Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Evaluasi Efisiensi Dan Efektifitas Jaringan Irigasi Dalam Rangka Peningkatan Produksi Pertanian Di Namu Sira-Sira



BAB I PENDAHULUAN
I.1 Umum
Letak geografis daerah Namu Sira-sira
berada pada kisaran 3’ 31’ LU dan 98’
27’ BT. Mencakup empat bagian kecamatan yaitu kecamatan Sei Binge, Kecamatan Kuala, Kecamatan Selesai, dan
Kecamatan Binjai Selatan. Kecamatan yang
paling luas mendapat pelayanan dari irigasi Namu Sira – Sira adalah Kecamatan Sei Binge.
Daerah irigasi Namu Sira – Sira
digagas sejak tahun 70an. Studi kelayakannya
diselesaikan pada bulan maret 1978 yang didanai oleh pemerintah inggris (Overseas Development Administration),
sedang desain teknisnya selesai pada
tahun 1980. Kedua dokumen perencanaan tersebut dikaji ulang dan disempurnakan pada tahun 1982.
Pada tanggal 4 juni 1992 Daerah
Irigasi Namu Sira-Sira diresmikan oleh presiden
Soeharto di Bah Bolon . Sumber air irigasi Namu Sira – sira berasal dari Sungai Bingei dan memiliki dua saluran primer,
yaitu saluran primer kanan dan saluran
primer kiri.
Irigasi adalah suatu usaha
manusia untuk menambah kekurangan air dari pasokan hujan untuk pertumbuhan tanaman yang
optimum. Bendung merupakan bangunan air
yang dibangun secara melintang sungai, sedemikian rupa agar permukaan air sungai disekitarnya naik sampai
ketinggian tertentu, sehingga air sungai
tadi dapat dialirkan melalui pintu sadap ke saluran – saluran pembagi kemudian hingga ke lahan – lahan pertanian
(Kartasapoetra, 1991: 37).Drainase Jual
skripsi adalah suatu usaha manusia untuk membuang kelebihan air yang merugikan tanaman. Peranan irigasi dalam meningkatkan
dan menstabilkan produksi pertanian
tidak hanya bersandar pada produktifitas saja tetapi juga pada kemampuannya untuk meningkatkan faktor-faktor
pertumbuhan lainnya yang berhubungan
dengan input produksi. Irigasi mengurangi resiko kegagalan panen karena ketidak-pastian hujan dan kekeringan,
membuat unsur hara yang tersedia menjadi
lebih efektif, menciptakan kondisi kelembaban tanah optimum untuk pertumbuhan tanaman, serta hasil dan kualitas
tanaman yang lebih baik.
Sistem irigasi di Indonesia
merupakan bagian dari sistem kehidupan sosial masyarakat yang cukup tua keberadaannya. Dari
sisi kesejarahan, sistem irigasi di Indonesia
sudah ada sejak zaman kerajaan sebelum penjajahan Belanda datang.
Sehingga ketika ada pihak-pihak
yang membicarakan kebijakan sistem irigasi, siapapun pihak tersebut, perlu selalu berpijak
pada realitas sistem irigasi yang telah
ada.
Oleh karenanya sebagai bagian
dari suatu sistem sosial, sistem irigasi merupakan suatu realitas dari gabungan dari
berbagai aspek pengetahuan dan kewenangan.
Sistem irigasi tidak dapat hanya ditentukan hanya oleh faktor fisik atau artefak (keberadaan air dan lahan) saja.
Begitu pula sistem irigasi tidak cukup hanya
ditentukan oleh faktor kelembagaan saja. Atau pada sisi lain, sistem irigasi tidak dapat hanya ditentukan oleh faktor
teknik pengaturan air atau bercocok tanam
semata. Sistem irigasi merupakan aspek untuk mendukung hidup masyarakat yang memilih komoditi beras sebagai
bahan makanan pokok untuk kehidupan
mereka sehari-hari. Oleh karenanya dalam diri sistem irigasi selalu Jual skripsi terdapat gabungan dari berbagai
faktor, yaitu faktor fisik (artefak), faktor sosial masyarakat, dan faktor teknologi pengaturan
air dan cocok tanam. Yang pada akhirnya
faktor-faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh kapasitas masyarakat setempat, selaku subyek pengguna dan
pengelola, dalam memperlakukan sistem irigasi
yang ada.
Dengan pemahaman tersebut maka
akan dapat memandu kita untuk membangun
pemahaman, bahwa upaya untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi
harus berbasis pada berbagai faktor di
atas. Begitu juga dalam membahas pembagian peran (role sharing) dalam pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi
partisipatif, semua pihak perlu membangun
kesepahaman bersama, bahwa pembagian peran tersebut perlu selalu diarahkan dan bermuara pada upaya peningkatan
kapasitas masyarakat dalam bentuk
pemberdayaan masyarakat yang secara langsung meningkatkan efektivitas pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi.
Kebutuhan pangan terutama beras
terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan
dengan bertambahnya jumlah penduduk. Di sisi lain ketersediaan pangan terbatas sehubungan dengan terbatasnya lahan
yang ada untuk bercocok tanam, teknologi,
modal, dan tenaga kerja, sehingga defisit penyediaan bahan pangan masih sering
terjadi.
Untuk itu berbagai pihak tidak
henti-hentinya berupaya mengatasi masalah
tersebut melalui berbagai kebijaksanaan dan program (Sudjarwadi, 1990).

Skripsi Civil Engineering: Evaluasi Efisiensi Dan Efektifitas Jaringan Irigasi Dalam Rangka Peningkatan Produksi Pertanian Di Namu Sira-Sira

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.