Sabtu, 04 Oktober 2014

Skripsi Arsitektur:Terminal Feri Domestik (Arsitektur Simbolis)



BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Indonesia merupakan
negara kepulauan yang
lebih dari 2/3
wilayahnya berupa perairan.
Dari zaman nenek
moyang bangsa Indonesia
sudah mengenal dan menggunakan
transportasi laut untuk menghubungkan
pulau-pulau yang dipisahkan oleh perairan. Sehingga sejak zaman nenek moyang dulu Indonesia dikenal dengan Negara
maritim yang memiliki
armada yang maju
dan perkembangan transportasi laut semakin berkembang pesat. Seiring
perkembangan zaman semakin banyak alat transportasi yang
digunakan baik transportasi
udara, darat dan
laut. Walaupun semakin
banyak alternatif transpo rtasi
lainnya, transportasi laut
masih memegang peranan
yang sangat penting
bagi moda transportasi
penumpang ataupun barang antar pulau.
Salah satu pulau yang berada
dalam wilayah Negara Republik Indonesia yaitu Pulau Batam dengan
luas ± 415 Km2 (41.500Ha). Pulau
Batam ini merupakan salah satu pulau dalam gugusan kepulauan Riau. Batam
merupakan sebuah pulau di antara 329 pulau yang
terletak antara Selat
Malaka dan Singapura
yang secara keseluruhan membentuk wilayah Batam. Oleh sebab itu,
sarana transportasi laut menjadi hal yang sangat penting bagi Batam.
Sebelum mendapat
perhatian khusus dari
pemerintah pusat, Batam
merupakan sebuah pulau
kosong berupa hutan
belantara yang nyaris
tanpa denyut kehidupan.
Seiring perkembangan,
pemerintah mulai memberi
perhatian khusus untuk pengembangan infrastruktur
di kota Batam.
Beberapa tahun belakangan
ini telah digulirkan
penerapan Free Trade
Zone Batam (FTZ
Batam), Bintan, dan
Karimun yang mengacu pada UU No
36 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan kemudian dirubah beberapa kali
melalui PERPU, sehingga di undangkan menjadi
UU no 44 tahun 2007.

www.BPBatam.go.id Karena letaknya
yang strategis di
kelilingi oleh gugusan
pulau-pulau termasuk Singapore
dan juga penetapan
Free Trade Zone
Batam (FTZ Batam),
maka Batam yang
semakin dikenal sebagai
daerah industri yang
berkembang pesat semakin banyak mengundang investasi pihak asing
ataupun domestik. Hal ini secara langsung mengakibatkan
Batam sebagai pintu
gerbang bagi masuknya
dan keluarnya barang serta
orang yang semakin
berkembang setiap tahunnya.
Selain menggunakan transportasi
udara, transportasi laut
menjadi hal yang
sangat penting bagi
Batam (mengingat Batam
dikelilingi gugusan pulau).
Penggunaan jalur laut
yang menghubungkan Batam
dengan pulau-pulau disekitar
maupun dengan negara tetangga
seperti Singapura dan
Malaysia, membuat pembangunan
dan sarana transportasi laut sangat diperlukan.
Berdasarkan Master Plan Pelabuhan
Kota Batam, pemerintah mulai mengembangkan dan
membenahi fasilitas pelabuhan
untuk mendukung program
Free Trade Zone Batam (FTZ
Batam). Tidak hanya
pelabuhan khusus barang tetapi
juga pelabuhan penumpang seperti terminal feri internasional
maupun domestic. Adapun pelabuhan feri di
batam yaitu, terminal
feri domestic dan
internasional Sekupang, terminal internasional
Batam Center, terminal
internasional Harbour Bay,
terminal internasional Waterfront,
terminal internasional Nongsapura
dan terminal domestic Telaga punggur.
Terminal yang
direncanakan pemerintah berdasarkan
Master plan pelabuhan
Kota Batam salah satunya adalah
terminal internasional dan domestic Sekupang. Pada saat ini
tahap pembanguna terminal
internasional telah selesai
di kerjakan sedangkan terminal domestic belum memulai tahap pembenahan. Padahal dengan
adanya Free Trade Zone
(FTZ) maka arus
keluar masuk dari
terminal domestic ataupun internasional akan meningkat sehingga
memerlukan terminal yang memiliki fasilitas dan daya tampung yang dapat mengakomodir
jumlah penumpang hingga tahun 2030 (sesuai
dengan Master plan pelabuhan Kota Batam).
Dengan adanya
sebuah terminal domestik
yang benar-benar mampu
menampung peningkatan arus
penumpang keluar dan
masuk Pulau Batam
maka dibutuhkan redesain terminal feri domestic Sekupang Batam
dengan wajah baru serta lebih layak dengan dilengkapi
sarana dan prasarana
penunjang agar dapat
memberikan pelayanan yang
maksimal , nyaman
dan dapat menampung
peningkatan jumlah penumpang.
I.2 Maksud dan Tujuan Maksud dan
tujuan terminal feri domestic Sekupang Batam, yaitu:  Menyediakan
saran terminal ferry
untuk memenuhi kebutuhan
arus penumpang masuk dan
keluar Pulau Batam 
Meningkatkan fasilitas kenyamanan transportasi laut (kapal Ferry khususnya)
 Menyediakan
wadah untuk menampung
arus penumpang setiap
tahun yang terus meningkat I.3 Masalah Perancangan Masalah perancangan
yang akan muncul
dalam terminal feri
domestic Sekupang Batam, yaitu:  Sirkulasi arus kedatangan penumpang
dan arus keluar penumpang di dalam terminal

