Rabu, 29 Oktober 2014

Skripsi Industrial Engineering: Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Model Economic Value added (eva) di pt. Bank sumut



BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan
industri perbankan saat ini melaju dengan begitu pesat, hal ini dibuktikan dengan munculnya
pesaing-pesaing baru di industri perbankan.
Persaingan tidak hanya datang
dari industri perbankan konvensional sendiri tetapi juga dikejutkan dengan datangnya konsepsyariah
yang terus berkembang dengan laju
pertumbuhan perbankan syariah yang sangat cepat. Hal ini membuat semakin ketatnya persaingan di industri perbankan.
Mengingat ketatnya persaingan di industri
perbankan maka setiap perbankan dituntut untuk terus meningkatkan kinerjanya.
Kinerja perusahaan yang baik
menjadi salah satu alasan bagi para investor untuk menanamkan dananya dalam perusahaan
tersebut karena dengan kinerja yang baik
diharapkan dapat meningkatkan kekayaan pemegang sahamnya. Tetapi apakah pemegang saham memiliki suatu alat ukur
yang tepat bagi kinerja manajemen yang
telah dipilihnya, masih menjadi pertanyaan bagi para pemegang saham. Keberhasilan pencapaian tujuan tersebut
diukur melalui pengukuran kemajuan
kinerja keuangan perusahaan. Bagi perusahaan perbankan, kinerja keuangan merupakan bagian dari kenerja bank
secara keseluruhan. Kinerja ini merupakan
gambaran prestasi yang dicapai bank dalam operasionalnya, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran,
penghimpunan dana, teknologi maupun sumber
daya manusia.
Jual skripsi PT. Bank Sumut
adalah perusahaan jasa perbankan yang sampai saat ini tetap exis dan terus mengembangkan usaha
perbankannya menuju kinerja terbaik.
Pengukuran kinerja pada PT. Bank
Sumut menggunakan analisis rasio seperti : Return on Equity(selanjutnya akan digunakan
istilah ROE) dan Return on Assets (selanjutnya akan digunakan istilah ROA). ROE
merupakan perbandingan antara laba
bersih dengan ekuitas (Bodie, et. Al., 2002). JikaROE suatu bank tinggi hal tersebut mencerminkan laba perusahaan tersebut
tinggi yang pada akhirnya dapat memberikan
pengaruh yang positif terhadap harga saham. Sedangkan ROA lebih melihat pada keefektifan perusahaan didalam
menghasilkan keuntungan atas total asset
yang digunakan. ROA merupakan laba bersih setelah pajak dibagi dengan total
asset. Jika nilai ROA tinggi maka kemampuan manajemen perusahaan mengoptimalkan asset yang digunakan untuk
menghasilkan keuntungan semakin tinggi
dan ini dapat memberikan pengaruh positif terhadap return saham perusahaan yang bersangkutan. (Taufik, 2007) Namun demikian, Pandey (2002) menyatakan bahwa
pendekatan ROE dan ROA yang merupakan
pendekatan tradisional akuntasi yang sering digunakan didalam mengukur rentabilitas suatu perusahaan
agaknya mendapat kritikan karena
pendekatan ini tidak memperhitungkan biaya ekuitas saham (Cost of equity) di dalam perhitungannya. Utomo (1999)
mengemukakan bahwa kinerja dan prestasi
manajemen yang diukur dengan rasio-rasio keuangan sangat bergantung pada metode atau perlakuan
akuntansi yang digunakan dan masih menimbulkan
adanya distorsi akuntansi yang menyebabkan pengukuran kinerja berdasarkan rasio-rasio keuangan tidak efektif
lagi. Selain itu, pengukuran Jual
skripsi berdasarkan rasio ini tidakdapat diandalkan dalam mengukur nilai tambah
yang tercipta dalam periode tertentu,
maka kritik diajukan tentang seberapa valid pengukuran kinerja berdasarkan rasio keuangan
dapat menunjukkan kinerja sebenarnya
dari manajemen perusahaan.
Steward (1990) memperkenalkan
suatu pendekatan pengukuran kinerja keuangan
perusahaan. Pendekatan ini disebut dengan Economic Value Added (selanjutnya
akan digunakan istilah EVA). EVA mencoba mengukur nilai tambah (value creation) yang dihasilkan suatu
perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya
modal (cost of capital) yang timbul sebagai akibat investasi yang dilakukan.
EVA berusaha mengukur nilai
tambah pemegang saham dengan memperhatikan biaya modal yang meningkat, karenabiaya modal
menggambarkan risiko perusahaan.
(Iramani and Febrian, 2005).
Pada perkembangan konsep EVA
semakin populer karena memiliki keunggulan-keunggulan
dimana dapat digunakan sebagai alat pengambilan keputusan atas strategi dapat mudah digunakan
dan mencerminkan kekayaan sebenarnya
yang diraih oleh pemegang saham.
EVA merupakan indikator tentang
adanya penciptaan nilai dari suatu investasi.
Perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal ditandai dengan nilai EVA yang positif karena
perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian
yang melebihi tingkat biaya modal. Tetapi apabila nilai EVA negatif maka menunjukkan nilai perusahaan
menurun karena tingkat pengembalian
lebih rendah dari biaya modal. Secara sederhana apabila EVA>0 maka telah terjadi proses nilai tambahpada
perusahaan, Sementara apabila Jual
skripsi EVA=0 menunjukkan posisi impas perusahaan. Sebaliknya apabila EVA<0
maka menunjukkan tidak terjadinya proses
nilai tambah pada perusahaan, karena laba yang tersedia tidak bisa memenuhi harapan para
penyandang dana. (Iramani and Febrian,
2005).

Skripsi Industrial Engineering: Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Model Economic Value added (eva) di pt. Bank sumut

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.