BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi
bidang otomotif berkembang
sangat pesat mendorong manusia
untuk selalu mempelajari
ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dalam dunia otomotif khjual skripsisnya pada
mesin motor bakar
dikenal berbagai macam
sistem yang bekerja.
Sistem-sistem tersebut bekerja
saling berkaitan antara
satu dengan yang lainnya,
sehingga apabila salah satu dari sistem tersebut mengalami kerusakan, maka mesin mobil akan mengalami kerusakan.
Mesin dapat digambarkan secara sederhana
sebagai sebuah sistem yang terdiri dari
beberapa sistem pendukung yang bekerja secara simultan dan terintegrasi. Suatu mesin
didalamnya terdapat beberapa
sistem pendukung yang
bekerja sekaligus.
Sistem–sistem tersebut antara lain : 1. Sistem kelistrikan 2. Sistem bahan bakar 3. Sistem pelumasan 4. Sistem pendinginan Sistem–sistem tersebut
melakukan kerja secara
bersamaan sehingga menghasilkan
kerja mesin yang
merupakan output dari
mesin itu sendiri.
Sistem pelumasan dan
pendinginan merupakan sistem pendukung
dari kerja mesin.
Kedua sistem ini
bukanlah sistem utama
yang menjadi dasar
suatu mesin (engine)
untuk melakukan kerja
dan usaha, namun
demikian kedua sistem
ini mempunyai fungsi yang
sangat vital. Sistem
ini secara garis
besar sebagai pelindung
kerja mesin, Jual skripsi sehingga kinerjanya
dapat dipertahankan dalam
jangka waktu yang
relative lebih lama.
Sistem
pelumasan merupakan sistem
yang berfungsi sebagai
media pelumasan bagian–bagian
mesin (engine) yang
bergerak sebagai pendukung
kerja.
Mesin
akan dapat bekerja
apabila komponen–komponen pendukung
didalamnya bergerak (moving
part). Gerakan–gerakan komponen tersebut menghasilkan gesekan yang
pada akhirnya menimbulkan
keausan pada komponen–komponen mesin.
Keausan tersebut pada akhirnya mengurangi
kinerja mesin.
Sistem pendingin pada mobil berfungsi untuk
menurunkan temperature pada mesin yang
terjadi akibat pembakaran
dari ruang bakar.
Proses pembakaran selanjutnya akan menghasilkan tenaga
mekanis yang kemudian akan menggerakkan mesin. Akibat lain dari proses pembakaran
adalah adanya panas yang apabila tidak didinginkan akan
merusak komponen dari
mesin itu sendiri.
Sistem pendinginan (cooling
sistem) adalah suatu
rangkaian untuk mengatasi
terjadinya over heating pada mesin agar mesin dapat bekerja secara
optimal.
Sistem
pendinginan berfungsi sebagai
absorber panas yang
dihasilkan oleh mesin yang berasal dari proses pembakaran
dalam silinder, panas ini tentunya sangat mengganggu jika dibiarkan begitu saja karena
akan menimbulkan over heating, hal tersebut menjadi suatu perhatian karena
temperatur yang berlebihan akan cenderung merubah sifat-sifat serta bentuk dari komponen
mesin tersebut. Bila sifat serta bentuk komponen telah
berubah dipastikan kinerja mesin
akan terganggu sehingga
kinerja mesin tidak akan bekerja
secara maksimal, yang pada giliranya usia mesin tidak akan lama.
Jual skripsi Sistem pendinginan
pada mesin berfungsi
sebagai pelindung mesin
dengan cara menyerap
panas. Panas mesin dihasilkan dari
pembakaran bahan bakar dalam silinder.
Panas tersebut merupakan
suatu hal yang
sengaja diciptakan untuk menghasilkan tenaga,
namun jika dibiarkan
akan menimbulkan panas
yang berlebihan (over
heating effect). Panas
yang berlebihan itu menjadi
penyebab berubahnya sifat–sifat
mekanis serta bentuk
dari komponen mesin.
Sifat serta komponen mesin bila telah berubah akan
menyebabkan kinerja mesin terganggu dan mengurangi usia mesin [1].
Selain pendinginan yang disebabkan oleh minyak
pelumas ada dua lagi fluida yang berperan
penting dalam mendinginkan
mesin yaitu udara
dan air. Sering dikenal sebagai : 1. Sistem pendinginan udara Pada sistem
ini panas yang
dihasilkan dari pembakaran
gas dalam silinder dirambatkan keluar. Proses
perambatannya menggunakan sirip– sirip yang
dipasangkan dibagian luar dari silinder dan ruang bakar. Panas tersebut
selanjutnya diserap udara
luar yang bersirkulasi
dengan temperatur yang
lebih rendah dari
temperatur sirip pendingin.
Udara yang menyerap
panas dari sirip-sirip
pendingin harus berbentuk
aliran atau dengan
kata lain udaranya
harus mengalir agar
temperatur udara sekitar
sirip tetap rendah
sehingga penyerapan panas
berlangsung sempurna [2].
2.
Sistem pendinginan air Pada
sistem ini panas
dari pembakaran gas
dalam silinder sebagian diserap oleh air pendingin. Secara
prinsip dapat dikatakan bahwa sistem Jual
skripsi ini bekerja berdasarkan prinsip pertukaran panas. Panas hasil
pembakaran akan diserap oleh air pendingin yang bersirkulasi.
Air pendingin tersebut kemudian didinginkan
oleh udara luar
yang bertekanan yang dihembuskan
oleh blower radiator.
Proses pelepasan panas ke udara sekitar, terjadi
melalui kontak langsung antara udara dengan
pipa yang dilengkapi
dengan perangkat sirip
setelah pipa tersebut menerima panas dari air yang sebelumnya
membawa panas dari proses pembakaran yang
terjadi diruang bakar. Dimana proses pelepasan kalor ini terjadi melalui sebuah
alat penukar kalor yang sering disebut
dengan radiator.
1.2
Batasan Masalah Batasan
masalah dalam penelitian
ini yaitu pengujian
dilakukan dengan rencana awal data yang ditetapkan sebagai
berikut: 1. Radiator yang digunakan
adalah radiator kijang 4-K 2. Laju
aliran air yang mengalir di dalam pipa radiator divariasikan dengan 11 kecepatan, yaitu pada kecepatan 6,309.
0 komentar:
Posting Komentar