Terminal sebagai suatu
titik simpul dari
kegiatan angkutan-angkutan laut, darat
(jalan raya/kereta api)
dan udara akan
memberikan kepadatan yang berlebihan
pada situasi lalu lintas daerah tersebut  Gangguan
sirkulasi alur kapal
ke fasilitas terminal
atau keluar dari
fasilitas terminal karena
adanya gangguan angin,
pasang surut dan
perpaduan keduanya  Penerapan struktur kawasan
tepi pantai pada bangunan terminal I.4 Pendekatan Untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan
yang akan dihadapi
dalam proses perencanaan dan perancangan “Terminal Feri
Domestik Sekupang Batam” dilakukan berbagai
pendekatan desain, yaitu:  Pendekatan
berdasarkan standar-standar ukuran
ruangan yang mengakomodasi
setiap jenis kegiatan
di dalam ruangan
maupun di luar bangunan melalui studi literature.
 Memperoleh data-data pendukung dari berbagai
departemen yang berwenang tentang jumlah
arus penumpang kapal
ferry di Batam
dan data statistik lainnya.
 Melakukan
survey dalam memperoleh
data-data dan gambaran
bagaimana sebuah terminal
ferry itu diselenggarakan, prosesnya
dan juga menejemennya.


 Pendekatan berdasarkan fungsi bangunan.



 Pendekatan berdasarkan tema bangunan.



 Pendekatan berdasarkan sistem struktur
bangunan.


I.5 Lingkup / Batasan  Seluruh aspek fisik yang
berhubungan dengan pembahasan dan perancangan mengenai bangunan “Terminal Ferry Domestik
Batam” yang mengabungkan fungsi utama
dan fasilitas pendukung lainnya, menyangkut lingkungan tapak, masa bangunan dan besaran ruang.
 Penerapan
tema simbolis ke
dalam bentuk bangunan
dan elemen-elemen arsitekturnya.
I.6 Kerangka Berfikir Latar
Belakang Tema Pendekatan Perancangan
Sasaran Maksud dan Tujuan Identifikasi Masalah Perumusan Masalah Pengumpulan
Data Studi Literatur Analisa Potensi
Prospek Masalah Konsep Pra
Rancangan Desain Akhir Kriteria Desain Kriteria Perancangan Analisa Kriteria Kerangka
Survey Survey Data Fisik Wawancara Dokumentasi Diagram 1.1 Kerangka Berfikir Sumber:
Olah Data Sendiri I.7 Sistematika Laporan BAB I PENDAHULUAN Berisi uraian latar belakang, manfaat dan
tujuan, masalah perancangan, metodologi, kerangka berpikir dan sistematika laporan.

Skripsi Arsitektur:Terminal Feri Domestik (Arsitektur Simbolis)

Download lengkap Versi PDF >>>>>>>KLIK DISINI







Share

& Comment

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2015 Jual Skripsi Eceran™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.