Jumat, 24 Oktober 2014

Skripsi Psikologi:Perbedaan Persepsi Terhadap Pengembangan Karir Antara Wanita Menikah dengan Wanita Belum Menikah



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Sebagai
individu, bekerja merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh manusia
dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk beberapa orang
bekerja itu merupakan
aktualisasi bagi dorongan
pemuas ego dan
bekerja juga merupakan sumber
utama bagi pencapaian
status sosial seseorang (Widiyanti
dan Anorogo, 1993).
Pada umumnya pekerjaan merupakan perpaduan
lingkungan kerja yang baik, penghargaan yang
tepat, keuntungan, tanggung
jawab, keasadaran dan
kontrol terhadap pekerja
selama ia bekerja.
Selain itu hal
lain seperti kompensasi
yang tepat, gaya
hidup, sistem nilai
individual, kesehatan, dapat
mempengaruhi level kebutuhan
mereka. Berdasarkan hal
itulah pada dasarnya
manusia itu ingin berkembang,
sesuai dengan teori Maslow tentang kebutuhan dasar manusia dapat diurutkan
secara teoritis, yaitu
kebutuhan fisiologis, kebutuhan
rasa aman, kebutuhan
sosial/kelompok, kebutuhan akan
penghargaan serta kebutuhan aktualisasi diri (Nauli, 2003).
Kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang,
menemukan identitas dirinya serta menyadari akan
potensi yang dimiliki
termasuk dalam kebutuhan
akan pengaktualisasian diri.
Salah satu hal
yang terkait dengan
kebutuhan akan pengaktualisasian diri dalam dunia kerja
adalah adanya pengembangan karir. Hal ini disadari
oleh individu dengan
melihat kondisi sosial
yang berubah dengan cepat, sehingga karir menjadi sesuatu yang
penting yang akan memicu seseorang dalam
bekerja sehingga dapat mencapai karir (Christiana, 2005).
Pada masa pembangunan sekarang ini,
keterlibatan seluruh warga negara baik pria ataupun
wanita untuk ikut
berpartisipasi secara aktif
dalam jalannya pembangunan amat dibutuhkan. Kondisi ini
membuka kesempatan seluas-luasnya bagi bangsa
Indonesia untuk mengenyam
pendidikan mulai dari
tingkat dasar sampai
perguruan tinggi, karena
dalam kondisi membangun,
pendidikan jelas amat
dibutuhkan, sejalan dengan
pendidikan yang semakin
tinggi, maka wanita juga mulai berminat memasuki dunia kerja serta
berkarir (Nauli, 2003).
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta
gerakan emansipasi wanita inilah yang
diduga telah melahirkan perubahan
peran wanita. Wanita
sudah mempunyai hak dan kewajiban
serta kesempatan yang setara dengan pria
untuk berpartisipasi dalam
segala bidang pembangunan,
seperti terlihat jelas
pada peningkatan angka kerja kaum
wanita dari tahun ketahun (Indriana, Indrawati & Ayuaningsih, 2011).
Bekerja, bagi wanita merupakan kesempatan
untuk mengaktualisasikan diri.
Bekerja memungkinkan seorang
wanita mengekspresikan dirinya sendiri dengan cara
yang kreatif dan
produktif untuk menghasilkan sesuatu
yang mendatangkan kebanggaan
terhadap diri sendiri,
terutama jika prestasinya tersebut
mendapatkan penghargaan dan
umpan balik yang
positif. Melalui bekerja,
wanita berusaha menemukan
arti dan identitas
dirinya, pencapaian tersebut mendatangkan rasa percaya diri dan
kebahagiaan (Mangkuprawira, 2004).
Banyak wanita bekerja di Indonesia yang
menjadi tangguh untuk bersaing di era
pembangunan saat ini. Berbagai tuntutan mendorong mereka untuk berkarir, terutama bagi wanita yang telah menginjak usia
dewasa dini. Sesuai dengan usia perkembangannya,
mereka memiliki tugas yang harus diselesaikan yaitu mulai bekerja dan menikah. Selain itu tuntutan
ekonomi dan tingkat pendidikan yang tinggi juga
menjadi faktor pendorong
mereka untuk mengejar
karir, namun tidak semua wanita lebih memilih karir dan
menunda untuk berkeluarga. Demi tetap berkarir
ada beberapa wanita
lain yang memilih
