BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Saat ini lahan di perkotaan
mengalami penyempitan, hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya bangunan-bangunan seperti
gedung-gedung atau perumahan yang berdiri di kota tersebut. Hal ini membuat manusia
berpikir bagaimana membangun tempat yang memiliki kapasitas yang besar namun tidak
membutuhkan lahan yang terlalu luas.
Untuk mengatasi masalah di atas
maka manusia membangun gedung bertingkat sebagai solusi untuk mengatasi hal tersebut. Dalam pembangunan
gedung bertingkat ada beberapa jenis material yang dapat digunakan, salah satunya adalah
dengan menggunakan material baja.
Gambar 1.1 Bangunan Bertingkat Indonesia merupakan negara yang berada pada tiga
lempeng besar, yaitu lempeng Australia-Hindia,
lempeng Asia Tenggara dan lempeng Pasifik. Indonesia merupakan salah satu negara didunia yang rawan akan gempa
bumi, hal ini disebabkan oleh posisi Indonesia yang dilalui oleh dua jalur gempa dunia, yakni
jalur gempa asia dan jalur gempa pasifik yang Jual skripsi terbentuk dari pergerakan ketiga
lempeng di atas. Oleh karena itu
Indonesia sering mengalami gempa bumi
dengan frekuensi yang cukup tinggi. Hal itu menyebabkan wilayah Indonesia dibagi dalam 6 (enam) wilayah gempa
sesuai dengan tingkat kerawanannya.
Gambar 1.2 Posisi Lempeng Dunia Jual skripsi Gambar 1.3 Pembagian Daerah Gempa
(SNI 03 1726 – 2003 ) Suatu struktur
bangunan yang tegak berdiri memikul berbagai beban, diantaranya adalah beban mati, beban hidup, gempa dan
beban lainnya. Dari antara beban tersebut gempa merupakan beban terbesar yang dapat
menimbulkan kerusakan pada suatu bangunan.
Kerusakan bangunan tersebut
menimbulkan kerugian yang sangat besar dan banyak memakan korban. Gempa Bumi merupakan suatu
fenomena alam yang tidak dapat dihindari, tidak dapat diramalkan kapan terjadi
dan berapa besar kekuatannya. Untuk menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah maka
diambil berbagai cara untuk mencegahnya, salah satunya adalah dengan memperkaku bangunan
dalam arah lateral, dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode konvensional seperti :
penambahan dinding geser (Shear Wall), Brasing dan metode yang lain. Tetapi,
hal ini akan memperbesar gaya gempa yang bekerja pada bangunan. Metode yang lebih baik adalah
dengan memperkecil energi gempa yang Jual
skripsi dipikul oleh bangunan sampai pada tingkat yang tidak membahayakan
bangunan. Sejalan dengan perkembangan
teknologi bahan/sistem untuk anti gempa, telah dikembangkan bahan anti seismik
(seismic device) yang dipasang
langsung pada struktur bangunan dan dipasangkan pada tempat tertentu sesuai dengan
fungsi masing-masing.
Metode perencanaan struktur tahan
gempa dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode konvensional yang mengutamakan
bentuk-bentuk struktur yang kaku dan daktalitas yang tinggi dengan menambahkan alat-alat
seismic devices ke struktur. Dalam Tugas Akhir ini seismic devices yang akan dibahas
adalah lead Rubber Damper
bekerja dengan mendissipasi
energi melalui pelelehan bahan damper yaitu pelat lentur, yaitu jenis damper dengan dissipasi energi melalui lenturan pelat.
Dalam menganalisis kinerja struktur
bangunan baja yang menggunakan Rubber Damper
tersebut, maka dapat dilakukan dengan
menggunakan analisis Nonlinier Time History.
1.2 PERMASALAHAN Sistem perlindungan khusus untuk
gempa dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yakni: 1.
Passive Protective Systems, yakni : a)
Tuned mass damper b) Energy Dissipation c) Base Isolation 2. Hybrid Protective System (semi), yakni : a)
Active Isolation b) Semi-Active
Isolation c) Semi-Active Mass Damping Jual
skripsi 3. Active Protective System,
yakni : a) Active Mass Damping b) Active Bracing c) Adaptive Control Seismic devices adalah alat yang dipasang pada
bangunan untuk membatasi energi atau
mendisipasi energi gempa yang masuk ke bangunan. Seismic devices bekerja dengan merubah kekakuan, damping dan menambah
massa ke struktur. Pemakaian seismic devices
tidak hanya terbatas pada struktur bangunan gedung saja, juga biasa digunakan
pada jembatan, tangki penimbunan dan
lainnya. Seismic devices pada umumnya dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: 1. Base
isolation 2. Actived Seismic Devices 3. Passive Seismic Devices Base isolation adalah
suatu alat yang dapat membatasi energi gempa pada suatu struktur. Sistem ini bekerja dengan memisahkan
bangunan atau struktur dari komponen horizontal
pergerakan tanah.
0 komentar:
Posting Komentar