Rabu, 22 Oktober 2014

Skripsi Manajemen:Pengaruh Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang Konsumsi



BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Laba merupakan indikator yang dapat digunakan
untuk mengukur kinerja operasional perusahaan. Informasi tentang laba mengukur
keberhasilan atau kegagalan bisnis dalam mencapai tujuan operasi yang
ditetapkan (Parawiyati, 1996). Informasi
tentang laba (earnings) mempunyai peran sangat penting
bagi pihak yang berkepentingan terhadap
suatu perusahaan. Pihak internal dan eksternal perusahaan sering menggunakan laba
sebagai dasar pengambilan keputusan seperti pemberian kompensasi dan pembagian bonus kepada manajer, pengukur prestasi atau
kinerja manajemen, dan dasar penentuan besarnya pengenaan pajak. Oleh karena
itu kualitas laba menjadi pusat perhatian bagi investor, kreditor, pembuat
kebijakan akuntansi, dan pemerintah. Laba yang berkualitas adalah laba yang
dapat mencerminkan kelanjutan laba
(sustainable earnings) dimasa depan, yang ditentukan oleh yang salah satunya ditentukan oleh modal
kerja (Penman, 2001 : 323).
Modal kerja merupakan dana yang
harus tersedia dalam perusahaan yang dapat digunakan untuk membelanjai kegiatan
operasinya sehari-hari, misalnya untuk memberikan persekot pembelian bahan
mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan sebagainya, dimana uang atau dana yang telah
dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam
waktu yang pendek melalui hasil penjualan produknya. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja
akan membantu manajer keuangan dalam merencanakan berapa penggunaan dana dengan
sebaik-baiknya untuk dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perusahaan
sebab apabila perusahaan 1 Imelda
Yulistri : Pengaruh Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih
Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia,
2009.
kekurangan
dana tentu akan sulit berkembang.
Kekurangan modal kerja terus-menerus yang tidak segera diatasi tentu akan
menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Modal kerja yang akan digunakan
sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar dapat memberikan keuntungan
yang maksimal sehingga suatu perusahaan bisa beroperasi secara ekonomis dan
juga modal kerja yang cukup dapat menekan biaya perusahaan menjadi rendah,
menunjang segala kegiatan operasi perusahaan secara teratur. Selain itu
pemilikan modal kerja yang cukup akan memberikan beberapa keuntungan, antara
lain memungkinkan perusahaan dapat membayar semua kewajibannya tepat pada
waktunya, memungkinkan perusahaan tersebut untuk memiliki persediaan dalam jumlah
yang cukup untuk melayani konsumen, dan memungkinkan perusahaan tersebut untuk
dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk
memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.
Penetapan besarnya modal kerja
yang dibutuhkan oleh perusahaan berbeda-beda, salah satunya bergantung pada jenis
perusahaan. Kebijakan perusahaan dalam mengelola jumlah modal secara tepat akan
mengakibatkan keuntungan, sedangkan akibat dari penanaman modalkerja yang
kurang tepat akan mengakibatkan kerugian. Agar dapat menilai posisi keuangan
suatu perusahaan dalam menyelesaikan kewajibankewajibannya, maka perlu
digunakan alat analisis yang dinamakan rasio likuiditas, artinya rasio yang
memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya.
Dari perhitungan rasio ini diharapkan dapat membantu para manajer untuk menilai
efektivitas dan efisiensi modal kerja yang digunakan perusahaan dalam menjalankan
usahanya. Analisis rasio terhadap modal
kerja perusahaan pun sangat perlu Imelda Yulistri : Pengaruh Efektivitas Dan
Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang Konsumsi Di Bursa
Efek Indonesia, 2009.
dilakukan
untuk mengetahui dan menginterpretasikan posisi keuangan jangka pendek perusahaan
serta meneliti efectivitas dan kebutuhan modal kerja dalam perusahaan.
Apabila jumlah aktiva lancar
terlalu kecil, maka akan menimbulkan situasi illikuid, sedangkan apabila jumlah
aktiva lancar yang terlalu besar akan berakibat timbulnya aktiva lancar atau
dana yang menganggur. Semua ini akan berpengaruh kepada jalannya operasi perusahaan yang pada akhirnya
akan mengurangi keuntungan atau laba yang seharusnya diperoleh perusahaan pada
periode yang bersangkutan. Pengelolaan modal kerja yang baik selain akan lebih
memperlancar aktivitas perusahaan juga dapat meningkatkan keberhasilan usaha
untuk meraih keuntungan yang diharapkan.Dengan demikian modal kerja statu
perusahaan harus efektif dan sesuai dengan yang dibutuhkan, tidak terlalu
besar, juga tidak terlalu kecil.
Studi dokumentasi
pendahuluan yang dilakukan terhadap
modal kerja dan laba bersih industri
barang konsumsi yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 1.1.Rata – rata
Modal Kerja dan Laba Bersih
IndustriBarang Konsumsi di Bursa Efek IndonesiaTahun 2006 dan No.
Variabel Penelitian Tahun
2006 Tahun 1 Laba
bersih Rp. 1,284.17
