Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering:Analisa Pemilihan Rute Perjalanan Belawan – Simpang Pos Padang Bulan Medan (Teknik Stated Preference)



BAB I PENDAHULUAN
I.1 Umum Lalu lintas dan angkutan
jalan memiliki peranan yang sangat penting dan strategis sehingga penyelenggaraannya dikuasai
oleh negara, dan pembinaannya dilakukan
oleh pemerintah dengan tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat,
lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien,
mampu memadukan transportasi lainnya, menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan, untuk menunjang pemerataan,
pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong,
penggerak dan penunjang pembangunan nasional dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat
(Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1999).
Seperti kita ketahui, pergerakan
terjadi karena adanya proses pemenuhan kebutuhan. Pemenuhan kebutuhan merupakan
kegiatan yang biasanya harus dilakukan
setiap hari, misalnya pemenuhan kebutuhan akan pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan olahraga. Dalam melakukan
pergerakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
kita mempunyai dua pilihan, yaitu bergerak dengan moda transportasi atau tanpa moda transportasi (berjalan kaki).
Pergerakan tanpa moda transportasi biasanya berjarak pendek (1-2 km), sedangkan pergerakan
dengan moda transportasi berjarak sedang
atau jauh. Jenis moda transportasi yang digunakan juga sangat beragam, seperti mobil pribadi, taksi, bus, kereta api,
sepeda motor, becak bermotor, pesawat terbang
dan kapal laut.
Jual skripsi Kebutuhan akan
pelayanan transportasi bersifat sangat kualitatif dan mempunyai ciri yang berbeda-beda sebagai
fungsi dari waktu, tujuan perjalanan, frekuensi,
jenis kargo yang diangkut, dan lain-lain. Ciri ini membuat analisis dan peramalan kebutuhan akan pergerakan menjadi
semakin sulit (Tamin, 1997).
I.2 Latar Belakang Kota Medan sebagai ibukota propinsi Sumatera Utara
memiliki perkembangan yang pesat dalam
kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan kegiatan lainnya. Hal ini ditandai dengan aktivitas
penduduk yang relatif tinggi seiring dengan kegiatan perjalanannya. Masalah dalam
pergerakan lalu lintas di kota Medan khjual skripsisnya pada rute perjalanan
Belawan – Simpang Pos Padang Bulan pada jam-jam puncak yang mengakibatkan pengguna
transportasi mengalami keterlambatan adalah terjadinya kemacetan. Banyak titik-titik
kemacetan yang terjadi pada rute perjalanan Belawan – Simpang Pos Padang Bulan di kota
Medan, apalagi pelaku perjalanan melakukan
perjalanan melalui pusat kota.
Kemacetan lalu lintas akan selalu
mengakibatkan dampak negatif, baik terhadap
pengemudinya sendiri maupun ditinjau dari segi ekonomi dan lingkungan.
Bagi pengemudi kendaraan,
kemacetan akan menimbulkan ketegangan (stress).
Selain itu juga akan menimbulkan
kerugian berupa kehilangan waktu karena waktu perjalanan yang lama serta bertambahnya biaya
operasi kenderaan karena seringnya kendaraan
berhenti. Selain itu timbul pula dampak negatif terhadap lingkungan berupa peningkatan polusi udara serta peningkatan gangguan suara kenderaan (kebisingan). Kemacetan menjadi salah satu
permasalahan yang rumit yang terjadi di jaringan
lalu lintas. Secara teori, kemacetan
disebabkan oleh tingkat kebutuhan Jual skripsi perjalanan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan kapasitas yang
tersedia.
Berdasarkanteori tersebut, maka
solusinya adalah mengurangi jumlah kendaraan yang lewat, atau meningkatkan kapasitas, baik kapasitas ruas
maupun kapasitas persimpangan.
Permasalahannya kemudian, apabila secara teorinya begitu mudah, mengapa pelaksanaannya begitu sulit, mengapa
sampai saat ini kemacetan lalu lintas tidak
dapat diatasi.
Persoalan-persoalan yang terkait
ternyata sangat banyak, seperti disiplin lalu lintas, penegakan hukum, sosial ekonomi,
tenaga kerja, dan lain sebagainya, sehingga
persoalannya menjadi kompleks dan tidak ada satupun solusi tunggal yang dapat diterapkan untuk mengatasi persoalan
kemacetan lalu lintas. Contoh keterkaitan dengan aspek-aspek yang lain
adalah pedagang kaki lima, keberadaan pedagang
kaki lima otomatis mengurangi kebebasan samping dan bahkan kadangkadang
mengurangi lebar lajur lalu lintas, sehingga dapat mengurangi kapasitas jalan yang pada tingkat tertentu berdampak
pada kemacetan lalu lintas. Namun demikian,
kalau dilakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima, yang terjadi tentu bukan persoalan lalu lintas, tetapi akan
merembet ke persoalan sosial dan ekonomi.
Demikian pula dengan keberadaan angkot, mikrolet dan sejenisnya.
Ada begitu banyak solusi yang
bisa ditawarkan.untuk menyelesaikan masalah kemacetan didalam perkotaan. Secara bertahap
penanganan kemacetan lalu lintas dapat
dilakukan sebagai berikut: 1. Penataan struktur tata ruang untuk mengatur
pola perjalanan penduduk.
2. Perbaikan manajemen lalu lintas untuk
mengoptimalkan pelayanan jaringan jalan
yang ada.
Jual skripsi 3. Pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan
ruang jalan dan sekaligus memperbaiki
struktur jaringan jalan dan jaringan sistem transportasi.
4. Peningkatan kapasitas angkutan umum, termasuk
penerapan moda angkutan umum massal.
5. Pemanfaatan alur rute terpendek untuk
mencegah adanya penumpukan kendaraan
pada satu ruas jalan saja, sehingga mencegah kemacetan (Frazila, 1998).
Dalam melakukan perjalanan dari
suatu tempat ke tempat lainnya terdapat rute/jalur
yang berbeda-beda. Banyaknya pilihan jenis rute/jalur lalu lintas yang akan di tempuh dari suatu daerah ke daerah lainnya
menuntut adanya pemilihan rute, sehingga
dapat mengefisiensi jarak, waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai daerah tersebut.
Pada umumnya rute yang ditempuh
oleh pelaku perjalanan dalam melakukan aktivitasnya
sehari-hari hanyalah rute yang sering (biasa) dilalui, dianggap terpendek ataupun rute terpendek berdasarkan persepsi
(pendapat) orang lain, padahal belum tentu
rute tersebut optimal dari segi waktu tempuh. Sebagai contoh, terkadang rute terpendek mempunyai tingkat kemacetan yang
lebih tinggi sehingga waktu tempuh perjalanan
menjadi lebih lama dibanding rute yang sedikit lebih panjang tetapi tingkat kemacetannya rendah. Hal ini
disebabkan karena masih tingginya persepsi pengguna jalan bahwa rute dengan jarak yang
pendek merupakan rute dengan waktu tempuh
terpendek (tercepat). Seiring dengan makin mahalnya biaya bahan bakar (BBM), maka kebutuhan untuk menempuh rute
terpendek dari segi waktu tempuh juga
semakin mendesak. Apalagi waktu tempuh tersebut telah banyak menyebabkan masalah
pada planning (rencana) pengguna jalan.

Skripsi Civil Engineering:Analisa Pemilihan Rute Perjalanan Belawan – Simpang Pos Padang Bulan Medan (Teknik Stated Preference)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.