Sabtu, 25 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Sistem Pemberian Kredit Dalam Mencegah Resiko Kredit Macet Pada Kredit Pemilikan Rumah PT. BTN



BAB 1 PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Peranan bank sebagai
lembaga keuangan dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi semakin meningkat kebutuhannya. Semua
sektor kegiatan yang meliputi industri,
dagang, pertanian, peternakan serta jasa sangat erat kaitan dan apabila telah terjalin kerjasama yang baik antara kedua
belah pihak yaituantara pihak bank dengan pihak ketiga akan mempengaruhi kelancaran
kegiatan perekonomian. Dengan semakin berkembangnya
kegiatan perekonomian suatu negara, maka dirasakan perlu adanya sumber-sumber untuk penyediaan dana guna
membiayai kegiatan perekonomian yang semakin
berkembang tersebut. Ditinjau dari sudut pandang lembaga keuangan sebagai penyedia sumber dana yang disebut dengan
perkreditan, maka kredit memiliki kedudukan
yang istimewa terutama pada negara-negara yang sedang berkembang, melihat banyaknya sektor yang membutuhkan
sumber dana.
Pengertian dari kredit itu
sendiri adalah penyediaanuang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjammeminjam antara bank dengan pihak lain yang
mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya
setelah jangka waktu tertentudengan pemberian bunga (UU Nomor 10 Tahun 1998).
Kredit bisa juga berarti kepercayaan
(Sinungan, 2000:216). Kepercayaan itu adalah
kepercayaan yang diberikan oleh bank kepada debitur yang akan nyata apabila kredit itu telah dikembalikan lagi beserta
bunga (kontraprestasi)yang telah disepakati.
Masalah perkreditan tidak
terlepas dari lembaga keuangan bank dimana bank merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai
intermediasi antara masyarakat yang surplus
dana dengan masyarakat yang defisit dana. Bank menghimpun dana dari masyarakat surplus dalam bentuk simpanan baik
berupa tabungan, deposito, maupun giro,
serta menyalurkannya kepada masyarakat defisit dalam bentuk kredit.
Menurut Undang-undang RI Nomor 10
tahun 1998, yang dimaksud dengan bank adalah
badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada mayarakat dalam
bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak (Kasmir, 2002:23).
Adapun PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Dan PT Bank Negara Indonesia, Tbk
sebagai bank yang memberikan pelayanan Kredit Pemilikan Rumah bagi nasabah memiliki visi yaitu menjadi bank terkemuka
dalam pembiayaan perumahan serta mengutamakan
kepuasan nasabah. Berdasarkan hal tersebut hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar kegiatan
tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga antara pihak bank dan nasabah terjalin
kerjasama yang erat, baik sebagai nasabah dalam pembayaran angsuran, serta bank sebagai pihak
yang memberikan pembiayaan perumahan.
Sistem pemberian kredit yang
kurang baik akan berakibat fatal bagi perusahaan, misalnya pihak bank terlambat mengetahui
kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya
atau debitur dinyatakan pailit.Maka dalam hal ini bank sudah terlambat memberikan tindakan pengamanan terhadap
barang jaminan debitur. Hal ini yang menyebabkan
timbulnya kredit yang bermasalah.
Upaya bank dalam menghadapi
kendala-kendala yang mungkin terjadi adalah dengan melakukan pembinaan terhadap
debiturnya. Pembinaan debitur ini penting karena pembinaan yang dilakukan dengan baik
dan metode yang dilakukan tepat berkesinambungan
serta terarah dapat mencegah kemungkinan terburuk yaitu tidak terbayarnya kredit yang diberikan
kepadanasabah Kredit Pemilikan Rumah. Dengan demikian, adanya pembinaan yang dilakukan bank
kepada debiturnya diharapkan dapat menciptakan