untuk memiliki peran ganda, yaitu
sebagai ibu rumah
tangga dan sebagai
pekerja kantoran (Mangkuprawira, 2004).
Kini
terlihat bahwa pola
kehidupan tradisional bergerak
mendekati pola kehidupan
yang lebih maju,
sehingga tidak menjadi
suatu hal yang
baru bila wanita
berperan ganda sebagai
ibu rumah tangga
dan wanita karir.
Kehadiran wanita dalam dunia
kerja besar manfaatnya dan perlu sebagai
partnerkaum pria, dimana wanita
tidak hanya dirumah tapi juga dalam bekerja dengan menyalurkan potensi dan bakat mereka (Djuniarti &
Imanoviani, 2011).
Ditengah persaingan dengan kompetitornya,
perusahaan sebagai suatu badan usaha yang
bersifat komersial tentunya
mencari tenaga kerja
yang kompeten.
Beberapa persyaratan
secara mutlak diajukan
oleh perusahaan, salah
satunya dengan menetapkan
status pernikahan pada
tenaga kerjanya dengan
analisis jabatan, pertimbangan
dan alasan tertentu.
Wanita sebagai seorang
tenaga kerja tentu memiliki peran yang harus dijalani
selain bekerja di perusahaan, antara lain sebagai seorang yang masih singleatau sebagai
seorang wanita yang menikah dan memiliki
keluarga (Djuniarti & Imanoviani, 2011).
Saat ini, jumlah wanita yang berambisi untuk
mengembangkan karir semakin banyak. Hal
ini didorong oleh semakin terbukanya kesempatan bagi wanita untuk mendapatkan
pendidikan yang lebih
tinggi dan untuk
bekerja diberbagai bidang pekerjaan.
Kemajuan ini menyebabkan
jumlah kaum wanita
yang berkualitas menjadi
semakin meningkat. Meskipun
secara formal kebijakan
pemerintah dan undang-undang
yang ada memberikan
kesempatan bagi wanita
untuk menuntut ilmu, mengembangkan karir, dan memperoleh
perlakuan yang sama, namun pada kenyataannya
wanita terkadang menemui banyak kendala dalam mengembangkan karirnya. Kendala dapat berupa faktor internal
yang berasal dari dalam diri wanita itu
sendiri, atau merupakan faktor eksternal yang berasal dari luar, atau juga
dapat merupakan gabungan dari kedua
faktor tersebut (Mangkuprawira, 2004).
Simamora
(2001) juga menyatakan
bahwa karir adalah
urutan posisi yang diduduki
oleh seseorang selama masa hidupnya. Karir merupakan jenjang jabatan (pekerjaan) yang pernah dipegang (dijabat)
oleh seseorang selama orang tersebut bekerja
dalam suatu organisasi atau perusahaan (Tohardi, 2001). Karir terdiri atas perubahan
penting karena konsekuensi
keberhasilan atau kegagalan
karir terkait erat dengan konsep diri, identitas, dan
kepuasan setiap individu terhadap karir dan kehidupannya.
Salah satu aspek
dalam kualitas kerja
adalah kesempatan dalam mengembangkan karir.
Karir meliputi suatu
rangkaian posisi, pekerjaan
atau jabatan yang
dialami oleh individu
selama kehidupan kerjanya
(Djebbari & Dessy, 2005).
Pengembangan karir
mengacu pada pekerjaan,
dan itu menghadirkan kemajuan,
apakah melalui meningkatkan
penghargaan atau gaji,
atau atau rasa hormat yang
terima dari para
rekan kerja. Semakin
suatu karir seseorang
ini berkembang, maka akan lebih
dinilai sukses (Patton & McMahon, 2006).
Menurut
Rivai dan Sagala
(2009) pengembangan karir
adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang
dicapai dalam rangka mencapai karir yang diinginkan.
Pengembangan karir (seperti
promosi) sangat diharapkan
oleh setiap pegawai/karyawan, karena
dengan pengembangan karir
ini akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik dari apa yang diperoleh
sebelumnya baik material maupun non
material misalnya, kenaikan pendapatan, perbaikan fasilitas dan
sebagainya. Sedangkan hak-hak
yang non material
misalnya, status sosial, perasaan bangga dan sebagainya (Handoko, 2000).



Skripsi Psikologi:Perbedaan Persepsi Terhadap Pengembangan Karir Antara Wanita Menikah dengan Wanita Belum Menikah

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.