amerika Serikat, hemoroid adalah penyakit yang cukup umum dimana pasien dengan umur 45 tahun yang didiagnosis hemoroid mencapai 1.294 per 100.000 jiwa (Everheart, 2004). Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran menunjukkan sebanyak 48 persen dari pasien yang menjalani prosedur sigmoidoskopi dengan keluhan perdarahan anorektal memperlihatkan adanya hemoroid (Nikpour dan Asgari, 2008).Meskipun begitu, menurut Pigot dkk (2005) epidemiologi hemoroid tidak begitu diketahui karena penelitian yang ada memiliki hasil yang sangat bervariasi.Banyak orang yang mengalami hemoroid dan tidak berkonsultasi dengan dokter.Pasien terkadang merasa ragu untuk mengobatinya karena rasa takut, malu, dan nyeri pada terapi hemoroid, sehingga insidensi yang sebenarnya dari penyakit ini tidak dapat dipastikan (Kaidar-Person dkk, 2007).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar