BAB I PENDAHULUAN
I.1 Umum
Di
dalam proyek jalan
raya, baik itu
proyek pembangunan jalan
maupun peningkatan jalan
tidak terlepas dari
tinjauan aspek alat-alat
berat (Heavy Equipment).
Alat berat ini
hubungannya sangat erat
sekali atau tidak
terpisahkan dengan proses
penyusunan program proyek,
pelaksanaan fisik proyek,
dan pengendalian proyek.
Dalam proses penyusunan program
proyek, akan terdapat hal-hal pokok yang berhubungan dengan alat berat. Yang
berhubungan dengan alat berat yaitu: volume pekerjaan,
jumlah alat berat
yang dipergunakan dan
lama waktu yang
diperlukan untuk pekerjaan
tersebut. Tentunya di
dalam proyek hal-hal
tersebut di harapkan tidak meleset dari perkiraan. Hal ini bisa
terjadi bila didukung dengan analisa yang cermat dari kapasitas alat berat.
Dalam hubungannya
dengan pelaksanaan proyek,
perlu diadakan analisa lebih
lanjut. Dengan adanya
analisa yang baik
di harapkan peralatan
yang dioperasikan dapat tepat
waktu dan tepat guna menangani proyek tersebut. Evaluasi dapat di kembangkan lebih jauh, yaitu dengan
menempatkan peralatan tersebut pada tiap-tiap aktivitas
pekerjaan dengan jenis
dan jumlah sesuai
kebutuhan. Misalnya untuk
aktivitas pengangkutan raw
material dari quarry
dibawa menuju Crushing Plant,
pekerjaan pelebaran jalan,
pekerjaan overlay hot-mix,
semua pekerjaan ini membutuhkan
jenis dan jumlah alat-alat yang berbeda-beda.
Jual skripsi
Didalam hubungannya
dengan
pengendalian/pengawasan
proyek, perlu adanya monitoring terus menerus dalam rangka
mencapai target kemajuan pekerjaan sehingga
bila terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan proyek dalam suatu saat dapat dideteksi lebih awal dan memberikan suatu
analisa rinci dan teknis.I.2 Latar Belakang Pada
proyek konstruksi, agregat
dimanfaatkan sebagai bahan
bangunan, misalnya untuk
bangunan seperti gedung
dan jembatan, selain
itu juga digunakan dalam pembuatan jalan.
Agregat adalah
material yang dominan
dalam konstruksi kongkrit.
Hampir 70% -
80 % lebih
berat konstruksi kongkrit
adalah agregat. Agregat
terdiri atas agregat
kasar (kerikil/batu baur)
dan agregat halus
(pasir), dan jika
diperlukan menggunakan bahan
pengisi atau filler
[1] Agregat kasar
yang digunakan pada umumnya
berasal dari batuan sungai dan batu gunung hasil ledakan (blasting) yang ukurannya tidak beraturan lebih besar dari
5mm. Hal ini membuat perlu dilakukan pengolahan
terhadap batuan tersebut
untuk mendapatkan gradasi
dan bentuk butir yang
diinginkan. Guna mendapatkan batuan pecah yang sesuai dengan ukuran yang diharapkan, maka diperlukan alat pemecah batu
(stone crusher).
Didalam memproduksi
agregat stone crusher
bekerja secara berulang ulang.Artinya
batuan yang masih
berukuran lebih besar
dari 5mm akan
di pecah kembali sampai di dapat batuan yang diinginkan.
Selain memecahkan batuan, stone crusher
juga berfungsi untuk memisahkan batuan
hasil pemecahan dengan menggunakan saringan.
Hasil dari pemecahan yang telah dipisah–pisahkan oleh
suatu saringan dinyatakan
dalam persen (%).
Dengan adanya screen
batuan dapat dikelompokkan
sesuai dengan ukurannya.
Dari proses Jual skripsi [1]
[1] kerja alat pemecah
batu yang telah diuraikan tersebutmenyatakan bahwa pentingnya mengelola
suatu manajemen alat
pemecah batu, selain
mengetahui peralatan pelengkapan
apa saja yang
digunakan untuk proses
produksi agregat juga mengetahui
kombinasi peralatan agar diperoleh biaya operasional yang ekonomis.
I.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud
dan Tujuan yang
ingin dicapai pada
tulisan ini adalah
mengatur penggunaan stone crusher
sesuai dengan kebutuhan agregat yang menyangkut dalam hal teknis operasionil sehingga dapat
diperoleh waktu dan jumlahproduksi yang lebih optimal,sehubungan dengan banyaknya kebutuhan
material dalam infrastruktur jalan.
I.4. Manfaat Penelitian Adapun
manfaat dari penelitian
ini adalah memberikan
gambaran tentang Stone Crusher serta alat pendukungnya dan
pengaturan produksinya,sehingga sesuai dengan
kebutuhan agregat yang dibutuhkan dan pengoperasional yang lebih optimal I.5. Ruang Lingkup Penelitian Studi
ini mempunyai ruang
lingkup dan batasan
masalah sebagai berikut: a)
Meninjau operasional Stone
Crusher untuk mendapatkan
fraksi agregat CA,MA dan FA dengan setting 65 mm b)
Pemilihan quarry yang berada didaerah si biru-biru dengan alasan
memenuhi persyaratan,yang meliputi
jarak, jenis batuan dan diameter batuannya.
0 komentar:
Posting Komentar