Rabu, 17 Desember 2014

Download Skripsi Kedokteran:Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik Berdasarkan Faktor Risiko

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang mempunyai karakteristik keterbatasan jalan napas yang irreversibel atau reversibel parsial. Gangguan yang bersifat progresif ini disebabkan inflamasi kronik akibat pajanan partikel atau gas beracun yang terjadi dalam waktu lama dengan gejala utama sesak napas, batuk dan produksi sputum. Beberapa penelitian terakhir menemukan bahwa PPOK sering disertai dengan kelainan ekstra paru yang disebut sebagai efek sistemik pada PPOK. American Thoracic Society (ATS) melengkapi pengertian PPOK menjadi suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Keterbatasan aliran udara ini bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi paru abnormal terhadap partikel atau gas beracun terutama disebabkan oleh rokok. Meskipun PPOK mempengaruhi paru, tetapi juga menimbulkan konsekuensi sistemik yang bermakna. Keterbatasan aktivitas merupakan keluhan utama penderita PPOK yang sangat mempengaruhi kualitas hidup. Disfungsi otot rangka merupakan hal utama yang berperan dalam keterbatasan aktivitas penderita PPOK. Inflamasi sistemik, penurunan berat badan, peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan depresi merupakan manifestasi sistemik PPOK. Efek sistemik ini penting dipahami dalam penatalaksanaan PPOK sehingga didapatkan strategi terapi baru yang memberikan kondisi dan prognosis lebih baik untuk penderita PPOK. Menurut WHO, PPOK merupakan salah satu penyebab kematian yang bersaing dengan HIV/AIDS untuk menempati tempat ke-4 atau ke-5 setelah Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Serebrovaskuler, dan Infeksi Saluran Akut (COPD International, 2004). Di level global, PPOK adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dan menduduki peringkat keempat sebagai penyebab penyakit dan kematian di dunia, dan pada tahun 2030 diperkirakan akan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian (Papadopoulos, 2011). WHO memperkirakan, 600 juta orang menderita PPOK di seluruh dunia. Dan ini diperkirakan akan terus meningkat. Jumlah penderita PPOK di Amerika Serikat 12,1 juta orang dan di Asia Pasifik sebanyak 56,7 juta orang (GOLD, 2010). Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4,8 juta (5,6%) penderita PPOK. Dan pada penelitian Khairun Nisa (2010) jumlah penderita PPOK di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2009 sebanyak 54 orang. Kejadian ini akan terus meningkat yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya jumlah perokok karena 90% penderita PPOK disebabkan oleh current smoker atau ex-smoker (JRI, 2007). Faktor risiko terjadinya PPOK yaitu usia, jenis kelamin, merokok, hiperresponsif saluran pernapasan, pemaparan akibat kerja, polusi udara, dan faktor genetik. GOLD (2006), menyajikan prevalensi PPOK berdasarkan usia, jenis kelamin, status merokok, dan jumlah rokok yang dikonsumsi. Prevalensi lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan dan meningkat dengan bertambahnya usia. PPOK lebih sering pada yang masih aktif merokok dan bekas perokok dan meningkat dengan banyak jumlah rokok yang dikonsumsi. Semakin banyak jumlah batang rokok yang dihisap dan makin lama masa waktu menjadi perokok, semakin besar risiko dapat mengalami PPOK. Survey Saat ini Indonesia menjadi salah satu produsen dan konsumen rokok tembakau serta menduduki urutan kelima setelah negara dengan konsumsi rokok terbanyak di dunia, yaitu China mengkonsumsi 1.643 miliar batang rokok per tahun, Amerika Serikat 451 miliar batang per tahun, Jepang 328 miliar per tahun, Rusia 258 miliar per tahun, dan Indonesia 215 batang per tahun. Merokok merupakan faktor risiko terpenting penyebab PPOK di samping faktor risiko lainnya seperti polusi udara, faktor genetik dan lain-lainnya(Riyanto, B. S., Hisyam, B., 2006). 1.2. Rumusan Masalah Uraian dalam latar belakang masalah diatas memberikan dasar bagi peneliti untuk merumuskan pertanyaan yaitu berapakah prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik berdasarkan faktor risiko di RSUP H. Adam Malik ? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik berdasarkan faktor risiko di RSUP H. Adam Malik . 1.3.2. Tujuan Khs a. Untuk mengetahui prevalensi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berdasarkan usia. b. Untuk mengetahui prevalensi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berdasarkan jenis kelamin. c. Untuk mengetahui prevalensi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berdasarkan riwayat merokok. d. Untuk mengetahui prevalensi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berdasarkan status perokok. e. Untuk mengetahui prevalensi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) berdasarkan derajat berat merokok.

Contoh Skripsi Kedokteran:Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik Berdasarkan Faktor Risiko

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini




Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.