BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rute pemberian obat secara oral adalah metode yang paling umum dan disukai karena kenyamanan dan kemudahan dalam pemakaian. Ditinjau dari sudut pandang pasien, menelan bentuk sediaan oral merupakan hal yang nyaman dan biasa dalam mengkonsumsi obat sehingga pasien lebih patuh dan karenanya terapi obat biasanya lebih efektif dibandingkan dengan rute-rute pemberian lain, misalnya melalui rute parenteral (Dhirendra, 2009). Melihat banyak nya jenis bentuk sediaan di pasaran yang beredar, berdasarkan sifat fisika dan kimia dari bahan obat dan zat aktifnya yang dapat rusak atau tidak menguntungkan pada penggunaan nya sehingga para peneliti terdahulu membuat bentuk sediaan yang sesuai dengan karakteristiknya sampai dengan saat ini. Sirup kering merupakan salah satu bentuk sediaan yang beredar di pasaran saat ini untuk obat yang tidak stabil secara kimia bila ada dalam larutan tapi stabil dalam bentuk kering (Ansel, 1989). Sirup kering adalah suatu campuran padat yang ditambahkan air pada saat digunakan, sediaan tersebut dibuat pada umumnya untuk bahan obat yang tidak stabil dan tidak larut dalam pembawa air, seperti ampisilin, amoksisilin, dan lain-lainnya. Agar campuran setelah ditambah air membentuk dispersi yang homogen, maka dalam formulanya digunakan bahan pensuspensi. 16 Komposisi suspensi sirup kering biasanya terdiri dari bahan pensuspensi, pembasah, pemanis, pengawet, penambah rasa/aroma buffer dan zat warna. Sediaan dalam bentuk suspensi untuk oral biasanya lebih efektif dibandingkan dengan bentuk tablet atau kapsul, karena lebih mudah diterima terutama untuk anak-anak atau bayi (Ofner, et al., 1989). Untuk senyawa tertentu seperti beberapa jenis antibiotik turunan penisilin yang mudah terurai dalam medium air hal itu tidak dapat dilakukan, karena tidak dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan. Oleh sebab itu dibuat dalam bentuk granulkering atau campuran serbuk yang ditambahkan air sebelum digunakan (Nash, 1988). Brem merupakan salah satu makanan tradisional hasil fermentasi yang enak dan bergizi yang banyak diusahakan di Madiun dan Wonogiri, mempunyai warna putih, tekstur tidak lembek, kering dan mudah hancur di mulut. Ada 2 macam brem yang kita kenal yaitu brem padat dan brem cair atau brem bali (Susanto dan Saneto, 1994) Amoksisilin digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif seperti Haemophilus Influenza, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Salmonella. Amoksisilin juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif seperti: Streptococcus pneumoniae, enterococci, nonpenicilinase-producing staphylococci, Listeria. Tetapi walaupun demikian, amoksisilin secara umum tidak dapat digunakan secara sendirian untuk pengobatan yang disebabkan oleh infeksi Streprtococcus dan Staphilococcus. Amoksisilin diindikasikan untuk infeksi 17 saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi klamidia, sinusitis, bronkitis, pneumonia, abses gigi dan infeksi rongga mulut lainnya (Siswandono dan Soekarjo, 2000). Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap sirup kering amoksisilin berupa pengamatan laju alir, volume sedimentasi, redispersi, pH, viskositas, pengukuran kadar amoksisilin dan acceptability test(uji akseptabilitas). 1.2 Kerangka Pikir Penelitian Berdasarkan uraian di atas maka pada penelitian ini dilakukan pembuatan formulasi sirup kering amoksisilin. Setelah itu, dilakukan pengujian terhadap karakterisasi sirup kering berdasarkan parameter nya. Secara skematis kerangka pikir penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1.1 sebagai berikut: Variabel Bebas Variabel terikat Parameter Gambar 1.1. Diagram Kerangka Pikir Penelitian Amoksisili Pati tapai padat (brem) Sirup Karakterisasi Laju alir Redispersi Tinggi sedimen pH Viskositas Pengukuran kadar Uji kesukaan (acceptability test) 18 1.3 Perumusan Masalah Apakah pati tapai padat (brem)dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada formulasi sirup kering amoksisilin? 1.4 Hipotesis Pati tapai padat (brem) dapat digunakan sebagai bahan tambahan pada formulasi sirup kering amoksisilin.Contoh Skripsi Pharmacology:Penggunaan Pati Tapai Padat (Brem) sebagai Bahan Tambahan Sirup Kering AmoksisilinDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
Jumat, 30 Januari 2015
Contoh Skripsi Pharmacology:Penggunaan Pati Tapai Padat (Brem) sebagai Bahan Tambahan Sirup Kering Amoksisilin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar