Rabu, 22 Oktober 2014

Skripsi Civil Engineering:Pemodelan Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Karya Agung & KBT (Koperasi Bintang Tapanuli) dengan ketepatan Model Probit dan Logit, Studi Kasus Medan-Balige



BAB I PENDAHULUAN
I.1
Umum Sistem Transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
infrastruktur setiap daerah, baik daerah
perkotaan maupun pedesaan, negara maju ataupun negara sedang berkembang, maka perencanaan transportasi sangat erat hubungannya dengan kebijakan ekonomi dan
sosial secara luas, (Morlok, 1978).
Kegiatan masyarakat sehari-hari bersangkut
paut dengan produksi barang dan jasa
untuk memenuhi kebutuhannya yang beranekaragam. Usaha untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa pada
masyarakat di setiap daerah diwujudkan
dalam pembangunan jasa angkutan. Ketesediaan jasa angkutan ini menimbulkan perkembangan baru sepanjang
lintasan dari daerah yang satu ke daerah
yang lain, (Warpani, 1990).
Masyarakat sangat bergantung terhadap
transportasi pada saat akan melakukan
pergerakan. Sangat jelas bahwa transportasi memiliki hubungan yang sangat erat dalam perilaku hidup manusia,
jangkauan dan dalam mencapai lokasi dari
setiap kegiatan yang produktif. Transportasi akan memberikan pelayanan bagi masyarakat secara menyeluruh
dalam memenuhi kebutuhan manusia.
Transportasi yang tersedia meliputi transportasi darat, air dan udara.
Masyarakat yang ingin melakukan perjalanan
atau pergerakan yang cukup jauh cenderung
memakai jasa angkutan penumpang.
Pada suatu pergerakan antar kota, faktor
pemilihan moda memegang peranan yang
cukup penting. Seseorang yang akan bergerak dari satu kota ke kota lainnya tentu akan mempertimbangkan banyak hal
yaitu apakah pergerakan yang dilakukannya menggunakan angkutan umum saja.
Selanjutnya dalam hal menggunakan
angkutan umum, banyak pilihan moda transportasi yang dapat digunakan. Semua hal tersebut terkait erat
dengan berbagai karakteristik baik moda,
jenis perjalanan maupun karakteristik dari pelaku perjalanan itu sendiri, ( Andri, 2007).
I.2 Latar Belakang Pergerakan (mobilitas) antar kota sangat
membutuhkan sarana transportasi dalam
memenuhi kebutuhan. Demikian yang terjadi pada masyarakat di kota Medan, yaitu ketika mereka ingin melakukan
pergerakan keluar dari kawasan Medan ke
daerah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan. Hadirnya pergerakan antar kota ini juga melahirkan
angkutan jalan raya yang terus meningkat
yang diikuti dengan masalah seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan dll.
Pelayanan jasa transportasi secara signifikan
menunjukkan jumlah yang cukup banyak dan
masyarakat dengan bebas memilih moda transportasi yang akan digunakan. Salah satu contoh kasus yang akan
diteliti oleh penulis adalah pergerakan
masyarakat dari Medan ke Balige yang merupakan ibukota dari kabupaten Toba Samosir. Transportasi yang
tersedia dari Medan ke Balige masih
mempergunakan pelayanan transportasi darat. Moda yang tersedia hingga pada saat ini umumnya adalah bus angkutan
penumpang kecil dan sedang yang
dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda beda. Masing-masing moda transportasi yang ada akan menawarkan
pelayanan jasa yang berbedabeda pada calon penumpang, dengan hal ini para
pengguna jasa angkutan dihadapkan pada pemilihan
moda transportasi yang akan digunakan oleh mereka. Berkaitan dengan kondisi tersebut
penulis tertarik untuk mengetahui kompetisi
