Senin, 06 Oktober 2014

Skripsi Civil Engineering:.Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Pada Proyek Pembangunan Gedung



BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah Pekerjaan
konstruksi merupakan kegiatan
yang cukup banyak menggunakan berbagai
peralatan, baik canggih maupun manual. Peralatan ini dilaksanakan di lahan yang
terbatas luasnya dalam
berbagai jenis kegiatan
sehingga menyebabkan resiko tinggi
terhadap kecelakaan. Di
samping peralatan, berkurangnya
pengetahuan pekerja mengenai
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian dalam hal pengawasan K3 juga salah satu penyebab
terjadinya kecelakaan.
Berdasarkan data PT Jamsostek
Provinsi wilayah I, jumlah kasus kecelakaan kerja di Sumatera Utara tahun 2009
cabang sebanyak 744 kasus kecelakaan kerja, sedangkan sepanjang tahun 2012 telah
terjadi kecelakaan kerja 2062 kasus dan berdasarkan data
Agustus 2013 telah
terjadi 1197 kecelakaan
Kerja. (Suaraburuh, 2013).
Dalam hal klasifikasi kondisi
kerja ditemukan bahwa kecelakaan dengan alat pengaman tidak sempurna mencapai angka yang cukup dominan yaitu 78.87% dan kecelakaan
dengan menggunakan peralatan
tidak seharusnya mencapai
6.21%.
Sementara untuk
klasifikasi berdasarkan sumber
kecelakaan dengan menggunakan mesin
(press, bor dan
gergaji) mendominasi angka
39.88% dan dengan
perkakas kerja tangan mencapai
14.44% (Shaleh, 2009).
Dilihat dari
data kecelakaan yang
ada, menunjukkan bahwa
pekerjaan konstruksi merupakan
kegiatan yang beresiko
tinggi terhadap kecelakaan.
Banyak penyebab kecelakaan
kerja yang sering
terjadi dalam pekerjaan
konstruksi mengurangi
keberhasilan proyek tersebut. Penyebab
utama kecelakaan kerja adalah kurang optimalnya
pelaksanaan K3, sedangkan
penyebab dasar yang
sebenarnya 2 adalah
Mis Management yang
artinya manajemen tidak
melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja seiring dengan
kegiatan manajemen perusahaan. Oleh karena
itu, pelatihan dan implementasi K3 sangat
penting untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja
dan meminimalisir korban
jiwa dan meningkatkan
produktivitas kerja karyawan
sebab usaha menyelamatkan
kehidupan manusia juga
merupakan tanggung jawab moral
yang sangat mendasar dari semua pihak yang terkait terlepas dari
tingkat pemahamannya terhadap
aturan, besar kecilnya
skala proyek ataupun jenis
posisi jabatan yang
diembannya pada proyek
konstruksi. (Santoso, 2004) Pelatihan dan
implementasi K3 dapat
dilihat dalam suatu
pendekatan sistem yaitu penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3).
Karena pada prinsipnya
kecelakaan kerja akibat
perbuatan manusia (human
error) bisa dicegah dengan pengawasan dan kualifikasi SMK3
yang diperketat oleh pengawasan dari pemerintah pusat maupun dinas. (Rifki,
2013) SMK3 merupakan sistem
yang lebih bertanggung
jawab dalam berupaya untuk
menciptakan lingkungan kerja
yang aman, sehat
dan sejahtera beserta
bebas dari kecelakaan dan
penyakit akibat kerja. (Logawa,
2007). Sistem manajemen
ini juga merupakan
suatu set elemen
yang saling terkait
yang digunakan untuk menetapkan kebijakan,
sasaran dan pencapaian
sasaran. Sasaran tersebut
meliputi struktur organisasi,
rencana aktivitas (termasuk
analisa risiko dan
penetapan objektif), tanggung
jawab, praktek, prosedur, proses dan sumberdaya. SMK3 terdiri dari
lima prinsip dasar
acuan elemen yaitu
kebijakan, perencanaan, penerapan
dan operasi kegiatan,
evaluasi atau pemeriksaan
dan tinjauan manajemen
atau usaha tindakan perbaikan.
Prinsip dasar SMK3 sebenarnya
sudah ada dalam perundang-undangan sejak tahun
1970. Dalam peraturan
Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 1 tahun 3 1970 tentang
Keselamatan Kerja menjelaskan
bahwa bahwa setiap
tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan
dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan
dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.
Salah satu
kendala yang mengganjal
penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja
(SMK3) pada proyek
konstruksi adalah adanya anggapan
bahwa penerapan SMK3
di sektor konstruksi
memakan biaya tinggi
dan pengusaha yang
peduli keselamatan kerja
para karyawannya apabila
memasukkan biaya K3 dalam dokumen
penawarannya kemungkinan jadi pemenang tender sebab tawarannya
pasti bukanlah tawaran
yang terendah. Begitu
pula survei ILO menyatakan bahwa
dari tingkat competitiveness karena
faktor K3 Indonesia
adalah negara ke
2 dari bawah
dari lebih 100
negara yang disurvei.
(Suparno, 2007).
Namun dengan
adanya dalam ketentuan
yang jelas tertulis
dalam Permen PU Nomor: 09/PRT/M/2008 pasal 11 butir 2 yang
menjelaskan bahwa “Penyedia Jasa wajib
memasukkan biaya penyelenggaraan SMK3
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam harga penawaran pengadaan jasa
konstruksi..dst”.


Keberhasilan penerapan
SMK3 di dalam
suatu proyek dapat
dilihat dari pencapaian target menuju kondisi nol
kecelakaan (zero accident). Untuk itu,
maka 5 kriteria dasar SMK3 dalam suatu
proyek dievaluasi kebenarannya yang menandakan nilai
ukur keberhasilan penerapan
SMK3 suatu proyek.
Keberhasilannya dapat terlihat dari tingkat pencapaian nilai ukur
menurut standar nilai yang tertulis dalam suatu
Peraturan Pemerintah. Dalam
penyusunan tugas akhir
ini, akan dievaluasi bagaimana penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek
pembangunan gedung Siloam
Hospital yang dilihat
dari tingkat keberhasilan
penerapannya. Evaluasi penerapan
SMK3 dilaksanakan di
proyek ini karena
sebagaimana juga telah
disebutkan bahwa proyek
tersebut memiliki visi 4
sebagai
Sustaining Performance with
Sustanable Environment Through
Green Construction yang artinya
memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan yang menjadi
bahagian dari kesehatan
lingkungan dan mempunyai
misi dan target „Menjadi Juara dalam Quality, Safety and House
Keeping Award

.


1.2. Rumusan Masalah Adapun
rumusan masalah yang
disusun dalam penyusunan
tugas akhir ini adalah
sebagai berikut: 1. Bagaimana penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3)
pada proyek pembangunan gedung Siloam Hospital? 2.
Kendala apa yang dapat menghambat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada proyek
ini? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah
sebagai berikut: 1. Mengetahui
pelaksanaan penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) pada proyek pembangunan gedung Siloam Hospital.
2. Mengetahui tingkat keberhasilan penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) pada proyek tersebut.
1.4. Manfaat Penelitian Penyusunan tugas akhir ini
diharapkan akan sangat bermanfaat bagi: 1.
Masyarakat jasa konstruksi
sebagai bahan masukan
terutama bagi perusahaanperusahaan penyedia
jasa yang baru
akan memulai penerapan
SMK3 di perusahaan masing-masing.
5 2. Bahan masukan
untuk para instansi
pengguna jasa yang dalam ketentuan SMK3 disebut juga sebagai pihak yang turut berperan
dalam kegiatan penerapan SMK3.
3. Penulis
sendiri sebagai bahan
pengalaman dan penambahan
pengetahuan dan wawasan.
1.5. Batasan Masalah Bagaimana
kondisi penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) pada proyek
pembangunan gedung Siloam
Hospital dan apa
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sistem manajemen
keselamatan dan kesehatan kerja
pada proyek tersebut.

Skripsi Civil Engineering:.Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Pada Proyek Pembangunan Gedung

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.