BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Buah mengandung berbagai zat gizi, khsnya vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Komposisi jenis gizi dalam setiap jenis buah berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor, yaitu perbedaan varietas, keadaan iklim tempat tumbuh, pemeliharaan tanaman, cara pemanenan, tingkat kematangan waktu panen, kondisi selama pemeraman dan kondisi penyimpanan (Surahman dan Darmajana, 2004). Alpukat merupakan buah yang bergizi tinggi. Jenis yang tumbuh di Indonesia terdiri dari dua jenis yang diperkirakan berasal dari ras Hindia Barat yang memiliki ukuran buah yang besar. Di pihak lain, tipe yang lebih kecil berasal dari ras Meksiko dan turunan alaminya. Alpukat di Indonesia digolongkan menjadi dua yaitu varietas unggul dan varietas lain. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan dua varietas alpukat unggul yaitu alpukat Hijau Panjang dan Hijau Bundar. Sedangkan, alpukat varietas lain merupakan plasma nutfah dari Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang (Karina, 2012). Jenisalpukat yang disukai di pasaran Eropa adalah varietas-varietas sub tropis seperti Hass dan Fuerte yang berukuran lebih kecil dari jenis alpukat yang terdapat di Indonesia. Kini setelah para importer buah alpukat mengetahui adanya perbedaan ukuran, mereka lebih menyukai mengimpor varietas-varietas alpukat tropis yang berukuran besar. Oleh karena itu, para pemasok buah alpukat tropis seperti Indonesia menghadapi peluang besar di masa depan (Quane, 2011). Alpukat memiliki mineral baik mineral makro maupun mineral mikro. Mineral makro yang terdapat di dalam alpukat adalah kalsium, kalium, natrium, magnesium dan fosfor, sedangkan mineral mikronya antara lain adalah besi, mangan, dan zink. Mineral alpukat adalah kalium 1166 mg/100 g, magnesium 67 mg/100 g, kalsium 30 mg/100 g, dan natrium 18 mg/100 g (Karina, 2012). Mineral memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ, maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Mineral digolongkan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih dari 100 mg/hari, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100 mg/hari. Mineral makro adalah natrium, klorida, kalium, kalsium, fosfor, magnesium, dan sulfur, sedangkan yang termasuk mineral mikro, seperti besi, seng, iodium, dan selenium (Almatsier, 2002). Metode kompleksometri, spektrofotometri serapan atom, dan gravimetri banyak digunakan untuk penetapan kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium tetapi, pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri serapan atom karena mempunyai kepekaan yang tinggi (batas deteksi kurang dari 1 ppm) dan pelaksanaannya relatif cepat dan sederhana (Gandjar dan Rohman, 2007). Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti melakukan penetapan kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium yang terdapat pada alpukat lokal (alpukat Hijau Panjang dan Hijau Bundar) dan alpukat impor (alpukat Hass) yang memiliki perbedaan varietas dan tempat tumbuh. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Berapakah kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium pada alpukat lokaldan alpukat impor ? b. Apakah terdapat perbedaan kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium yang terdapat pada alpukat lokal dan alpukat impor? 1.3 Hipotesa Hipotesis dalam penelitian ini adalah: a. Alpukat lokal dan alpukat impor mengandung kadar kalium, kalsium, natrium, dan magnesium dalam jumlah tinggi.Contoh Skripsi Pharmacology:Penetapan Kadar Kalium, Kalsium, Natrium, dan Magnesium Dalam Alpukat Lokal dan Alpukat Impor Secara Spektrofotometri Serapan AtomDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini Artikel terkait skripsi diantaranya : Judul judul skripsi,contoh judul skripsi, contoh skripsi,contoh proposal,download skripsi, proposal skripsi, Kumpulan Contoh skripsi, contoh artikel, contoh makalah,proposal penelitian, karya tulis, judul seminar akuntansi, proposal tentang, beasiswa disertasi, laporan ta, tugas ta, tesis akuntansi keuangan, tesis kesehatan, proposal tesis akuntansi, contoh-contoh tesis, tesis gratis, tesis contoh, contoh bab 1 tugas akhir, kumpulan tugas akhir akuntansi, proposal pengajuan tugas akhir, contoh laporan tugas akhir akuntansi, judul tugas akhir jurusan akuntansi.
Kamis, 29 Januari 2015
Contoh Skripsi Pharmacology:Penetapan Kadar Kalium, Kalsium, Natrium, dan Magnesium Dalam Alpukat Lokal dan Alpukat Impor Secara Spektrofotometri Serapan Atom
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar