BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang MasalahDengan semakin
meningkatnya persaingan pada bidang manufaktur, maka perusahaan harus melakukan perbaikan
secara continuous untuk menjaga kestabilan perusahaan dalam mencapai visinya.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan
adalah sistem maintenance perusahaan. Karena mesin-mesin merupakan asset perusahaan yang perlu dijaga ketersediaannya
(availability) untuk mendukung
kelancaran proses produksi. Oleh sebab itu, perlu dijaga dan ditingkatkan kehandalan mesin sehingga dapat
mendukung kelancaran proses produksi.PT. Sinar Sosro adalah salah satu
perusahaan yang bergerak di bidang produksi
minuman dengan skala besar (mass production). PT. Sinar Sosro terletak di Jl. Tanjung Morawa-Medan Km 14,5 Deli
Serdang. PT. Sinar Sosro Cabang Deli
Serdang memproduksi minuman botol berupa Teh Botol, Fruit Tea, Green Tea, Prima. Produk utama PT. Sinar Sosro
adalah Teh Botol Sosro. Dalam proses produksi,
PT. Sinar Sosro menggunakan sistem produksi yang bersifat repetitive.
PT. Sinar Sosro merupakan
perusahaan yang bersifat make to stock
dimana produksi dilakukan untuk
menjaga tingkat persediaan barang jadi di gudang mencukupi permintaan untuk beberapa hari ke
depan. Hal tersebut menyebabkan ketersediaan
dan kehandalan mesin merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Jual skripsi Proses produksi teh
sosro secara umum terdiri dari proses pengangkatan botol, pencucian botol, inspeksi botol yang
cacat dan kusam, pengisian teh, scanning
barcode, inspeksi dan pengangkatan ke wadah krat. Teh yang diisikan ke botol pada proses filling telah dibuat terlebih dahulu melalui proses penyeduhan dan penyaringan pada bagian
kitchen. Dengan demikian, susunan plant
system dari mesin produksi PT. Sosro bersifat serial (berderet). Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin saja, maka
secara keseluruhan proses produksi akan
berhenti (breakdown).
Rata-rata breakdown mesin pada
PT. Sinar Sosro adalah sekitar 4-5 jam dalam
satu bulan. Dengan kapasitas produksi lini tiga PT. Sinar Sosro yang menghasilkan sekitar 24.000 botol/jam, maka
losses akibat breakdown mesin tersebut adalah sekitar 120.000 botol. Jika
losses tersebut dikonversikan ke dalam nilai
uang, maka PT. Sinar Sosro telah mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat breakdown tersebut setiap bulannya.
Selain itu, dampak yang ditimbulkan akibat
terjadinya kerusakan komponen pada mesin adalah timbulnya botol pecah terutama pada mesin bottle washer.
Ketersediaan mesin pada saat
produksi tanpa adanya breakdown sangat penting
karena adanya teh cair untuk produk teh botol, fruit tea yang telah dimasak, menunggu untuk diproses. Proses
produksi tetap harus dilaksanakan karena
teh cair yang telah dimasak harus diisi ke dalam botol. Jika terjadi kerusakan mesin secara tiba-tiba maka dapat
berdampak pada timbulnya overtime atau
lembur.
Jual skripsi Sistem perawatan
(maintenance) yang selama ini berjalan di PT. Sinar Sosro adalah dengan pendekatan konsep CILAR
(Clean, Investigate, Lubricate, Adjust, Repair). Kegiatan perawatan berdasarkan
konsep tersebut dimana penggantian part
hanya terjadi apabila komponen tersebut mengalami kerusakan.
Berdasarkan latar belakang
tersebut, diperlukan suatu usulan sistem pencegahan terhadap kerusakan mesin atau
kegiatan preventive maintenance terhadap
mesin sehingga resiko terjadinya breakdown mesin dapat diminimalkan.
Selain itu, dengan adanya sistem
maintenance yang baik dan terencana, maka logistik ketersediaan spare parts juga dapat
diatur agar tetap tersedia pada saat yang
dibutuhkan, dengan jumlah yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi. Jika tidak segera dilakukan perbaikan terhadap
permasalahan tersebut, maka semakin lama
sejalan dengan bertambahnya usia mesin akan menimbulkan kerugian materi yang lebih besar lagi akibat penurunan
kehandalan mesin.
1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
yang telah dipaparkan, dapat dirumuskan permasalahan
pada PT. Sinar Sosro adalah seringnya terjadi breakdown produksi telah menimbulkan kerugian baik dalam waktu produksi
dan materi. Dengan demikian perlu diusulkan
suatu rancangan preventive maintenance pergantian komponen kritis agar tidak terjadi kerusakan secara tiba-tiba yang dapat
mengakibatkan breakdown mesin.
Jual skripsi 1.3. Tujuan Pemecahan Masalah Tujuan pemecahan masalah terbagi menjadi dua
yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan umum pemecahan masalah adalah untuk meminimumkan terjadinya breakdown mesin produksi pada PT.
Sinar Sosro.
Tujuan khusus pemecahan masalah
adalah: 1. Untuk menghasilkan suatu rancangan
maintenance yang berupa jadwal penggantian
komponen kritis.
2. Untuk membuat suatu Standard Operating
Procedure (SOP) untuk perawatan mesin.
0 komentar:
Posting Komentar