BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Perencanaan strukur baja bisa
didefenisikan sebagai paduan dari seni dan ilmu yang menggabungkan intutif seseorang
insinyur berpengalaman dalam kelakuan
struktur dengan pengetahuan mendalam tentang prinsip statika, dinamika, mekanika bahan dan analisa struktur,
untuk mendapatakan struktur yang
ekonomis dan aman serta sesuai dengan tujuan pembuatannnya. Perhitungan yang menggunakan prinsip-prinsip ilmiah harus
menjadi pegangan dalam mengambil keputusan dan tidak diikuti begitu
saja. Seni atau kemampuan intuitif seorang
insinyur berpengalaman dimanfaatkan untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil perhitungan.
Perencanaan adalah suatu proses
untuk menghasilkan penyelesaian optimum.
Dalam suatu perencanaan, kita harus menetapkan kriteria untuk menilai tercapai atau tidaknya penyelesaian optimum.
kriteria yang umum untuk struktur bisa
berupa biaya minimum, berat minimum, waktu konstruksi yang minimum, tenaga kerja minimum, biaya produksi minimum,
efisiensi operasi minimum bagi pemilik.
Biasanya ada beberapa kriteria yang terlibat yang masing – masing harus dibandingkan, dengan melihat kriteria diatas
jelaslah bahwa penetapan kriteria yang
bisa diukur (seperti berat dan biaya) untuk mencapai perencanaan optimum seringkali sukar, dan kadang-kadang tidak
mungkin. Dalam praktek umumnya penilaian
harus kualitatif.
Jual skripsi Kenyataan ini
menunujukan semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan dan pelaksanaan
suatu konstruksi. Pada umumnya tujuan
perencanaan struktur adalah untuk menghasilkan suatu struktur yang stabil, kuat, kokoh, mampu layan dan memenuhi
tujuan-tujuan lainnya seperti ekonomis dan
kemudahan pelakasaan. Suatu struktur disebut stabil bila konstruksi tersebut tidak mudah terguling, miring atau tergeser
selama umur rencana bangunan tersebut,
yang dikatakan cukup kuat dan mampu layan bila kemungkinan terjadinya kegagalan struktur dan kehilangan
kemampuan layan selama umur rencana yang
direncanakan adalah kecil dan dalam batas yang dapat diterima dan yang dikatakan awet apabila struktur dapat
menerima keausan dan kerusakan yang diharapkan
terjadi selama umur bangunan yang direncanakan tanpa pemeliharaan yang berlebihan.
Pada suatu konstruksi bangunan,
tidak terlepas dari element-element pelat,
kolom maupun balok-kolom. Masing – masing element tersebut memikul gaya-gaya seperti momen, normal maupun
lintang, walaupun persentasenya berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Struktur yang memikul gaya normal pada umumnya terdapat pada kolom, baik tekan
maupun tarik sehingga terjadi sebuah
tegangan normal. Juga terdapat berupa deformasi berupa pendekatan akibat gaya normal tekan dan perpanjangan
akibat gaya normal tarik. Jika semua ini
masih dalam batas – batas yang dijinkan maka konstruksi dapat dikatakan konstruksi yang stabil. Kolom merupakan
konstruksi yang langsung berhubungan dengan
pondasi dan yang menyebarkan beban dari bangunan ke pondasi sehingga menahan beban dari suatu bangunan adalah kolom.
Jual skripsi 1.2 Pembatasan
Masalah Ada beberapa metode yang
digunakan untuk merencanakan suatu konstruksi
baja dengan tujuan memperoleh bahan yang ekonomis dan struktur yang aman. Dari beberapa metode yang digunakan
seringkali memberikan hasil yang
berbeda. Pada tulisan akan dibandingkan baja profil tunggal dan baja profil majemuk dengan menggunakan metode ASD (
Allowable Stress Design ) 1.3 Maksud dan
Tujuan Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk melakukan analisis profil tunggal dan profil majemuk pada konstruksi
rangka baja dengan bentang yang bervariasi.
Adapun yang merupakan dari tujuan penulisan tugas akhir ini yakni mencari efisiensi, ekonomis dan aman dalam
penggunaan profil untuk struktur rangka
baja dengan bentang yang bervariasi.
0 komentar:
Posting Komentar