Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Analisis Penggunaan Batubara Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pemanas Agregat Pada Unit Produksi Campuran Beraspal (AMP)



BAB I PENDAHULUAN
I.1. Umum
Unit
Produksi Campuran Beraspal yang dikenal dengan nama AMP (Aspal Mixing Plant), merupakan tempat mencampur
agregat, aspal, dan tanpa atau dengan bahan
tambahan pada temperatur antara 140- C [12] . Sedangkan campuran beraspal panas adalahcampuran yang terdiri
dari kombinasi agregat yang dicampur dengan
aspal [8] .Pencampuran dilakukan
sedemikian rupa sehingga permukaan agregat
terselimuti aspaldengan seragam .
Apabila ditinjau dari jenis cara
memproduksi campuran beraspal dan kelengkapannya,
ada beberapa jenis AMP [3][17] yaitu: AMP jenis takaran (batch plant), AMP jenis drum pencampur (drum mix)
dan AMP jenis menerus (continuous plant).
Namun secara umum kebanyakan AMP dikategorikan atas jenis takaran (timbangan) dan jenis drum pencampur [17] .
Sedangkan apabila ditinjau dari
bahan bakar yang digunakan untuk pemanas agregat maka dikenal dua jenis AMP, yaitu: AMP
yang menggunakan bahan bakar minyak
(solar) dan AMP yang menggunakan bahan bakar batubara. Adapun yang dimaksud dengan Unit Produksi Campuran
Beraspal Panas menggunakan bahan bakar
batubara untuk pemanas agregat adalah AMP yang umumnya menggunakan bahan bakar minyak (solar atau kerosene),
diganti dengan bahan bakar batubara, untuk
melakukan diversifikasi bahan bakar minyak dengan bahan bakar alternatif [9] .
Hal ini mengingat harga minyak
dunia yang fluktuatif.Maka diversifikasi bahan Jual skripsi bakar minyak dengan bahan bakar
alternatif dianggap dapat mengatasi kondisi tersebut.Diversifikasi bahan bakar minyak
dengan bahan bakar alternatif, batubara misalnya,
tentu telah melalui pengkajian dan pengujian terhadap AMP berbahan bakar batubara.Maka pada prinsipnya penggunaan
batubara dapat diijinkan sepanjang
memenuhi persyaratan teknis yang mencakup persyaratan bahan dan persyaratan peralatan.
Pemilihan batubara sebagai bahan
bakar untuk pemanas agregat, tentu disertai
dengan pengkajian kelebihan-kelebihan maupun kekurangan-kekurangan dibandingkan dengan bahan bakar solar.Yang
menjadi salah satu pertimbangan, dan termasuk
perimbangan utama, tentu aspek ekonomi.Yang mana diketahui bahwa harga batubara jauh lebih murah dibandingkan
dengan harga solar.Namun demikian, aspek
teknis juga patut dipertimbangkan.Sebab banyak hal yang harus diperhatikan guna pengefektifan penggunaan bahan bakar
batubara tersebut. Jangan sampai penggunaan
bahan bakar batubara mengganggu sistem lain pada AMP. Dengan kata lain Quality Control juga harus tetap terjaga.
Di samping aspek ekonomi dan
teknis, pengoperasian AMP berbahan bakar batubara juga ditinjau dari aspek legal.Telah
dikeluarkan suatu Pengaturan Teknis Unit
Produksi Campuran Beraspal Panas Menggunakan Bahan Bakar Batubara untuk Pemanas Agregat. Namun sama seperti
peraturan-peraturan lainnya, implementasi peraturan ini juga belum berjalan dengan baik,
perlu pengawasan lebih lanjut. Selain itu
juga terdapat masalah-masalah penggunaan batubara dalam kontrak kerja. Yang kesemuaanya itu akan dibahas dalam penulisan
tugas akhir ini. Dan kemudian sampai
pada suatu kesimpulan mengenai perbandingan antara penggunaan bahan Jual skripsi bakar minyak (solar) dengan
penggunaan bahan bakar alternatif batubara untuk pemanas agregat pada unit produksi campuran
beraspal (Asphalt Mixing Plant).
I.2. Latar Belakang Berkembangnya
harga minyak dunia yang telah melampaui 130 dollar AS per barrel mengakibatkan pemerintah menaikkan
harga bahan bakar minyak atau BBM [11] .Harga BBM sangat mungkin dinaikkan lagi
jika harga minyak dunia terus melambung.Meningkatnya
harga BBM bukan hanya masalah nasional. Negara lain pun mengalaminya. Menghadapi harga BBM yang
makin tak terkendali, sementara sumber
minyak Indonesia terus berkurang, sudah waktunya pemerintah tegas mengambil langkah strategis.Dengan memiliki
kandungan alam cukup besar, Indonesia
dapat mengatasi masalah ini.Memberdayakan segala potensi, sumber daya alam sampai sumber daya manusia, Indonesia
bisa keluar dari kesulitan. Dengan mengolah
batu bara secara benar, paling tidak dalam enam tahun ke depan masalah ini bisa teratasi dengan baik.
Penggunaan batubara sebagai bahan
bakar alternatif telah merambah banyak industri
di Indonesia antara lain industri listrik, industri baja, industri konstruksi jalan melalui AMP, serta yang lainnya.Dan saat
ini banyak AMP di dalam negeri yang
merubah bahan bakar pemanasnya dari bahan bakar minyak ke bahan bakar batu bara yang dilengkapi teknologi perangkat
kerasnya dengan tujuan utama penghematan
energi seoptimal mungkin selain menekan harga satuan dari produksi campuran beraspal panas yang dihasilkannya.
Namun dengan perubahan teknologi tersebut
tidak boleh mengurangi kualitas campuran beraspal yang dihasilkan.
Jual skripsi Dengan kata lain di
samping aspek ekonomis, perlu ditinjau dari aspek teknis dan aspek legal dari penggunaan batubara tersebut,
akan dibahas segala potensi dan permasalahan
yang ada serta pengaruh penggunaan batubara dalam kinerja campuran beraspal. Oleh karena itu sangat penting
dilakukan analisis penggunaan batubara sebagai
bahan bakar alternatif pemanas agregat pada unit produksi campuran beraspal (AMP).

Skripsi Civil Engineering: Analisis Penggunaan Batubara Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pemanas Agregat Pada Unit Produksi Campuran Beraspal (AMP)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.