Senin, 29 Desember 2014

Contoh Skripsi Kedokteran:Tingkat Pengetahuan Mengenai Bahaya Ekstasi Terhadap Gangguan Fungsi Otak Pada Mahasiswa Fakultas Teknik

BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekstasi atau nama lainnya 3,4-metilenedioksimetamfetamin (MDMA) merupakan salah sejenis zat yang sering disalah gunakan oleh masyarakat terutama golongan remaja untuk pelbagai tujuan. Menurut data yang dijumpai dari Journal of American College Health,penelitian telah dilakukan pada tahun 2006 di salah sebuah universitas di US di mana hasil yang didapati sebanyak 91% responden positif menggunakan zat ini(Wish, E.D., et al, 2006). Menurut data yang diambil dari British Medical Journal di mana penelitian telah dijalankan di Netherlands prevalensi pengguna ekstasi dalam lingkungan umur 20-24 tahun adalah 13.2% pada tahun 2001 dibandingkan dengan 6.2% pada tahun 1997. Ini menunjukkan bahwa berlakunya peningkatan penggunaan ekstasi satu kali ganda dalam masa 4 tahun ini (Huizink et al, 2006). Penggunaan ekstasi di kalangan mahasiswa pada tahun 2008 adalah sebanyak 10,5% dengan bilangan paling tinggi adalah pada mahasiwa yang berumur 19-28 tahun (Johnston,2009). Sepanjang mencari rujukan, belum dilaporkan hasil kajian mengenai tingkat pengetahuan dewasa muda mengenai bahaya ekstasi menyebabkan gangguan fungsi otak. Oleh itu, saya berniat untuk mengkaji tingkat pengetahuan bahaya ekstasi pada mahasiswa tahun 3 mengenai efek ekstasi ini. Di Malaysia, penggunaan zat amphetamine-type stimulant (ATS) di kalangan remaja dilaporkan semakin populer sejak lima tahun kebelakangan ini (1998-2002) di mana seramai 8558 orang penagih baru telah dikenalpasti (PEMADAM, 2003). Sepanjang Januari – Disember tahun 2005, sebanyak 343 kasus baru penyalahgunaan ekstasi dicatatkan (PEMADAM, 2010). Sepanjang tahun 2008, pengguna zat ATS ini adalah seramai 1787 orang (14,47%) dengan pengguna ekstasi sebanyak 119 orang (AADK,2008). Ekstasi digunakan oleh golongan remaja untuk berbagai tujuan. Antaranya ialah untuk mendapatkan rasa tenang, menghilangkan rasa capek, tidak mengantuk dan meningkatkan rasa percaya diri. Selain itu, ia juga digunakan remaja yang suka berpesta untuk mendapatkan rasa khayal dan meningkatkan nafsu seksual. Satu penelitian dilakukan untuk menilai efek zat ini. Studi ini membandingkan efek-efek yang timbul antara pengguna ekstasi dengan placebo. Kejadian penurunan nafsu makan pada pengguna ekstasi (63%) lebih 10x dari placebo (6%). Kejadian peningkatan sensitiviti terhadap dingin, mulut kering/dahaga pada ekstasi (50%) dan placebo (6%). Untuk efek neurologi, penurunan konsentrasi pada pengguna ekstasi (50%) dan pada placebo (31%) (Gamma et al, 2000). Menurut data dari Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism, hasil studi yang membuktikan bahwa penggunaan ekstasi menyebabkan vasokonstriksi yang menyebabkan penurunan suplai darah ke otak(Ferrington et al, 2005). Sebuah penelitian telah dijalankan untuk mengkaji efek neurotoksisitas akibat penggunaan ekstasi. Dalam penelitian ini, 14 orang yang mengaku pernah menggunakan ekstasi dan 15 orang yang tidak menggunakan ekstasi berfungsi sebagai kontrol. Kesemua mereka kemudiannya diperiksa dengan menggunakan PET scan. Bagi kelompok yang pernah menggunakan ekstasi, pemeriksaan ini dilakukan setelah mereka dipuasakan dari pengambilan tersebut selama 3 minggu. Dari hasil penelitian ini, kelompok yang menggunakan ekstasi menunjukkan penurunan dari ikatan serotonin dan penurunan ini berkadar langsung dengan lama pengambilan ekstasi(Curran, 2000). Selain itu, sebuah survei telah dijalankan di UK di mana sampel diambil sebanyak 469 orang dan kesemuanya merupakan pengguna ekstasi rekriasional untuk mengetahui efek yang mereka alami. Sebanyak 83% mengakui mengalami penurunan mood dan 80% mengalami penurunan konsentrasi dan/atau sulit untuk mengingat(penurunan memori) (Curran, 2000). Sebuah penelitian lain dilakukan oleh Schifano dalam Curran(2000), penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pengambilan MDMA pada 150 sampel di mana mereka pernah mengkonsumsi ekstasi minimal sekali. Hasil yang didapati adalah 31% mengalami depresi, 28% mengalami psikosis dan 20% mengalami gangguan kognitif. 1.1. Rumusan Masalah Bagaimanakah tingkat pengetahuan mahasiswa fakultas teknik mengenai bahaya ekstasi terhadap otak? 1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa fakultas teknik di Universiti Teknologi Malaysia mengenai bahaya penggunaan ekstasi terhadap gangguan fungsi otak. 1.3.2. Tujuan Khs Yang menjadi tujuan khs dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui mengetahui persentase pengetahuan yang baik, sedang dan buruk di kalangan mahasiswa tahun 3 fakultas teknik di Universiti Teknologi Malaysia bahaya penggunaan ekstasi terhadap gangguan fungsi otak. Contoh Skripsi Kedokteran:Tingkat Pengetahuan Mengenai Bahaya Ekstasi Terhadap Gangguan Fungsi Otak Pada Mahasiswa Fakultas TeknikDownloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini


Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.