Sabtu, 04 Oktober 2014

Skripsi Electrical Engineering:Analisis Kinerja BER OFDM dengan Menggunakan Low-Density Parity-Check (LDPC) pada Sistem DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial)



BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah Seluruh
mata rantai broadcasting saat ini mulai
dari proses produksi hingga ke
distribusi televisi telah dilakukan secara digital, namun mata rantai terakhir proses transmisi ke end-user umumnya
masih dilakukan secara analog.
DVB (Digital Video Broadcast)
adalah salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV digital hingga ke
end-user. Saat ini salah satu pengembangan
DVB yang menarik adalah penggunaan standar DVB dalam penyiaran televisi digital terrestrial (DVB-T)
dan hand-held (DVB-H).
DVB-T lebih dikenal dengan siaran
televisi digital menjadi standar yang banyak dipakai di dunia karena beberapa
kelebihannya, terutama karena keandalan
DVB-T yang mampu mengirimkan sejumlah besar data pada kecepatan tinggi secara
point-to-multipoint. Sistem DVB-T merupakan sistem penyiaran langsung dari pemancar bumi (terrestrial) ke
pemirsa di rumah. Fungsi pemancar bumi
adalah untuk mentransmisikan data digital MPEG-2 yang telah dimodulasi menjadi gelombang VHF/UHF untuk dipancarkan menggunakan antena pemancar[1].
DVB-T menggunakan teknik modulasi
OFDM (Orthogonal Frequency Divison
Multiplexing) dengan pilihan tipe modulasi QPSK, 16QAM atau 64QAM.
OFDM merupakan sebuah solusi yang
menjanjikan untuk transmisi dengan data rate
tinggi pada frequency selective fading
channels. OFDM relatif lebih sederhana
dibandingkan dengan sistem single carrier. Kelemahan sistem OFDM 2 yaitu
rentan terhadap adanya distorsi nonlinier, khsnya clipping noise.
Clipping noise dikarakteristikka n oleh clipping rasio (CR) yang didefinisikan sebagai rasio antara clipping threshold dengan
level RMS dari sinyal OFDM.
Clipping merupakan distorsi
nonlinier yang biasa terjadi pada amplifier
di sisi transmitter yang mampu menyebabkan performance loss (penurunan performansi) pada sistem OFDM.
Dengan adanya kelemahan pada
sistem OFDM akibat adanya clipping noise
pada sisi transmitter tersebut maka perlu dikembangkan penelitian untuk mengatasi dan meningkatkan performansi sistem
OFDM terhadap pengaruh clipping noise
pada sistem DVB-T. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melalui metode pengkodean dengan
Low-Density-Parity-Check (LDPC) yang memberikan penguatan coding. DVB-T menggunakan
2 mode carrier IFFT-FFT yaitu mode 2K dan 8K.
Pada Tugas Akhir ini penulis akan
membandingkan hasil kinerja sistem DVB-T
yang dipengaruhi clipping noise dan menggunakan LDPC dengan mode carrier IFFT-FFT 2K dan 8K yang diperoleh dari
kanal AWGN.
1.2 Rumusan Masalah Dari latar
belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan pada Tugas Akhir
ini yaitu: 1. Bagaimana pengaruh Clipping Noise terhadap
kinerja BER pada OFDM DVB-T? 2. Bagaimana pengaruh Clipping Noise terhadap kinerja BER dengan menggunakan LDPC pada OFDM DVB-T? 3 1.3
Tujuan Penulisan Tugas Akhir Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini ialah
1.
Untuk memperoleh gambaran kinerja BER yang terbaik yang dipengaruhi clipping noise pada OFDM DVB-T mode carrier 2K
dan 8K.
2. Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan
BER dengan menggunakan teknik LDPC.
1.4 Manfaat Penulisan Tugas Akhir
Manfaat penulisan Tugas Akhir ini adalah
dapat diimplementasikan bagi peningkatan
kinerja BER, khsnya pada sistem OFDM DVB-T.
1.5 Batasan Masalah Adapun beberapa batasan masalah pada penulisan
Tugas Akhir ini adalah : 1. Hanya
membahas sistem DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terrestrial) secara umum.
2. Hanya membahas tentang analisis kinerja OFDM
dengan menggunakan LDPC pada sistem
DVB-T.
3. Teknik modulasi yang digunakan adalah
modulasi QPSK.
4. Model kanal yang digunakan adalah kanal AWGN.
5. Simulasi menggunakan Matlab R2010a.
6. Parameter yang diukur untuk menentukan
kinerja sistem hanya meliputi perhitungan
BER (Bit Error Rate).
4 1.5
Metodologi Penulisan Metodologi penulisan yang digunakan oleh penulis pada
penulisan Tugas Akhir ini adalah : 1. Studi Literatur, yaitu berupa studi
kepustakaan dan kajian dari jurnal-jurnal pendukung baik dalam bentuk hard copymaupun
soft copy.
2. Simulasi, yaitu suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh
data yang akan digunakan untuk
menganalisa Tugas Akhir ini.
1.6 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pemahaman terhadap Tugas
Akhir ini maka penulis menyn sistematika
penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan yang berisikan
tentang latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penulisan, batasan masalah,
manfaat penulisan, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.
BAB II : KONSEP DASAR Bab ini berisi tentang gambaran
umum/dasar teori dari sistem OFDM,
modulasi/demodulasi QPSK, Additive White Gaussian Noise (AWGN), IFFT/FFT, guard interval,
Low-Density-ParityCheck (LDPC), Teknologi Digital Video Broadcasting
Terrestrial (DVB-T).
5 BAB
III :
PEMODELAN BER OFDM PADA SISTEM DVB-T DENGAN MENGGUNAKAN CLIPPING NOISE DAN LDPC Bab ini
membahas mengenai pemodelan simulasi sistem OFDM yang terdiri dari struktur simulasi, parameter
masukan simulasi, proses simulasi dan
prinsip kerja sistem.
BAB IV: SIMULASI DAN ANALISIS BER OFDM DENGAN MENGGUNAKAN CLIPPING NOISE DAN LDPC PADA SISTEM DVB-T Bab ini menampilkan hasil simulasi OFDM pada
sistem DVB-T serta membahas pengaruh
Cipping Noise dan LDPC terhadap kinerja
OFDM DVB-T.
BAB V : PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan
dan saran dari hasil penelitian tugas
akhir.

Skripsi Electrical Engineering:Analisis Kinerja BER OFDM dengan Menggunakan Low-Density Parity-Check (LDPC) pada Sistem DVB-T (Digital Video Broadcasting Terrestrial)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.