Sabtu, 01 November 2014

Skripsi Civil Engineering: Analisis Kinerja Operasi Angkutan Kota Di Kota Padang Studi Kasus)



 BAB I PENDAHULUAN 
I.1.  Umum 
Transportasi adalah suatu proses
memindahkan suatu benda yang mencakup  benda
hidup dan benda mati dari satu tempat ke tempat lain. Kegiatan transportasi  ini membutuhkan tempat yang disebut dengan
prasarana transportasi, ciri utama  prasarana
transportasi adalah melayani pengguna, bukan berupa barang atau  komoditas. System transportasi diusahakan
memberikan suatu transportasi yang  aman,
cepat dan murah.
Pertumbuhan ekonomi menyebabkan
mobilitas sesorang meningkat  sehingga
kebutuhan pergerakannya pun meningkat melebihi kapasitas prasarana  transportasi yang ada. Pergerakan penduduk
dalam  memenuhi kebutuhannya  terjadi dari daerah bangkitan ke daerah tarikan
seperti dari perumahan menuju ke  sekolah,
pasar, puskesmas, perkantoran dan lain-lain. Pergerakan ini merupakan  pergerakan yang umum dari penduduk. Pada pagi
sampai siang hari penduduk  bergerak dari
daerah perumahan menuju ke daerah pusat kegiatan, dan sebaliknya  penduduk bergerak dari pusat kegiatan menuju
ke daerah perumhan pada sore  hari.
Masalah transportasi pada
dasarnya terjadi karena adanya interaksi yang  sangat erat antara komponen-komponen system
transportasi, dimana interaksi  yang
terjadi berada pada kondisi diluar kontrol, sehingga terjadi  ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan dimaksud
dapat saja terjadi karena  ketidaksesuaian
antara transport demand  (permintaan akan
transportasi) dan   transport supply  (ketersediaan untuk mengantisipasi kebutuhan
pergerakan)  ataupun faktor-faktor
relevan lainnya yang pada dasarnya menyebabkan  pergerakan manusia dan barang menjadi tidak
efisien dan efektif.
Kinerja transportasi merupakan
salah satu masalah transportasi yang sering  ditemui saat ini. Kinerja transportasi yang
dimaksud tidak hanya mencakup  prasarana
transportasi saja tetapi juga sarana transportasi misalnya agkutan kota Menurut
Veizal Rivai (2004), kinerja adalah merupakan prilaku yang nyata  yang ditampilkan setiap orang sebagai hasil
kerja yang di hasilkan. Menurut  Bambang
Kusriyanto dan  A.A Anwar Prabu
Mangkunegara (2005), kinerja  adalah
perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan  waktu (lazimnya per jam). Sedangkan angkutan
kota adalah angkutan dari satu  tempat ke
tempat yang lain dalam wilayah kota dengan menggunakan mobil bus  atau mobil penumpang umum yang terikat dalam
trayek tetap dan teratur. Dengan  demikian
dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja angkutan kota adalah prilaku  yang ditampilkan oleh setiap angkutan kota
dalam menjalankan perannya untuk  mencapai
hasil yang di inginkan dalam setiap trayek angkutan kota tersebut.
I.2. Latar Belakang  Dalam beberapa tahun terakhir kota Padang  mengalami perkembangan  yang sangat pesat, baik disektor perdagangan,
industri, pariwisata dan perhotelan.
Atas dasar pemikiran tersebut
banyak penduduk yang menilai bahwa kota Padang menjanjikan harapan hidup yang
lebih baik, menyebabkan semakin banyaknya  migrasi ke kota Padang   Sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah
penduduk perkotaan serta  semakin
meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat menuntut  diperlukannya sarana transportasi yang mampu
mendukung  mobilitas mereka  dalam beraktivitas sehari-hari. Kondisi yang
terjadi saat ini bahwa meningkatnya  permintaan
jasa transportasi angkutan kota sebagai dampak dari tingginya  mobilitas penduduk dirasakan belum ditata
secara maksimal, sehingga manajemen  angkutan
kota belum mampu menawarkan pelayanan yang lancar, tertib, aman  dan memuaskan. Kondisi tersebut disebabkan dua
faktor. Pertama, pengaturan  rute dan
jalur trayek angkutan kota belum didasarkan pada analisis kebutuhan  pasar. Kedua, sikap dan kesadaran para
pengemudi, para penumpang dan juga  petugas
yang terkait relatif rendah. Oleh karena itu sistem transportasi angkutan  kota yang ada sekarang perlu ditata kembali
menuju sistem transportasi yang  terintegrasi,
sehingga mobilitas penumpang dari dan ke tempat tujuan tertata  secara baik, lancar dan memuaskan.
Angkutan kota merupakan moda
transportasi yang paling dominan yang ada  di kota Padang. Angkutan kota sebagai bagian
dari system transportasi perkotaan  adalah
salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan merupakan bagian yang tidak  dapat dipisahkan dengan kehidupan pada
umumnya. Keberadaan angkutan kota  sangat
dibutuhkan tetapi apabila tidak ditangani secara baik dan benar merupakan  masalah bagi masyarakat, karena jika kondisi
system angkutan umum yang buruk  akan
menyebabkan turunnya efektifitas maupun efisiensi dari system transportasi  secara keseluruhan.
Kinerja pelayanan angkutan kota
dapat dilihat dari efektifitas dan efisiensi suatu pengoperasian angkutan kota.
Penilaian kriteria efektif dapat dilihat dengan   indikator aksesibilitas (kemudahan pengguna
untuk mencapai rute angkutan),  kerapatan
(jumlah kendaraan atau jumlah rute), kecepatan rata-rata dan frekuensi  headway. Sedangkan dari segi efisiensi dilihat
dari indikator keterjangkauan,  kelayakan,
tingkat operasi, load factor (faktor muat penumpang) dan umur dari  kendaraan.

Skripsi Civil Engineering: Analisis Kinerja Operasi Angkutan Kota Di Kota Padang Studi Kasus)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.