tingkat kolektibilitas kredit yang semakin lancar sehingga memperkecil terjadinya risiko kredit macet yang dilakukan
oleh debitur dan kelangsungan dari usaha perbankan tersebut terus dapat didukung dengan
kelancaran dari pembayaran kredit yang
dilakukan debitur Kredit Pemilikan Rumah.
Seiring terjadinya krisis, permintaan kredit
pemilikan rumah mulai menurun.
Masyarakat cenderung lebih
selektif untuk membelanjakan uangnya. Krisis ekonomi global juga menyebabkan kredit bermasalah pada
sektor properti meningkat. Hal ini ditunjukkan
pada tabel kredit macet PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang dan PT
Bank Negara Indonesia, Tbk Cabang Tabel 1.1 Fluktuasi Kredit Macet PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Cabang Tahun 2004 – 2008 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Kredit Macet (Dalam Rp Juta) Jenis Kredit 2004
2005 2006 2007
2008 KPR Subsidi 2,903 2,845 2,605 2,466 1,049 KPR
Komersial 1,690 1,605 1,802 670 1,498 Non
KPR 682 580 520 467 135 Sumber
: PT BTN (Persero) , tahun 2010 Tabel 1.1 menunjukkan bahwa jumlah kredit
macet pada KPR mengalami fluktuasi dari
tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 jumlah kredit macet pada KPR
subsidi mengalami penurunan, pada KPR Komersial
jumlah kredit macet mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2005, dan mengalami kenaikan di tahun
2006. Pada tahun 2007 jumlah kredit macet
mengalami penurunan yang signifikan dan di tahun 2008 jumlah kredit macet mengalami kenaikan. Pada Kredit Non KPR jumlah
kredit macet mengalami penurunan dari
tahun 2004 sampai dengan tahun 2008.
Tabel 1.2 Fluktuasi Kredit Macet PT Bank Negara
Indonesia, Tbk Cabang Tahun 2004 – 2008 (dalam jutaan rupiah) Jumlah Kredit Macet (Dalam Rp Juta) Jenis Kredit 2004
2005 2006 2007
2008 Griya 277,34 247,65 198 164,50 161 Multiguna 68,25 61,91 47,50 39 40,25 Fleksi - - 37,99 24,65 34,10 Oto - - 18,50 16,59 14,49 Sumber
: PT BNI, Tbk , tahun 2010 Tabel 1.2 menunjukkan bahwa jumlah kredit
macet pada kredit Griya mengalami
penurunan dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Pada kredit multiguna jumlah kredit macet mengalami
penurunan dari tahun 2004 sampai dengan tahun
2007 dan mengalami kenaikan tahun 2008. Untuk jenis kredit fleksi dan oto, PT BNI, Tbk baru mengeluarkan produk tersebut
sejak tahun 2006. Pada kredit fleksi jumlah
kredit macet mengalami penurunan dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2007 dan mengalami kenaikan pada tahun 2008. Kredit
oto mengalami penurunan kredit macet
dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2008.
Berdasarkan latar belakang inilah
penulistertarik untuk membahas masalah yang menyangkut sistem pemberian kredit serta
pengelolaannya, dan sebagai objek pembahasan
masalah, penulis memilih PT Bank Tabungan Negara (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia, Tbk dengan judul ”Analisis Sistem Pemberian Kredit
dalam Mencegah Resiko Kredit Macet pada
Kredit Pemilikan Rumah PT Bank Tabungan
Negara (Persero) dan PT Bank Negara Indonesia, Tbk .” B. Perumusan Masalah Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam
penulisan skripsi ini adalah “Bagaimana
proses pemberian kredit yang dilakukan dapat mencegah resiko kredit macet pada Kredit Pemilikan Rumah PT Bank
Tabungan Negara (Persero) dan PT Bank Negara
Indonesia, Tbk ?.” C. Kerangka
konseptual Kerangka konseptual merupakan
sintesis atauekstrapolasi dari tinjauan teori dan penelitian terdahulu yang mencerminkan
keterkaitan antar indikator yang diteliti dan merupakan tuntutan untuk memecahkan masalah
penelitian dengan menggunakan bagan alur
disertai penjelasan.

Skripsi Manajemen:Sistem Pemberian Kredit Dalam Mencegah Resiko Kredit Macet Pada Kredit Pemilikan Rumah PT. BTN

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.