Rp. 691.
2 Efektivitas Modal kerja 1.99x
2.26x 3 Kebutuhan Modal Kerja Rp.
1,317.60 Rp. 2,682.
Sumber
: JSX (2006 & 2007) (Diolah) Tabel 1.1. di atas menunjukkan bahwa rata
–rata laba bersih industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia pada tahun
2007 mengalami penurunan. Kenaikan laba bersih
perusahaan kontradiktif dengan tingkat efektktivitas modal kerja dan kebutuhan modal
kerja yang mengalami kenaikan pada tahun 2007.
Imelda Yulistri : Pengaruh
Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang
Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
Fenomenadi atas merupakan ide yang
mendasari dilakukannyareplikasi penelitian
dengan judul : Pengaruh Efektivitas Dan
Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang Konsumsi Di Bursa
Efek Indonesia.
B. Perumusan Masalah Relevan
dengan latar belakang di atas dan berdasarkan studi dokumentasi pendahuluan
yang dilakukan terhadap laporan keuangan
Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dirumuskan
permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini : 1.
Apakah terdapat pengaruh
secara simultan efektivitas
dan kebutuhan modal
kerja terhadap laba
bersih Industri Barang
Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
2.
Apakah terdapat pengaruh secara parsial efektivitas dan kebutuhan modal
kerja terhadap laba bersih Industri
Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia? C. Kerangka Konseptual Kerangka
pemikiran dalam penelitian ini adalah
membahas tentang pengertian modal kerja
yang merupakan bagian modal perusahaan yang digunakan untuk membiayai kegiatan
operasional sehari-hari, misalnya
membeli bahan mentah,
membayar gaji karyawan,dan lain-lain (Riyanto, 2001 : 96).
Manajemen modal kerja yang efektif sangat penting bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Efektifitas modal kerja merupakan suatu ukuran bagaimana modal kerja perusahaan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk melakukan Imelda Yulistri : Pengaruh
Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang Konsumsi
Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
proses produksi sehingga akan didapat volume penjualan yang sudah ditargetkan dan tujuan perusahaan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan penjualan.
Selain itu kebutuhan modal kerja juga menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Jumlah kebutuhan modal kerja sangat dipengaruhi oleh periode terikatnya modal kerja, serta banyaknya pengeluaran kas rata-rata setiap hari. Jumlah modal kerja yang dibutuhkan tidak hanya ditentukan oleh besarnya penjualan tetapi juga oleh periode terikatnya
modal kerja, makin cepat
perputarannya maka cepat pula
modal kerja yang dibutuhkan. Sedangkan panjangnya periode terikatnya setiap unit modal kerja tergantung pada
jangka waktu berlangsungnya
setiap proses produksi, cara
penjualan hasil produksinyasecara tunai atau kredit, dan sebagainya.
Laporan keuangan selain sebagai sumber informasi juga sebagai pertanggungjawaban dan juga menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan dalam mencapai
tujuannya. Salah satu jenis laporan keuangan adalah laporan laba-rugi dimana pengertiannya adalah ringkasan dari pendapatan dan biaya perusahaan
selama periode tertentu, dan
diakhiri dengan laba atau rugi bersih untuk periode tersebut.
Laba tidak dapat menjadi
satu-satunya tujuan perusahaan karena
untuk memperoleh laba yang
maksimum, perusahaan harus menghasilkan produk dengan cara dan dalam bentuk volume penjualan sehingga akhirnya akan didapat pendapatan penjualan. Volume penjualan diartikan sebagai seluruh jenis barang yang disediakan/diserahkan
kepada konsumen atau pelanggan tanpa memandang jumlah rupiah relatif tiap jenis
produk tersebut ataupun sering tidaknya
produk tersebut dihasilkan, sedangkan pendapatan penjualan adalah kenaikan modal pemilik karena adanya penjualan produk kepada konsumen. Laba bersih
akan terjadi kalau pendapatan
yang Imelda Yulistri : Pengaruh Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap
Laba Bersih Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
dihasilkan melebihi pengorbanan untuk mendapatkan pendapatan tersebut, sedangkan kalau
rugi dapat dibebankan terhadap operasi tahun berjalan (walaupun tidak sebagai pengurang pendapatan kotor), rugi tersebut dapat diperlukan sebagai pengurang laba bersih.
Analogi dari deskripsi di atas
menunjukkan bahwa : 1. Terdapat hubungan
antara efektifitas modal kerja dengan laba bersih, 2. Terdapat hubungan antara kebutuhan modal
kerja dengan laba bersih 3. Terdapat
hubungan antara efektifitas modal kerja dan
kebutuhan modal kerja dengan laba bersih.
Berdasarkan ketiga analogi di
atas, hubungan variabel penelitian dalam penelitian ini digambarkan melalui diagram konseptual
dibawah ini.

Skripsi Manajemen:Pengaruh Efektivitas Dan Kebutuhan Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Industri Barang Konsumsi

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.