pemilihan moda oleh penumpang, apa yang menjadi karakteristik penumpang pada saat memilih moda, serta
penulis juga ingin mengetahui dan mengamati
seberapa besar atribut perjalanan perjalanan mempengaruhi mereka pada saat memilih moda.
Untuk itu penulis ingin melakukan penelitian
bagaimana pemilihan masyarakat terhadap
moda angkutan penumpang antara jenis bus angkutan Karya Agung dan Koperasi Bintang Tapanuli
dengan trayek Medan – Balige.
Kedua jenis moda ini dipilih karena
menunjukkan perbedaan yang secara signifikan
seperti halnya dalam atribut serta menunjukkan persaingan yang kompetitif dalam hal pelayanan jasa angkutan.
Jika dianalisa dari segi biaya perjalanan, Bus
Karya Agung ini memiliki biaya perjalanan
sebesar Rp35.000 dan memakan waktu perjalanan berkisar 6 - 7 jam.
Bus
Koperasi Bintang Tapanuli mempunyai waktu tempuh perjalanan sekitar 5 - 6 jam tiba di tempat tujuan, waktu tempuh
KBT sedikit lebih cepat dari moda lain,
untuk biaya perjalanan (cost) dikenakan sebesar Rp 40.000.
Probabilitas terpilihnya moda Karya agung dan
Koperasi Bintang Tapanuli ini sangat
bergantung pada preferensi pengguna jasa dengan penawaran atribut yang berbeda-beda oleh penyedia jasa angkutan
umum. Menemukan probabilitas terpilihnya moda dapat digunakan
dengan melakukan pemodelan pemilihan
moda. Dalam hal ini penulis ingin melakukan penggunaan model probit dan logit serta membahas bagaimana
hasilnya dan menemukan model mana yang
lebih baik digunakan.
Untuk mendapatkan kondisi bagaimana pemilihan
moda dari setiap pengguna jasa angkutan
ini maka diperlukan sampel dengan melakukan penelitian yaitu berupa survei pendekatan
terhadap perilaku individu atau masyarakat yang pernah menggunakan kedua moda
tersebut. Dari kuisioner yang dibagikan
akan diperoleh tingkat preferensi dan sensitivitas dari pengguna jasa dan kemudian hasilnya akan diolah dengan
menggunakan metode Stated Preference.
Dengan hasil itu semua penulis akan menganalisa mengapa si A lebih memilih bus angkutan yang ke-1
dibandingkan angkutan yang ke-2. Dari hasil
analisa ini juga akan diperoleh variabel-variabel yang merupakan faktorfaktor
yang mempengaruhi dalam penggunaan kedua jasa angkutan umum dan merumuskannya ke dalam model matematis yaitu
model probitdan logit.
I.3
Tujuan dan Manfaat I.3.1 Tujuan Adapun
tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah : 1. Untuk menganalisa perilaku pengguna jasa
angkutan umum dengan tujuan memperoleh
hal-hal yang mempengaruhi pengguna jasa angkutan pada saat memilih moda transportasi.
2.
Untuk menganalisis probabilitas pengguna jasa angkutan KBT dan Karya Agung pada ruas Medan-Balige dalam hal
pemilihan moda berdasarkan hasil analisa
regresi dengan ketepatan pengembangan model
probit dan logit.
3.
Untuk mengestimasi pengaruh sensitivitas pengguna jasa angkutan dalam menentukan pemilihan moda Karya Agung
dan Koperasi Bintang Tapanuli jika
dilakukan perubahan terhadap atribut perjalanannya.
I.3.2 Manfaat Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai pertimbangan yang menjadi bahan masukan bagi perusahaan
penyedia jasa angkutan penumpang untuk
melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan angkutan penumpang.
I.4
Ruang Lingkup Studi Diperlukan pembatasan untuk menghindari penelitian yang
terlalu luas dan terarah sesuai dengan
tujuan. Dengan mengingat kondisi tersebut di atas maka ruang lingkup studi dan pembahasan ,yaitu
: •
Moda transportasi yang ditinjau adalah angkutan umum Karya Agung dan Koperasi Bintang Tapanuli.

