Kamis, 06 November 2014

Skripsi Manajemen:Penerapan Akuntansi Leasing Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30



BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah Perkembangan ekonomi dewasa ini mengakibatkan timbulnya persaingan yang begitu ketat tidak hanya di
pasar lokal melainkan juga di pasar
internasional. Perusahaan memerlukan faktor-faktor produksi yang mendukung seperti tanah dan sumber daya alam,
tenaga kerja, modal, wirausaha dan
teknologi. Kepemilikan dari kelima faktor produksi tersebut harus seimbang dan diorganisir dengan baik
sehingga menghasilkan output yang
berkualitas untuk dapat bersaing dengan output lainnya.
Dari kelima faktor produksi,
teknologi merupakan faktor yang sangat dinamis
perkembangannya. Untuk mengimbangi hal tersebut perusahaan membutuhkan sejumlah besar modal berupa
mesin-mesin handal, pabrik berskala
besar, pergudangan dan persediaan bahan baku maupun barang jadi. Terbatasnya kemampuan pemakai barang
modal dalam meyediakan dana untuk
membelinya baik tunai maupun kredit merupakan suatu kendala dalam upaya pihak produsen barang modal untuk
menjual barang produksinya, begitu pula
bagi pihak pemakai barang. Sedangkan kedua pihak saling membutuhkan, yaitu menjual dan
memakai. Untuk itu timbul gagasan yang
menguntungkan pihak produsen barang maupun pemakai barang modal, yaitu apa yang dikenal dengan
“leasing”.

Pengakuan akuntansi yang paling awal mengenai pentingnya leasing sebagai suatu cara pembiayaan timbul pada
tahun 1949 di Amerika ketika Committee
on Accounting Procedures mengeluarkan Accounting Research Bulletin (ARB) No.
38, “Disclosure of Longterm Leases in Financial Statement of Leases” pada tahun 1959.
Perkembangan selanjutnya dengan dikeluarkannya
Statement of Financial Accounting Standard Board No. 13 (FASB No. 13) oleh Financial Accounting
Standard Board pada tahun 1976.
Dalam dunia internasional FASB
No. 13 ini merupakan pendorong lainnya Accounting
Standard No. 17 yang diterbitkan oleh International Accounting Committee.
Leasing atau sewa guna usaha di
Indonesia sebenarnya masih relatif baru
bila dibandingkan di negara maju, dimana pertama kali diperkenalkan tahun 1974. Kelahiran industri leasing ini
ditandai dengan diterbitkannya Surat
Keputusan Bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia tertanggal 7 Februari 1974 tentang Perizinan
Usaha Leasing.
Industri leasing dewasa ini
semakin berkembang terlihat dari banyaknya
pihak yang mendirikan lembaga pembiayaan di Indonesia.
Melihat perkembangan dan
prospeknya di masa mendatang, penulis merasa
tertarik untuk membahas masalah akuntansi leasing secara teori dan meninjau penerapannya pada perusahaan dalam
bentuk skripsi yang berjudul “Penerapan
Akuntansi Leasing Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30 Tentang Akuntansi Sewa Guna
Usaha Pada PT. Mandala Multifinance,
Tbk”.

Sebagai perusahaan yang menyediakan jasa leasing, perusahaan harus berhati-hati dalam mengelola asset yang
dimiliki. Mengingat semakin beragamnya
jasa yang ditawarkan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan jenis pembiayaannya, maka perusahaan
leasing dituntut untuk mampu menerapkan
kebijaksanaan akuntansi dan pelaporannya dengan baik dan mampu menjawab tuntutan
perkembangan industri leasing.
Berangkat dari hal tersebut
penulis mencoba membahasnya dengan melakukan
penelitian pada PT. Mandala Multifinance, Tbk.
B. Perumusan Masalah Perumusan masalah untuk
mempersempit dan memperjelas ruang lingkup,
sehingga menjadi jelas persoalannya apa, terjadi dimana dan kapan.
Dengan demikian akan memudahkan
untuk menentukan data apa yang relevan
yaitu data yang ada kaitannya dengan persoalan yang dipecahkan.
Berdasarkan uraian mengenai
alasan pemilihan judul, maka penulis mencoba
merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan : Apakah penerapan kebijakan
akuntansi dan pelaporan keuangan pada PT.
Mandala Multifinance, Tbk telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30 ? C.
Tujuan Penelitian Adapun tujuan dilaksanankannya penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui masalah yang
dihadapi perusahaan dalam perencanaan
dan pengawasan dalam pemberian hak pakai kepada lessee.
2. Untuk mengetahui penerapan akuntansi leasing
dan pelaporannya pada perusahaan.
D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian
ini adalah : 1. Bagi penulis hasilnya
dapat dijadikan sebagai menambah wawasan dan wacana sekaligus dijadikan sebagai
data/informasi yang digunakan untuk
melakukan suatu pengkajian apakah yang terlaksana
di lapangan sudah dapat mencapai sasaran yang diinginkan melalui suatu teknik analisa data
dalam penulisan skripsi yang dibuat.
2. Bagi perusahaan yang diteliti hasil
penelitian ini sangat membantunya untuk
dijadikan sebagai bahan evaluasi/penilaian bagi usahanya apakah yang dijalankannya selama ini
sudah tepat atau belum, sehingga dapat
pula dibuat rencana dan program kerja ke depan.
3. Bagi organisasi profesi dan kalangan
akademisi, hasil penelitian ini dapat
dijadikan suatu bahan guna kepentingan yang sama di masa yang akan datang, serta merupakan suatu
referensi dalam pembahasan lebih lanjut
dengan kepentingan yang sama.

Kerangka Konseptual Gambar 1 flowchart PSAK No.30 tentang Akuntansi Sewa Guna usaha Penerapan Akuntansi Leasing Menurut
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
No.30 Tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha Pada
PT Mandala Multifinance, Tbk PT Mandala Multifinance, Tbk Penerapan Akuntansi Leasing

Skripsi Manajemen:Penerapan Akuntansi Leasing Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30

Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.