Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Perencanaan Bangunan Komposit Baja-Beton Bertingkat Tahan Gempa Sesuai Peta Gempa 2010



BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar
Belakang dan Perumusan Masalah
Gempa bumi merupakan suatu fenomena alam yang
tidak dapat dihindari, ti dak dapat
diramalkan kapan terjadi dan berapa besarnya, serta akan menimbulkan kerugian baik harta maupun jiwa bagi daerah yang ditimpanya dalam
waktu relatif singkat. Letak Indonesia yang merupakan pertemuan tiga
lempeng yaitu lempeng Indo-Australia,
lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia, menyebabkan hampir semua wilayah Indonesia mempunyai resiko gempa
tektonik tinggi. Karena letaknya yang demikian,
Indonesia seakan-akan berada di dalam lingkaran api yang terus membara.
Melihat perkembangan konstruksi
gedung di Indonesia, perlu dicari suatu solusi
yang mampu mengatasi resiko gempa yang besar di Indonesia, diantaranya penggunaan baja sebagai salah satu alternatif material bangunan yang dipilih di Indonesia.
Disamping itu, juga perlu adanya perbaikan terhadap peraturan gempa Indonesia (SNI 03-1726-2002) term asuk
pengkajian ulang terahadap Peta Zona Gempa
yang digunakan untuk keperluan perancangan infrastruktur tahan gempa selama ini karena banyak sudah gempa terjadi
dalam satu dekade terakhir sejak dikeluarkannya
peraturan gempa Indonesia (SNI 03-1726-2002), seperti gempa Aceh, nias, yogya, padang dan yang terakhir gempa
mentawai.
Umumnya bangunan tahan gempa
direncanakan berdasarkan analisa struktur elastis yang diberi faktor beban untuk
simulasi kondisi ult imite (batas). Namun, pada kenyataannya perilaku runtuh bangunan saat
gempa adalah inelastis.
Baja menjadi material yang
dipilih dikarenakan karakteristik keruntuhan yang Jual skripsi bersifat daktail, dimana daktail
adalah suatu sifat yang mempengaruhi mekanisme keruntuhan pada material baja ketika struktur
baja telah berada pada kondisi inelastis (pl ast isnya). Ketika mekanisme ini terjadi,
baja akan mengalami leleh sebelu m runtuh
yang akan memberikan waktu bagi para pengguna gedung untuk menyelamatkan diri, tidak seperti beton tanpa
tulangan baja yang bersifat getas y ang akan
runtuh seketika pada saat gaya yang bekerja telah melampaui kemampuan ultimit beton.
Gambar 1.1. Hubungan
tegangan-regangan pada beton dan baja (beban sentris) Pada tugas akhir ini
direncanakan bangunan menggunakan penampang komposit baja-beton, dimana penampang komposit
m erupakan penampang yang terdi ri dari
profil baja dan beton yang digabung bersama untuk memikul beban tekan dan lentur.
Dan diharapkan dengan menggunakan penampang komposit ini baik dari segi kualitas dan efisiensi waktu pekerjaan
akan lebih menguntungkan.
Keistimewaan yang nyata dari
sitem komposit (Charles G.Salmon, 1991) adalah
: - Penghematan berat baja Jual skripsi - Penampang balok baja yang digunakan
lebih kecil - Kekakuan lantai meningkat - Kapasitas menahan beban lebih besar -
Panjang bentang untuk batnag tertentu dapat lebih besar Penampang komposit mempunyai
kekakuan yang lebih besar dibandingkan dengan
penampang lempeng beton dan gelagar baja yang bekerja sendiri-sendiri dan dengan demikian dapat menahan beban yang lebih
besar atau beban yang sama dengan
lenturan yang lebih kecil pada bentang yang lebih panjang. Apabila untuk mendapatkan aksi komposit bagian atas gelagar
dibungkus dengan lempeng beton, maka
akan didapat pengurangan pada tebal seluruh lantai, dan untuk bangunanbangunan
pencakar langit, keadaan ini memberikan penghematan yang cukup besar dalam volume, pekerjaan pemasangan
kabel-kabel, pekerjaan saluran pendingin ruangan, dinding-dinding, pekerjaan saluran
air, dan lain-lainnya. (Amon, Knobloch & Mazumder,1999).
Gambar1.2 . Peta Gempa Indonesia Peta Gempa Indonesia 2010 ini digunakan
sebagai acuan dasar perencanaan Jual
skripsi dan perancangan infrastruktur tahan gempa termasuk pengganti peta gempa
yang ada di Standar Perencanaan
Ketahanan Gempa Indonesia (SNI-03-1726-2002).
Dalam tugas akhir ini juga akan
dibuat contoh perhitungan untuk bangunan 10 lantai
dengan ketinggian setiap lantai 3,75 meter. dengan bantuan software ETABS v.9.5
secara 3 dimensi, dan
selanjutnya gaya/beban gempa yang
bekerja dihitung dengan metode statis ekivalen.
375 cm 375 cm 375 cm 375 cm 375
cm 375 cm 375 cm 375 cm 375 cm 425 cm 600 cm 600 cm 600 cm 600 cm 600 cm 600 cm
600 cm 600 cm 600 cm 600 cm 600 cm 600 cm Gambar 1.3 Denah dan Potongan
Bangunan I.2. Pembatasan Masalah Secara garis besar batasan masalah dalam tugas
akhir ini adalah : 1. Perencanaan ini tidak meninjau analisa biaya, manajemen
konstuksi , maupun segi arsitektural; 2.
Balok ditahan secara lateral oleh pelat lantai sehingga pengaruh lateral torsional buckling (LTB) balok tidak
diperhitungkan.
3. Analisa Struktur Jual skripsi a)
Beban gempa dihitung dengan menggunakan analisa beban gempa stati k ekuivalen (SNI 03-1726-2002).
b) Perhitungan mekanika struktur
(kecuali struktur pelat lantai ) untuk mendapatkan gaya-gaya dalam (bidang M, D dan
N) menggunakan bantuan program ETABS
v.9.5.
c) Permodelan struktur dilakukan
secara 3 Dimensi (analisa gempa ditinjau
pada dua arah).
d) Model desain yang digunakan
adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusu (SRPMK) e) Simpangan antar tingkat
(inter story drift) untuk keadaan layan batas (servicesability limit state), I.3. Maksud Dan Tujuan Tujuan dari penyusunan
Tugas Akhir ini adalah : 1. Menentukan dimensi sruktur utama
gedung (preliminari desain), baik penampang struktur primer maupun sekunder..

Skripsi Civil Engineering: Perencanaan Bangunan Komposit Baja-Beton Bertingkat Tahan Gempa Sesuai Peta Gempa 2010

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.