BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Seperti yang telah kita ketahui bahwa kemajuan dan perkembangan
teknologi telah memberikan dampak
positif pada pesatnya pembangunan dalam bidang konstruksi di berbagai tempat baik di dalam
maupun luar negeri. Indonesia sebagai salah
satu negara berkembang dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada, termasuk pada bidang teknologi beton.
Salah satu topik yang menarik
dalam campuran beton adalah cara mendapatkan
beton yang mempunyai kuat tekan tinggi tetapi mudah dikerjakan (workable). Dalam pekerjaan konstruksi beton,
pemadatan atau vibrasi beton adalah pekerjaan
yang mutlak yang harus dilakukan untuk suatu pekerjaan struktur beton bertulang konvensional. Tujuan dari pemadatan
itu sendiri adalah meminimalkan udara
yang terjebak dalam beton segar sehingga diperoleh beton yang homogen dan tidak terjadi rongga-rongga di dalam beton.
Pengecoran beton konvensional
pada beam column joint yang padat tulangan dengan alat vibrator belum menjamin
tercapainya kepadatan secara optimal.
Konsekuensi dari beton bertulang
yang tidak sempurna pemadatannya, diantaranya dapat menurunkan kuat tekan beton dan kekedap
airan beton sehingga mudah terjadi karat
di besi tulangan.
Jual skripsi Salah satu pemecahan
untuk memperoleh struktur beton yang memiliki ketahanan yang baik adalah dengan menggunakan
SCC (Self Compacting Concrete).
SCC telah banyak digunakan dalam
dunia konstruksi di dalam dunia konstruksi di luar negeri. Keuntungan yang diperoleh dengan
menggunakan SCC yaitu dapat menekan
biaya dan waktu pengerjaan konstruksi dengan cara tidak dibutuhkannya lagi pemadatan. Dengan ini dapat mengurangi
tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan.
Dalam upaya untuk lebih
meningkatkan kemampuan konstruksi beton bertulang dan menganalisa kemajuan yang
terjadi pada teknologi beton dalam memikul
beban-beban perlu kiranya terus-menerus dilakukan analisa maupun kajian. Salah satu bagian struktural suatu
konstruksi yang memiliki peran yang signifikan
adalah balok. Untuk itu diperlukannya penelitian terhadap balok dengan SCC yang diberikan penambahan agregat sebesar
15% dan 30% terhadap berat SCC dengan
menganalisa beban dan regangan yang dapat dipikul oleh balok tersebut.
1.2 Tujuan Penelitian Adapun
tujuan penulis dalam penelitian untuk tugas akhir ini sebagai berikut: 1. Mengetahui besarnya kekuatan tekan yang
terjadi pada SCC dengan penambahan kadar
agregat yang telah ditentukan dengan test silinder dan balok beton bertulang.
2. Menganalisa regangan dan beban yang terjadi
pada balok beton bertulang terbuat dari
SCC yang dapat dipikul .
Jual skripsi 1.3 Batasan
Penelitian Dengan banyaknya permasalahan dalam pemeriksaan balok beton
bertulang dan pengetahuan yang dimiliki
oleh penulis sendiri mengenai permasalahan yang akan diteliti terbatas serta harga SCC di
pasaran yang cukup mahal dan dana penulis untuk pembuatan benda uji yang juga terbatas,
maka perlunya pembatasan masalah dalam
penulisan skripsi ini yaitu: 1. Beton SCC yang direncanakan dengan mutu K-500
oleh Sika (komposisi bahan SCC tersebut
tidak dapat diberitahukan karena tidak mendapatkan ijin dari perusahaan yang bersangkutan). Dengan
model balok tampang segi empat yang
berdimensi ( 15 x 25 x 220) cm berjumlah sebanyak 3 benda uji.
Dengan masing – masing 1 benda
uji dengan penambahan kadar agregat yang
berbeda terhadap SSC yang diproduksi
oleh Sika. Besarnya penambahan agregat
yang dilakukan adalah 15% dan 30% dari yang ditentukan tarhadap berat SCC dari Sika.
2. Pada tulangan tekan terdapat 2D13dan untuk
tulangan tarik terdapat 2D16, serta
tulangan sengkang (beugel) yang dipakai Ø 6 yang diberi jarak 9 cm pada setiap benda uji.
3. Balok beton diberikan beban terpusat yang
dibebani secara berangsur-angsur dengan
pertambahan konstan.
4. Balok ditumpu oleh tumpuan sendi dan rol.
Jual skripsi 5. Pengujian dilakukan agar dapat mengetahui
beban yang dapat dipikul, lendutan, dan
regangan yang terjadi.
0 komentar:
Posting Komentar