Penelitian ini dilakukan hanya mengambil pergerakan dari Medan – Balige , tidak demikian sebaliknya.
Atribut perjalanan yang dipakai pada kondisi
saat ini (eksisting) pada moda angkutan
penumpang bus Karya Agung dan Koperasi Bintang Tapanuli yang ditinjau dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel I.1 Kondisi saat ini (eksisting) pada
moda angkutan penumpang Karya Agung dan
Koperasi Bintang Tapanuli.
No Atribut
Jenis Moda / Kendaraan Karya Agung
Koperasi Bintang Tapanuli 1 Biaya
perjalanan (Cost) Rp. 35.000 Rp. 40.
2 Waktu
tempuh perjalanan (Time) 6-7 jam 5-6 jam 3
Jadwal keberangkatan (Headway) Tiap
15 menit Tiap 15 menit Sumber : Survei
ke lapangan dengan wawancara kepada pegawai (pekerja) usaha pengangkutan, supir dan beberapa
penumpang.
• Responden yang dipilih adalah penumpang Karya
Agung dan Koperasi Bintang Tapanuli.
• Teori
pemilihan moda didasarkan pada pendekatan perilaku individu yaitu teori pemilihan diskrit (Discrete Choice
Models) .
Menurut Tamin 2008, Model pemilihan diskrit dinyatakan sebagai probabilitas setiap individu dalam memilih
suatu pilihan merupakan fungsi ciri sosio-ekonomi
dan daya tarik pilihan tersebut. Untuk menyatakan daya tarik suatu alternative, digunakan konsep utilitas.
Menurut
Fidel Miro model pilihan diskret (biner) dibagi menjadi 3 jenis model diantaranya : a.
Model Logit Biner Model logit
biner ini hanya untuk pilihan 2 moda transportasi alternatif yaitu moda i dan moda j. Bentuk model ini
berupa: probabilitas (%) peluang moda i
untuk dipilih adalah bergantung pada nilai parameter atau kepuasan menggunakan moda i dan j serta nilai
eksponensial.
b.
Model Probit (Binary Probit) Juga
untuk 2 moda altenatif, tetapi model ini menekankan untuk menyamakan peluang (kemungkinan) individu
untuk memilih moda 1, bukan moda 2 dan
berusaha menghubungkan antara jumlah perjalanan dengan variabel bebas yang mempengaruhi, misalnya
biaya (cost) dan variabel ini harus
terdistribusi normal.
c. Model Multi Nominal (MNL) Model ini merupakan
model pilihan diskret yang paling terkenal dan popular. Pilihan yang dihadapi oleh konsumen
dalam model ini cukup banyak (lebih dari
2 pilihan) seperti 3 pilihan, 4 pilihan, dan seterusnya, sebagai contohnya ada moda kendaraan pribadi, ada
mikrolet, ada taksi,ada taxi, ada sepeda
motor, ada berjalan kaki, ada bus umum, atau kereta api cepat.

Analisis data digunakan dengan menggunakan teknik Stated Preference.
Stated Preference (SP) merupakan sebuah pendekatan eksperimen
kontrol sistem transportasi yang dibuat
dengan mengadakan hipotesis situasi perjalanan, yang mengacu pada pendekatan dengan menggunakan
pendapat responden dalam menghadapi
berbagai pilihan alternatif. Teknik SP menawarkan sebuah teknik untuk menyediakan informasi tentang permintaan dan
perilaku perjalanan dengan baik untuk suatu
pengeluaran tertentu dengan alasan tertentu. Teknik SP mengacu pada suatu pendekatan yang menyatakan suatu pendekatan
yang menggunakan pernyataan mengenai
bagaimana responden memberikan respon terhadap situasi yang berbeda atau berubah.

Skripsi Civil Engineering:Pemodelan Pemilihan Moda Angkutan Penumpang Karya Agung & KBT (Koperasi Bintang Tapanuli) dengan ketepatan Model Probit dan Logit, Studi Kasus Medan-Balige

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.