Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering:Karakteristik Pola Perjalanan Penduduk Kawasan Peri Urban Kota Medan



BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Pola
pertumbuhan kota dan tingkat urbanisasi yang terjadi di Indonesia sebagai Negara berkembang mirip dengan Negara
lainnya. Pertumbuhan penduduk perkotaan
di Indonesia yang tinggi mengakibatkan pertumbahan jumlah kota metropolitan. Pertumbuhan kota
metropolitan yang begitu pesat menjadi unggul
dengan segala permasalahannya. Pada dasarnya membangun dan mengembangkan kota-kota kecil yang ada di
sekeliling kota besar dapat mengurangi
tekanan penduduk serta beban aktivitas perkotaan di kota inti.
(Sinulingga, 1999) Pertumbuhan
penduduk di kota-kota metropolitan jika dibandingkan satu sama lain, maka tampak adanya tingkat
pertumbuhan yang tidak merata. Keadaan tersebut
diduga disebabkan oleh perbedaan daya tarik kota-kota metropolitan terhadap pendatang (migran), karena tingkat
pembangunannya, tingkat pendidikan dan
tingkat aksesibilitas kota-kota metropolitan itu sendiri terhadap kota inti
yaitu suatu kota di mana kota tersebut
menjadi pusat kegiatan bagi kota lainnya atau kota sekitarnya.
Sejalan dengan peningkatan jumlah
penduduk perkotaan serta meningkatnya tuntutan kebutuhan kehidupan dalam
aspek-aspek politik, ekonomi, sosial,
budaya dan teknologi telah mengakibatkan kegiatan penduduk perkotaan yang beragam. Meningkatnya jumlah penduduk
perkotaan maupun kegiatannya yang telah
mengakibatkan tingginya kebutuhan ruang perkotaan. Oleh karena Jual skripsi ketersediaan ruang di dalam kota
tetap dan terbatas, maka peningkatan kebutuhan ruang untuk tempat tinggal
selalu akan mengambil ruang di daerah pinggiran kota.
(Yunus, 2000) Perluasan kawasan
perkotaan banyak dijumpai dengan terbentuknya suburban dimana bagian dari
populasinya tetap bekerja di pusat kota. Perkembangan sub-urban ini biasanya tidak hanya dalam
bentuk pemukiman baru melainkan juga disertai
jenis-jenis aktivitas lainnya. Penduduk
dari kawasan seperti ini yang bekerja di
kawasan pusat kota tiap hari harus melakukan perjalanan untuk bekerja.
(Filiyanti, 2005) Salah satu
fungsi perkotaan ialah memberikan fasilitas untuk pertukaran barang dan jasa, dari dan antarlokasi kegiatan
ekonomi yang tersebar, yang mengakibatkan
terjadinya pergerakan barang dan orang. Oleh karena itu, ukuran, bentuk struktur dan efisiensi dari daerah
perkotaan dipengaruhi oleh sistem transportasi. Transportasi merupakan sebuah sistem yang
terdiri dari tiga subsistem, yaitu sistem aktivitas, sistem pergerakan dan
sistem jaringan. Sistem aktivitas di
dalam kota terdiri dari berbagai aktivitas seperti: industri, perumahan, perdagangan, jasa, dan lain-lain. Aktivitas
tersebut berlokasi pada sebidang lahan dan
saling berintraksi satu sama lain
membentuk tata guna lahan. Interaksi tersebut mengakibatkan timbulnya
pergerakan manusia antar tata guna lahan.
(Tamin, 2000) Perjalanan terjadi karena orang melakukan aktifitas di
tempat yang berbeda dengan daerah tempat
mereka tinggal. Artinya keterkaitan antarwilayah ruang sangat berperan dalam menciptakan
perjalanan. Menurut Tamin (1997) pola perjalanan
dibagi dua yaitu perjalanan tidak –
spasial dan perjalanan spasial.
Jual skripsi Konsep mengenai ciri
perjalanan tidak – spasial (tanpa batas ruang) di dalam kota, misalnya mengenai mengapa orang melakukan
perjalanan, kapan orang melakukan perjalanan, dan jenis angkutan yang
mereka gunakan. Sedangkan konsep mengenai ciri perjalanan spasial (dengan batas
ruang) di dalam kota berkaitan dengan
distribusi spasial tata guna lahan yang terdapat di dalam suatu wilayah. Dalam hal ini, konsep dasarnya adalah
bahwa suatu perjalanan dilakukan untuk
melakukan kegiatan tertentu di lokasi yang dituju, dan lokasi tersebut ditentukan oleh tata guna lahan kota tersebut.
Kota Medan sebagai ibukota
provinsi tingkat I Sumatera Utara merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki
kecenderungan seperti kota-kota besar lainnya. Kota Medan terlibat dengan
konsep pengembangan kota metropolitanisasi
dengan kota dan kabupaten yang ada di sekitarnya yang dikenal dengan sebutan mebidang (Medan, Binjai, Deli
Serdang). Kota Medan menjadi kota inti
sedangkan kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang merupakan kota satelit.
Oleh karena itu, Kota Medan
sebagai kota inti secara fungsional mempunyai
hubungan ruang yang kuat dengan wilayah sekitarnya (daerah pinggiran).
Kecenderungan yang terjadi di
Kota Medan adalah adanya pola perjalanan yang memusat, khjual skripsisnya perjalanan
dari rumah menuju ke daerah perkantoran dan
pusat pelayanan jasa. Hal ini disebabkan perkembangan yang sangat pesat pada pusat kegiatan komersial di tengah kota
sementara pada waktu yang bersamaan
kawasan – kawasan pemukiman baru yang berkembang di “daerah baru” tidak mendapatkan pelayanan yang memadai.
Jual skripsi Jika ditinjau lebih
jauh lagi akan dijumpai kenyataan bahwa lebih dari 90% perjalanan berbasis tempat tinggal,
artinya mereka memulai perjalanannya dari
tempat tinggal (rumah) dan mengakhiri perjalanannya kembali ke rumah.
Oleh karena itu jarak antara
tempat tinggal dengan tempat bekerja atau sekolah akan sangat menentukan karakteristik pola
pergerakan penduduk. Semakin jauh tempat
tinggal dengan tempat aktifitas sehari –
hari maka akan semakin menambah beban
lalulintas di jalan akibat adanya akumulasi lalulintas yang menuju ke pusat kota. Hal inilah yang
menyebabkan gangguan pelayanan transportasi
antara lain dengan timbulnya kemacetan di beberapa ruas jalan akses.
Daerah pinggiran kota adalah suatu daerah yang juga dikenal
sebagai daerah “urban fringer” atau
daerah “peri urban” atau nama lain yang muncul kemudian merupakan daerah yang memerlukan
perhatian yang serius karena begitu
pentingnya daerah tersebut terhadap peri kehidupan penduduk baik desa maupun kota di masa yang akan datang.
Wilayah peri urban (WPU) merupakan wilayah yang
terletak di antara dua wilayah yang
sangat berbeda kondisi lingku ngannya, yaitu antara antara wilayah yang mempunyai kenampakan kekotaan di satu
sisi dan wilayah yang mempunyai kenampakan
kedesaan di sisi yang lain. Oleh karena wilayah kota dan desa mempunyai dimensi kehidupan yang sedemikian
kompleks yang pada umumnya menunjukkan
atribut yang saling berbeda, maka di daerah antara ini kemudian

Skripsi Civil Engineering:Karakteristik Pola Perjalanan Penduduk Kawasan Peri Urban Kota Medan

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.