Download Skripsi Kedokteran:Prevalensi Kejadian Diare Kronis pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
BAB PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) pertama kali diidentifikasi pada tahun 1981 di Amerika Serikat. AIDS disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang termasuk famili retroviridae yang menyebabkan kumpulan gejala atau penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh (Djoerban dkk, 2010). HIV-1 menyebabkan endemik di seluruh dunia, manakala HIV-2 lebih cenderung menginfeksi Afrika Barat. Simptom seperti demam, pembesaran kalenjar limpa, dan lemah akan muncul selama beberapa hari hingga beberapa minggu pada mereka yang pertama kali terinfeksi. Penderita akan kelihatan sehat lebih sedekad tetapi dalam 10 tahun, separuh dari mereka akan bertambah sakit dan menderita AIDS, akibat dari infeksi serius dan kanker (Kumar et al,2007).
Sel darah putih yaitu CD4+ limfosit akan dimusnahkan secara progresif oleh HIV. Oleh kerana limfosit bertindak sebagai pertahanan tubuh terhadap benda asing, infeksi dan kanker, maka apabila HIV telah memusnahkan CD4+ limfosit,tubuh lebih rentan untuk terkena infeksi (WHO, 2008). HIV menyebabkan penurunan sistem imun hingga memudahkan infeksi penyakit penyerta yaitu infeksi opportunistik seperti pada sistem gastrointestinal yang mengakibatkan diare, salah satu masalah universal yang dialami hampir 90% penderita HIV di negara berkembang (Dwivedi et al., 2006). Sistem imun dalam tubuh dapat ditentukan melalui jumlah CD4+ limfosit yang terdapat di dalam darah dan ia juga dapat menentukan keparahan yang disebabkan oleh virus HIV. Jumlah CD4+ yang pada orang yang sehat lebih kurang 500 sehingga 1400 sel per mikroliter darah. Sistem imun menjadi kurang mampu untuk melawan sebahagian infeksi jika jumlah CD4+ limfosit < 200 sel per mikroliter darah, dan jika jumlah CD4+ limfosit < 50 sel per mikroliter darah adalah berbahaya kerana infeksi opportunistik dapat menimbulkan masalah dalam waktu yang singkat (WHO, 2008).
Diare kronik diartikan sebagai buang air besar dalam konsistensi cair atau tidak berbentuk dengan frekwensi yang meningkat, lebih dari 3 kali sehari atau berat feces > 200 g/hari dengan durasi masa lebih dari 4 minggu (Wiryani dan Wibawa, 2007). Pada anak yang mengalami diare kronik terbanyak pada usia 1 – 5tahun yang biasanya pada anak yang terinfeksi HIV yaitu sebanyak 80%. Antara etiologi diare kronik pada pasien HIV terdiri daripada Entamoeba histolytica, Cryptosporidium spp., Isospora, dan Candida albicans (Suresh et al, 2006). Di samping itu, diare kronik juga disebabkan oleh infeksi poliparasit yang menunjukkan purata CD4+ lebih rendah daripada penderita diare akut (Dwivedi et al., 2006). Diare adalah perkara yang selalu berlaku dan mempunyai hubungan dengan pasien yang mempunyai jumlah CD4+ yang rendah, dan infeksi opportunistik protozoa dicurigai pada pasien HIV dengan diare (Sadraei et al.,2005).
Menurut data dari World Health Organization (WHO) 2007 menunjukkan bahawa lebih kurang 33.2 juta orang terinfeksi dengan HIV, 2.5 juta mendapat infeksi itu per tahun dan 2.1 juta orang meninggal kerana AIDS per tahun. Indonesia merupakan negara di Asia yang mengalami jumlah pertambahan yang tercepat (Hanifah, 2010). Kasus AIDS secara kumulatif dari 1 Januari 1987 sehingga 30 September 2009 adalah 18442. Berdasarkan jenis kelamin, dari 18442 kasus, sebanyak 13654 terdiri dari pria, 4701 dari perempuan dan 87 tidak diketahui 18442.
Infeksi opportunistik pada pasien HIV yaitu diare kronik di Indonesia adalah 3960 sehingga Juni 2008. Jumlah tertinggi kasus AIDS berdasarkan umur adalah 9142 yang berumur antara 20 sehingga 29 tahun. Dari 485 penderita AIDS di Sumatera Utara sudah 93 orang yang meninggal dunia sehingga September 2008 (Ditjen PP & PL Depkes RI, 2009).
1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui bagaimanakahgambaran kejadian diare pada pasien HIV/AIDS? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan Umum Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi diare kronis pada pasien HIV/AIDS di RSUP Haji Adam Malik.
Tujuan khs 1. Mengetahui prevalensi diarekronis pada pasien HIV/AIDS berdasarkan umur di RSUP Hj. Adam Malik.
2. Mengetahui prevalensi diare kronis pada pasien HIV/AIDS berdasarkan jenis kelamin di RSUP Hj. Adam Malik.
3. Mengetahui prevalensi diare kronis pada pasien HIV/AIDS berdasarkan nilai CD4 di RSUP Hj. Adam Malik.
1.4 Manfaat Penelitian Data dan informasi ini diharapkan dapat digunakan pada: • Individu: untuk mengetahui mengenai kejadian diarekronis pada HIV/AIDS.
Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Kejadian Diare Kronis pada Pasien Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS)
Downloads Versi PDF >>>>>>>
Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : proposal penelitian, karya tulis, contohskripsi, c0ntoh proposal, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
0 komentar:
Posting Komentar